Surabaya, pens.ac.id– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) di kancah internasional. Tim Bamantara EEPISAT PENS berhasil meraih Juara 3 (3rd Place) pada ajang bergengsi International CanSat Competition 2026 oleh American Astronautical Society (AAS), kompetisi satelit mini tingkat dunia yang diselenggarakan di Virginia, Amerika Serikat. Prestasi tersebut diumumkan pada puncak kompetisi yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026.
Kompetisi CanSat merupakan salah satu ajang paling prestisius di bidang kedirgantaraan yang menantang mahasiswa untuk merancang, membangun, menguji, dan mengoperasikan satelit mini berukuran kaleng minuman yang mampu menjalankan misi tertentu secara mandiri. Pada tahun ini, kompetisi diikuti oleh 36 tim finalis dari berbagai universitas terbaik dunia, menjadikan persaingan berlangsung sangat ketat.
Keberhasilan Bamantara EEPISAT tidak diraih secara instan. Sebelum tampil pada babak final di Amerika Serikat, tim harus melewati serangkaian tahapan seleksi dan evaluasi yang ketat, mulai dari penyusunan proposal desain, Preliminary Design Review (PDR), Critical Design Review (CDR), hingga berbagai pengujian teknis seperti uji termal, uji tekanan, uji jatuh (drop test), dan pengujian sistem komunikasi radio.
Dalam proses persiapan menuju kompetisi internasional tersebut, Tim Bamantara EEPISAT juga melaksanakan serangkaian pengujian dan validasi sistem di fasilitas Pusat Riset Teknologi Satelit (PUSTEKSAT), BRIN. Kegiatan pengujian ini mendapat bimbingan dan dukungan langsung dari para ahli di bidang teknologi satelit dan kedirgantaraan, yaitu Rommy Hartono, Engineer di Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN), serta Moh. Farid Huzain dari Research Center for Satellite Technology, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, selama persiapan sebelum kompetisi tim Bamantara EEPISAT juga mendapatkan pendampingan oleh Antarexxa Space Global, serta tim Surya Satelit-1. Melalui pendampingan tersebut, tim memperoleh masukan teknis yang berharga dalam proses pengembangan, integrasi, serta pengujian wahana sehingga kesiapan sistem dapat ditingkatkan sebelum berlaga di ajang AAS Student CanSat Competition 2026.
Pada tahap final yang berlangsung di Virginia, Amerika Serikat, tim Bamantara EEPISAT berhasil menunjukkan performa terbaiknya. Wahana CanSat yang dikembangkan mampu menjalankan misi dengan baik saat peluncuran dan menghasilkan data yang kemudian dipresentasikan kepada dewan juri pada sesi Post Flight Review (PFR). Berdasarkan keseluruhan penilaian teknis dan presentasi, Bamantara EEPISAT berhasil menempati peringkat ketiga dunia, berada di bawah tim dari Thailand sebagai juara pertama dan tim tuan rumah Amerika Serikat sebagai juara kedua.
Tim Bamantara EEPISAT merupakan tim satelit mahasiswa PENS yang terdiri dari 23 mahasiswa lintas program studi dengan dukungan pembimbing Nobby Bagus Muliawan, S.Tr.T., M.Tr.T. dan Hendhi Hermawan, S.ST., M.T. Kolaborasi antara tim teknis, manajemen proyek, riset dan pengembangan, branding, serta sponsorship menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi kompetisi tingkat dunia tersebut.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa PENS mampu bersaing dan menunjukkan kompetensi unggul dalam bidang teknologi satelit dan kedirgantaraan di tingkat internasional. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi PENS sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terdepan yang terus mendorong inovasi dan pengembangan teknologi berbasis riset.
Direktur PENS menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh seluruh anggota tim dan dosen pembimbing. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di panggung global.
Tim Bamantara EEPISAT menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan senantiasa mendukung perjalanan tim. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak yang bersama-sama percaya pada kemampuan putra-putri Indonesia di bidang teknologi satelit. Selain itu, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai mitra industri yang memberikan bantuan finansial, serta dukungan operasional selama proses pengembangan hingga keberangkatan tim ke Amerika Serikat. Dukungan tersebut diberikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara, PT AirNav Indonesia, PT AKM Teknologi Nuswantara, PT Acuan Teknologi Rekayasa, serta seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Keberhasilan Bamantara EEPISAT tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari sivitas akademika PENS, alumni, mitra industri, sponsor, hingga doa dan dukungan masyarakat Indonesia. Semangat kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mengantarkan karya anak bangsa menembus persaingan internasional dan meraih prestasi yang membanggakan.
Dengan capaian ini, Bamantara EEPISAT tidak hanya membawa pulang trofi juara, tetapi juga membawa pesan bahwa inovasi, kerja keras, dan kolaborasi mampu mengantarkan generasi muda Indonesia bersaing sejajar dengan talenta terbaik dunia di bidang sains dan teknologi. (Hum-Dzi)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar