BANTENRAYA.COM – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan bencana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Upaya ini dilakukan karena wilayah tersebut termasuk ke dalam kawasan yang rawan bencana banjir bandang, longsor, dan bencana alam lainnya.
Tujuan Dibentuknya KSB di Padarincang
Pembentukan KSB menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana sekaligus mengurangi risiko kebencanaan melalui keterlibatan langsung warga di tingkat kecamatan.
BACA JUGA: Hasil Penelitian TPSA Bagendung Rampung Agustus, Air Sampai Udara Dijadikan Sampel
Kepala Bidang Perlindungan Sosial pada Dinas Sosial Provinsi Banten, Zainal Abidin, mengatakan pembentukan KSB bertujuan mengaktifkan peran masyarakat dalam penanggulangan bencana, mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, hingga penanganan saat bencana terjadi.
“Pembentukan KSB untuk mengaktifkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana serta pengurangan risiko bencana. Sumber dana pembentukan KSB Kecamatan Padarincang dari APBD Provinsi Banten,” katanya, Jumat, 3 Juli 2026.
Selain membentuk relawan KSB, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga menghadirkan lumbung sosial di Kecamatan Padarincang sebagai pusat penyimpanan logistik kebencanaan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat ketika terjadi bencana.
BACA JUGA: Peledakan dengan Dinamit Picu Rumah Rusak, Tambang Batu Didatangi DPRD Kabupaten Pandeglang
“Semoga dengan dibentuknya KSB Padarincang masyarakat dapat terus berperan aktif dalam pengurangan risiko bencana, karena Kecamatan Padarincang termasuk wilayah rawan bencana,” ujarnya.
Zainal menjelaskan, pembentukan KSB telah berlangsung sejak 30 Juni 2026 dan diikuti 60 peserta. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan pelatihan dasar mengenai kesiapsiagaan bencana, struktur organisasi KSB, hingga praktik teknis sesuai tugas masing-masing divisi.
Menurutnya, keberadaan KSB diharapkan tidak hanya membantu penanganan saat terjadi bencana, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi dan sosialisasi mitigasi kepada masyarakat.
“Semoga dengan kegiatan ini masyarakat lebih proaktif dalam pengurangan risiko bencana, dapat membantu pemerintah melakukan sosialisasi dan mitigasi ke masyarakat, terutama dapat bermanfaat untuk masyarakat Kecamatan Padarincang,” katanya.***
Sumber: Banten Raya
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar