Friday, July 3, 2026
Jul 03, 2026Cari
Nasional

Harga Properti di Australia Anjlok Terdalam Sejak 2022

Harga rumah di Australia mencatat penurunan bulanan terdalam dalam tiga setengah tahun pada Juni 2026.#bisnisupdate #update #bisnis #text

Blok-blok apartemen yang baru dibangun di pinggiran kota Sydney, Mascot, Australia (16/6/2024) Foto: David Gray/AFP

Harga properti di Australia mencatat penurunan bulanan terdalam dalam tiga setengah tahun pada Juni 2026, seiring tingginya suku bunga pinjaman mulai menekan pasar properti yang sebelumnya mengalami lonjakan tajam.

Berdasarkan data Cotality, harga rumah secara nasional turun 0,4 persen pada Juni 2026 dibandingkan Mei. Penurunan itu menjadi yang terbesar sejak Desember 2022, meski secara tahunan harga masih meningkat 7,3 persen.

Mengutip Reuters, revisi data beberapa bulan sebelumnya juga menunjukkan harga rumah kemungkinan telah mencapai puncaknya pada Maret dan kemudian turun 0,7 persen sepanjang kuartal II 2026.

Penurunan harga dipimpin oleh Sydney dan Melbourne. Harga rumah di Sydney turun 1,2 persen dalam sebulan, sementara Melbourne melemah 1,0 persen.

Perlambatan juga terlihat di kota-kota besar lainnya, dengan Adelaide stagnan, Brisbane hanya naik 0,3 persen, dan Perth meningkat 0,7 persen.

Koreksi tersebut terjadi setelah harga properti nasional melonjak lebih dari 30 persen dalam lima tahun terakhir. Kenaikan tetap bertahan meski Australia sempat menghadapi lockdown pandemi Covid-19 dan lonjakan biaya pinjaman, berkat terbatasnya pasokan rumah serta pertumbuhan populasi yang kuat.

Direktur Riset Cotality, Tim Lawless, mengatakan pelemahan permintaan sebenarnya sudah mulai terlihat bahkan sebelum bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.

"Bahkan sebelum suku bunga naik 75 basis poin, kami sudah melihat kendala keterjangkauan mulai menekan permintaan pembeli," kata Lawless, dikutip dari Reuters pada Jumat (3/7).

Dia melanjutkan, meningkatnya biaya hidup, memburuknya sentimen konsumen, serta perubahan kebijakan pajak properti yang diumumkan pemerintah federal ikut memperburuk kondisi pasar perumahan.

"Meningkatnya tekanan biaya hidup, sentimen yang sangat pesimistis, serta melemahnya permintaan akibat perubahan kebijakan pajak properti yang diumumkan dalam anggaran pemerintah federal semuanya berkontribusi terhadap melemahnya kondisi pasar perumahan,” jelas Lawless.

Tekanan di sektor properti juga tercermin dari permintaan kredit. Data Equifax menunjukkan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) turun 6,6 persen dalam lima bulan hingga Mei dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut lebih dalam dibandingkan penurunan 0,9 persen pada periode Januari-April.

Permintaan dari pembeli rumah pertama bahkan merosot 9,1 persen. Di sisi lain, tingkat keberhasilan lelang rumah di kota-kota besar turun menjadi 47,4 persen pekan lalu, level terendah sejak April 2020 ketika pandemi Covid-19 melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Penjualan rumah di kota-kota besar selama kuartal II juga turun 16,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Reserve Bank of Australia (RBA) menyatakan pasar perumahan mulai melunak dan pertumbuhan kredit perumahan diperkirakan akan terus melambat.

Menurut bank sentral, kondisi itu merupakan dampak yang diharapkan setelah tiga kali kenaikan suku bunga sejak Februari mulai diteruskan ke perekonomian. Namun, RBA juga mengingatkan adanya risiko pelemahan pasar perumahan yang lebih dalam, yang dapat menekan konsumsi rumah tangga.

Sejumlah ekonom kini memperkirakan harga rumah di Australia bakal terus melemah sepanjang tahun ini, terutama di Sydney dan Melbourne. Meski demikian, terbatasnya pasokan rumah serta potensi berkurangnya aksi jual investor karena perubahan pajak yang diusulkan tidak berlaku surut diproyeksi akan membatasi penurunan harga.

Data resmi pemerintah juga menunjukkan izin pembangunan unit hunian turun 1,1 persen pada Mei setelah sebelumnya turun 0,2 persen pada April 2026. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan terhadap pasokan perumahan masih akan berlanjut.

Pelaku pasar juga menilai siklus kenaikan suku bunga Australia kemungkinan telah mencapai puncaknya. Pasar hanya memperkirakan tambahan kenaikan sebesar 12 basis poin hingga akhir tahun, bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan satu kali pemangkasan suku bunga pada akhir 2027.

Lembaga keuangan AMP juga memperkirakan harga rumah akan terkoreksi sekitar 6 persen dari puncaknya hingga mencapai titik terendah pada pertengahan tahun depan, ketika penurunan suku bunga mulai dilakukan.

Kepala Ekonom AMP Shane Oliver menilai berbagai faktor yang sebelumnya mendorong lonjakan harga properti kini mulai memudar.

"Banyak faktor yang mendorong supercycle kenaikan harga properti kini mulai memudar. Karena itu, kita mungkin akan melihat harga mencapai titik terendah pada pertengahan tahun depan, tetapi fase kenaikan berikutnya kemungkinan akan lebih moderat dibandingkan yang selama ini kita alami,” kata Oliver.

Sumber: Kumparan

Artikel Terkait

a
admin⏱ 4 menit baca

admin adalah kontributor di WarKini. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar