Friday, July 3, 2026
Jul 03, 2026Cari
Nasional

AHY: Kota Jadi Mesin Ekonomi, Wali Kota Harus Inovatif

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para wali kota memasuki era baru

MEDAN, SUMUT POS- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para wali kota memasuki era baru pembangunan perkotaan yang bertumpu pada kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.

Di hadapan 86 wali kota peserta Rakernas XVIII APEKSI, AHY menegaskan bahwa masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan kota-kota dalam mengelola urbanisasi, meningkatkan kualitas layanan publik, dan menciptakan iklim investasi yang kompetitif.

Menurut AHY, kota-kota saat ini bukan hanya pusat pemerintahan lokal, tetapi telah berkembang menjadi pusat ekonomi, inovasi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, pembangunan kota harus diposisikan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional.

“Kita harus saling mendengar. Pemerintah pusat membutuhkan perspektif daerah, dan daerah membutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat. Hanya dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar AHY.

Namun demikian, AHY mengingatkan bahwa tantangan pembangunan perkotaan ke depan semakin kompleks. Di satu sisi, kebutuhan infrastruktur dan layanan publik terus meningkat akibat urbanisasi. Di sisi lain, ruang fiskal pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki keterbatasan. Karena itu, para walikota dituntut semakin kreatif dalam mencari sumber-sumber pembiayaan pembangunan.

“Ke depan, kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD atau APBN. Kepala daerah harus semakin inovatif dan adaptif dalam menghadirkan solusi pembangunan. Kita perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia usaha, lembaga keuangan, dan berbagai mitra pembangunan,” kata AHY.

Ia mencontohkan sejumlah instrumen pembiayaan yang dapat dioptimalkan oleh pemerintah daerah, seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/PPP) untuk pembangunan infrastruktur publik, Green Financing untuk proyek-proyek berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta Blended Finance yang mengombinasikan dana pemerintah, investasi swasta, dan dukungan lembaga pembangunan untuk mempercepat realisasi proyek strategis.

Menurut AHY, berbagai skema tersebut tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan anggaran, tetapi juga membuka peluang percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan, mulai dari transportasi publik, pengelolaan air dan sampah, energi bersih, kawasan permukiman, hingga ruang terbuka hijau.

“Kota-kota yang sukses di dunia hari ini adalah kota yang mampu menghadirkan inovasi, bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam tata kelola dan pembiayaan. Kreativitas para walikota akan menjadi faktor penting untuk menentukan daya saing kota di masa depan,” tegasnya.

AHY menambahkan bahwa pembangunan kota yang berhasil bukan hanya ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga oleh hadirnya pemerataan kesempatan, meningkatnya kualitas hidup masyarakat, dan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan semangat itulah, AHY berharap APEKSI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan kota-kota Indonesia yang maju, tangguh, inklusif, dan berdaya saing global. (adz)

Sumber: Sumut Pos

Artikel Terkait

a
admin⏱ 3 menit baca

admin adalah kontributor di WarKini. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar