DI tengah riuh rendah persoalan negeri yang seolah tak bertepi, kalender kembali menunjukkan angka 5 Juli pada esok hari. Sebuah tanggal yang dalam sejarah kita tidak sekadar lewat sebagai deretan hari, melainkan sebuah penanda waktu--sebuah rem darurat yang pernah ditarik oleh para pendiri bangsa pada tahun 1959 demi mengembalikan arah kapal besar bernama Indonesia ke koordinat aslinya: Pancasila dan UUD 1945.Namun, hari ini, pertanyaannya bukan lagi tentang apa yang terjadi di masa lalu. Perta.. Baca selengkapnya di https://rmol.id/publika/read/2026/07/04/713191/5-juli-dan-pengingat-jalan-kembali
Sumber: Rakyat Merdeka
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Tinggalkan Komentar