Saturday, July 4, 2026
Jul 04, 2026Cari
Nasional

Sedang Naik Daun, Ini Perbedaan Hybrid dan PHEV

Perbedaan mobil hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) menjadi salah satu topik yang semakin banyak dicari masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak lepas dari semakin banyaknya pilihan kendaraan elektrifikasi yang ditawarkan berbagai pabrikan otomotif, mulai dari Toyota, Honda, Ch

Daftar Isi
  1. Perbedaan Mobil Hybrid dan PHEV dari Cara Kerja
  2. Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Kapasitas Baterai
  3. Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Konsumsi BBM
  4. Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Pengisian Daya
  5. Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Harga
  6. Kelebihan Mobil Hybrid
  7. Kelebihan Mobil PHEV
  8. Mana yang Lebih Cocok untuk Konsumen Indonesia?
  9. Kesimpulan
  10. FAQ Perbedaan Hybrid dan PHEV
  11. Apa itu mobil PHEV?
  12. Apa perbedaan utama hybrid dan PHEV?
  13. Apakah mobil hybrid perlu dicas?
  14. Apakah mobil PHEV bisa berjalan tanpa bensin?
  15. Mana yang lebih hemat, hybrid atau PHEV?

Perbedaan mobil hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) menjadi salah satu topik yang semakin banyak dicari masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini tidak lepas dari semakin banyaknya pilihan kendaraan elektrifikasi yang ditawarkan berbagai pabrikan otomotif, mulai dari Toyota, Honda, Chery, BYD, hingga GWM.

Bagi sebagian orang, mobil hybrid dan PHEV terlihat sama.

Keduanya sama-sama menggunakan mesin bensin dan motor listrik sebagai sumber tenaga yang dapat membuat efisiensi BBM meningkat.

(Foto: Toyota)

Namun jika ditelusuri lebih jauh, terdapat sejumlah perbedaan mendasar yang membuat pengalaman penggunaan, efisiensi bahan bakar, hingga biaya kepemilikannya berbeda.

Sebelum memutuskan membeli kendaraan elektrifikasi, ada baiknya memahami karakteristik masing-masing teknologi.

Dengan begitu, Anda dapat memilih mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan sehari-hari maupun anggaran yang dimiliki.

Perbedaan Mobil Hybrid dan PHEV dari Cara Kerja

Perbedaan paling mendasar terletak pada sistem kerja kedua kendaraan tersebut. Mobil hybrid konvensional menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik yang bekerja secara otomatis.

Energi listrik yang digunakan berasal dari baterai yang diisi melalui proses regenerative braking atau saat mesin bekerja.

Pengemudi tidak perlu melakukan pengisian daya menggunakan charger eksternal. Sistem kendaraan akan mengatur kapan motor listrik dan mesin bensin bekerja secara otomatis demi menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal.

perbedaan hybrid dan phev

(Foto: Mitsubishi)

Sementara itu, PHEV memiliki konsep yang sedikit berbeda. Selain mengandalkan mesin bensin dan motor listrik, baterai pada kendaraan ini memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan hybrid biasa.

Baterainya pun bisa dicas menggunakan charger eksternal layaknya mobil listrik murni. Mobil dengan teknologi ini dapat berjalan hanya menggunakan tenaga listrik tanpa bantuan mesin bensin dalam jarak tertentu.

Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Kapasitas Baterai

Salah satu faktor penting yang membedakan keduanya adalah ukuran baterai. Pada mobil hybrid, kapasitas baterai umumnya relatif kecil karena hanya berfungsi membantu kerja mesin bensin.

Baterai tersebut cukup untuk mendukung akselerasi, berkendara dalam kecepatan rendah, serta meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Namun kendaraan tidak dirancang untuk menempuh perjalanan jauh hanya menggunakan tenaga listrik.

perbedaan hybrid dan phev

CEO Daimler bantah PHEV adalah mobil listrik palsu (Foto: Automotive News Europe)

Sebaliknya, PHEV dibekali baterai yang jauh lebih besar. Kapasitasnya bisa mencapai beberapa kali lipat dibandingkan hybrid konvensional.

Dengan baterai berukuran besar, mobil dapat menempuh jarak puluhan hingga lebih dari 100 kilometer dalam mode listrik murni, tergantung model dan spesifikasi kendaraan yang digunakan.

Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Konsumsi BBM

Banyak konsumen mempertimbangkan efisiensi bahan bakar sebelum membeli kendaraan.

Dalam hal ini, kedua teknologi memang menawarkan penghematan yang lebih baik dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional.

Mobil hybrid mampu mengurangi konsumsi BBM secara signifikan karena motor listrik membantu kerja mesin ketika dibutuhkan.

perbedaan hybrid dan phev

Colokan listrik Toyota Prius PHEV (Foto: Santo/Carmudi)

Saat kondisi lalu lintas padat atau kecepatan rendah, kendaraan dapat lebih sering menggunakan tenaga listrik sehingga konsumsi bensin menjadi lebih hemat.

Di sisi lain, PHEV memiliki potensi efisiensi yang lebih tinggi lagi. Jika pengguna rutin mengisi daya baterai di rumah atau stasiun pengisian kendaraan listrik, perjalanan harian dapat dilakukan hampir sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Artinya, penggunaan bensin bisa ditekan secara drastis. Bahkan untuk kebutuhan komuter harian dengan jarak pendek hingga menengah, mesin bensin mungkin jarang digunakan.

Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Pengisian Daya

Aspek pengisian daya menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli kendaraan elektrifikasi.

Mobil hybrid menawarkan kemudahan karena pengguna tidak perlu memikirkan proses pengisian daya baterai.

Semua berlangsung otomatis saat kendaraan digunakan. Kondisi ini membuat hybrid cocok bagi konsumen yang ingin menikmati efisiensi tanpa mengubah kebiasaan berkendara.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil EV dan PHEV, Mana Paling Realistis?

Berbeda dengan PHEV yang membutuhkan pengisian daya secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

Jika baterai mobil PHEV jarang diisi ulang, maka keunggulan efisiensi kendaraan tidak akan optimal.

Maka dari itu, pemilik PHEV idealnya memiliki akses mudah ke fasilitas pengisian daya, baik di rumah maupun tempat umum.

Perbedaan Hybrid dan PHEV dari Harga

Harga kendaraan menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar konsumen Indonesia. Secara umum, mobil hybrid memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan PHEV.

Hal ini disebabkan teknologi yang digunakan relatif lebih sederhana serta ukuran baterai yang lebih kecil.

Selain itu, biaya produksi kendaraan juga lebih rendah. Sebaliknya, mobil PHEV biasanya dibanderol lebih mahal.

BYD M6 Plug-in Hybrid 01

(Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Kapasitas baterai yang besar, sistem pengisian daya tambahan, serta teknologi yang lebih kompleks membuat harga jual kendaraan meningkat.

Meski demikian, biaya operasional harian berpotensi lebih rendah apabila pengguna memanfaatkan mode listrik secara optimal.

Kelebihan Mobil Hybrid

Mobil hybrid menjadi pilihan ideal bagi konsumen yang menginginkan transisi mudah menuju kendaraan elektrifikasi.

Pengguna tidak perlu memasang home charger atau mencari stasiun pengisian daya. Pengalaman berkendara hampir sama seperti mobil konvensional, namun dengan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.

Baca juga: Segini Konsumsi Bahan Bakar BYD M6 Plug-in Hybrid

Selain itu, jaringan layanan purnajual untuk kendaraan hybrid saat ini juga semakin luas di Indonesia.

Banyak pabrikan telah memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan teknologi ini sehingga tingkat keandalannya cukup tinggi.

Bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jarak jauh, mobil hybrid juga memberikan rasa aman karena tidak bergantung pada ketersediaan fasilitas pengisian daya.

Kelebihan Mobil PHEV

PHEV menawarkan fleksibilitas yang menarik karena menggabungkan keunggulan mobil listrik dan mobil bensin dalam satu kendaraan.

Untuk perjalanan harian, kendaraan dapat digunakan dalam mode listrik sehingga biaya energi menjadi sangat rendah.

Namun ketika harus melakukan perjalanan jauh, mesin bensin tetap tersedia sebagai sumber tenaga cadangan.

SPK Toyota Veloz Hybrid

Toyota Veloz Hybrid (Foto: Carmudi)

Keunggulan lainnya dari kendaraan PHEV adalah emisi gas buang yang jauh lebih rendah dibandingkan hybrid biasa.

Mobil jenis ini akan lebih sering menggunakan tenaga listrik, konsumsi bahan bakar juga dapat ditekan secara signifikan.

Tidak heran jika dalam beberapa tahun terakhir popularitas PHEV meningkat cukup pesat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Mana yang Lebih Cocok untuk Konsumen Indonesia?

Jawaban atas pertanyaan ini sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.

Jika Anda menginginkan kendaraan hemat BBM tanpa perlu repot mengisi daya, maka mobil hybrid menjadi pilihan yang lebih praktis.

Teknologi ini sangat cocok bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan antarkota atau belum memiliki akses pengisian daya yang memadai.

chery c5 csh hybrid

Namun jika aktivitas harian didominasi perjalanan dalam kota dan tersedia fasilitas pengisian daya di rumah, maka PHEV bisa menjadi opsi yang lebih menguntungkan.

Penggunaan tenaga listrik yang lebih dominan memungkinkan biaya operasional menjadi lebih rendah.

Dengan semakin berkembangnya infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia, kedua teknologi ini diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang.

Kesimpulan

Perbedaan hybrid dan PHEV terletak pada kapasitas baterai, metode pengisian daya, kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik, hingga harga kendaraan.

Mobil hybrid menawarkan kemudahan penggunaan tanpa perlu charging eksternal, sementara PHEV memberikan efisiensi yang lebih tinggi berkat kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik dalam jarak tertentu.

Bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan, hybrid menjadi pilihan menarik. Namun bagi pengguna yang ingin memaksimalkan penggunaan energi listrik dan memiliki akses pengisian daya yang baik, PHEV dapat menjadi solusi yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

FAQ Perbedaan Hybrid dan PHEV

  • Apa itu mobil PHEV?

PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle adalah kendaraan yang menggunakan mesin bensin dan motor listrik serta dapat diisi ulang melalui charger eksternal.

  • Apa perbedaan utama hybrid dan PHEV?

Perbedaan utamanya terletak pada kapasitas baterai dan sistem pengisian daya. PHEV memiliki baterai lebih besar dan dapat diisi menggunakan charger eksternal.

  • Apakah mobil hybrid perlu dicas?

Tidak. Mobil hybrid mengisi baterainya secara otomatis melalui regenerative braking dan kerja mesin.

  • Apakah mobil PHEV bisa berjalan tanpa bensin?

Ya, dalam kondisi baterai penuh, mobil PHEV dapat berjalan menggunakan tenaga listrik saja untuk jarak tertentu. 

  • Mana yang lebih hemat, hybrid atau PHEV?

PHEV berpotensi lebih hemat jika baterai rutin diisi ulang. Namun jika jarang dicas, efisiensinya bisa mendekati mobil hybrid biasa.

Penulis: Rizen Panji

Editor: Santo Sirait

Sumber: Carmudi Indonesia

Artikel Terkait

a
admin⏱ 7 menit baca

admin adalah kontributor di WarKini. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar