Saturday, July 4, 2026
Jul 04, 2026Cari
Nasional

Malang Tempo Doeloe Diserbu Ribuan Pengunjung, Stand Galery Bangho Jadi Spot Foto Favorit

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Taman Krida Budaya penuh sesak. Sejak dibuka 30 Juni 2026, Festival Malang Tempo Doeloe diserbu ribuan pengunjung setiap hari. Tak hanya warga [...] The post Malang Tempo Doeloe Diserbu Ribuan Pengunjung, Stand Galery Bangho Jadi Spot Foto Favorit first appeared on S

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Taman Krida Budaya penuh sesak. Sejak dibuka 30 Juni 2026, Festival Malang Tempo Doeloe diserbu ribuan pengunjung setiap hari. Tak hanya warga Malang Raya, rombongan dari Solo, Jogja, Bandung, hingga Jakarta juga rela datang jauh-jauh demi nostalgia.

Dari sekian banyak stand, Galery Bangho jadi magnet paling kuat. Dekorasi kolonial + koleksi barang antik langka bikin pengunjung rela antre berjam-jam cuma buat foto gaya Tempoe Doeloe.

Pantauan di lokasi, Jumat (3/7/2026) malam, antrean di depan Stand Galery Bangho mengular. Pengunjung berganti-ganti pose dengan properti jadul: topi fedora, gaun panjang, sampai jas ala bangsawan Belanda.

Ratusan pengunjung tampak memadati Stand Galery Bangho di event Malang Jadoel yang di Taman Krida Budaya Jawa Timur.

“Rasanya kayak balik ke tahun 1950-an. Keren banget dekornya, detail banget,” kata Rani, pengunjung asal Bandung yang rela ngantre 30 menit.

Event yang digelar 30 Juni–5 Juli 2026 ini sukses jadi ruang publik lintas generasi. Kakek-nenek datang bernostalgia, anak muda datang buat konten. Hasilnya: Taman Krida Budaya hidup lagi.

Pengunjung dari Jakarta pose di Stand Galery Bangho.
Pengunjung dari Jakarta pose di Stand Galery Bangho.

Yang bikin Galery Bangho beda: koleksinya bukan replika. Semua barang antik asli dan masih berfungsi, umurnya seabad lebih.

Beberapa koleksi yang jadi rebutan foto diantarnya, Gramaphon Thorens produksi Swiss tahun 1922. Kemudian
2Gramaphon Tropical era 1919,
Radio Telefunken buatan Jerman 1951 dan Radio Philips Guitar produksi Belanda 1952 serta sederet radio tabung langka lainnya.

Desain stand ala gedung kolonial dengan lampu kuning temaram bikin vibes-nya makin kuat. Nggak heran kalau ini jadi spot foto nomor 1 di Malang Jadoel 2026.

Keramaian ini juga disambut Shinta Prameswari, Miss Cultural Junior Indonesia 2025 sekaligus Putri Kebudayaan Jawa Timur. Ia hadir di Stand Galery Bangho dan menekankan pentingnya menjaga barang antik sebagai identitas bangsa.

“Tanggapannya sangat luar biasa. Festival ini bisa memperkenalkan budaya zaman dahulu ke anak remaja zaman sekarang yang sudah mulai melupakan budayanya sendiri,” ujar Shinta.

Menurutnya, dari benda-benda tua itu generasi muda bisa ambil pelajaran. “Jadi, melalui event ini kita bisa belajar bahwa dari barang-barang zaman dahulu pun kita bisa mengambil pelajaran,” imbuhnya.

Ia menutup dengan seruan: “Salam budaya! Lestari budayaku di Nusantara.”

Komunitas Jadoel Malang pose di Stand Galery Bangho
Komunitas Jadoel Malang pose di Stand Galery Bangho

Festival Malang Tempo Doeloe 2026 membuktikan satu hal: orang Indonesia nggak pernah benar-benar melupakan sejarah. Mereka cuma butuh ruang buat mengingatnya.

Dengan ribuan pengunjung dan antrean panjang di Galery Bangho, festival ini jadi bukti kalau budaya + nostalgia + estetika bisa jadi formula jitu gaet Gen Z. (Nin).

The post Malang Tempo Doeloe Diserbu Ribuan Pengunjung, Stand Galery Bangho Jadi Spot Foto Favorit first appeared on SurabayaPost.

Sumber: Surabaya Post

Artikel Terkait

a
admin⏱ 3 menit baca

admin adalah kontributor di WarKini. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar