Saturday, July 4, 2026
Jul 04, 2026Cari
Nasional

Yusril Raih Gelar Doktor Ilmu Filsafat

Dalam sidang promosi doktor di Depok, Jawa Barat, Kamis (2/7), Yusril menegaskan pentingnya etika peradaban sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Yusril, negara tidak cukup hanya dibangun dengan demokrasi, konstitusi, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. S

Dalam sidang promosi doktor di Depok, Jawa Barat, Kamis (2/7), Yusril menegaskan pentingnya etika peradaban sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Yusril, negara tidak cukup hanya dibangun dengan demokrasi, konstitusi, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Seluruh konsep tersebut, kata dia, harus ditopang oleh moralitas dan etika agar mampu berjalan secara efektif."Negara tidak cukup hanya dibangun dengan konsep demokrasi, konstitusi, keadilan, dan hak asasi manusia, tetapi memerlukan moralitas dan etika peradaban sebagai fondasi agar dapat berdiri kokoh," ujar Yusril yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Indonesia (UI) ini.Ia menilai berbagai persoalan bangsa, seperti korupsi, penyalahgunaan kewenangan, hingga masalah sosial, tidak cukup diatasi hanya melalui pembentukan regulasi maupun lembaga negara. Menurutnya, penguatan etika dalam kehidupan publik juga menjadi syarat penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.Dalam sidang tersebut, Yusril mempertahankan disertasi berjudul Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial. Ia mengatakan pemikiran Mohammad Natsir masih relevan sebagai rujukan dalam membangun demokrasi yang tetap berpijak pada nilai moral dan etika."Alhamdulillah, hari ini disertasi tersebut dapat saya pertahankan di hadapan para penguji. Kesibukan sebagai pejabat publik memang membuat proses penyelesaiannya membutuhkan waktu, tetapi saya bersyukur akhirnya dapat menyelesaikannya," kata Yusril, yang menempuh studi doktoralnya selama lima tahun.Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberi kontribusi akademik sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan pemikiran mengenai hubungan agama, negara, demokrasi, dan pembangunan hukum di Indonesia. "Setelah ujian ini saya akan menyempurnakan beberapa bagian disertasi agar dapat diterbitkan sehingga bisa diakses dan dimanfaatkan masyarakat luas," ujarnya.Berdasarkan hasil sidang, Yusril dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Sidang promosi dipimpin Untung Yuwono dengan promotor Prof. Manneke Budiman dan co-promotor Bondan Kanumoyoso. Sejumlah pejabat negara turut menghadiri sidang tersebut, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Kumham Imipas Otto Hasibuan, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, serta Ketua Komite Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie.7ant

Sumber: Nusa Bali Musik

Artikel Terkait

a
admin⏱ 2 menit baca

admin adalah kontributor di WarKini. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar