Saturday, July 4, 2026
Jul 04, 2026Cari
Nasional

Saat Judi Online Mengintai dari Layar Gawai, Mahasiswa SI UIN STS Jambi Diajak Melawan

Jambinews.id - Pendidikan - Ancaman itu kini tidak lagi datang dari jalanan gelap atau tempat perjudian tersembunyi. Ia hadir di layar ponsel, menyelinap melalui media sosial, aplikasi permainan, hingga tautan yang tampak seperti platform investasi. Judi online telah menjelma menjadi predator digita

Jambinews.id - Pendidikan - Ancaman itu kini tidak lagi datang dari jalanan gelap atau tempat perjudian tersembunyi. Ia hadir di layar ponsel, menyelinap melalui media sosial, aplikasi permainan, hingga tautan yang tampak seperti platform investasi. Judi online telah menjelma menjadi predator digital baru yang memburu generasi muda Indonesia. Fenomena ini menjadi perhatian serius Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Di tengah meningkatnya kasus kecanduan judi online yang menyeret pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda ke dalam pusaran utang dan krisis mental, Prodi Sistem Informasi menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi menggelar kuliah tamu bertajuk “Membangun Kesadaran Digital untuk Melawan Bahaya Judol.” Ratusan mahasiswa memenuhi ruang perkuliahan. Bukan sekadar mengikuti agenda akademik, mereka diajak memahami bagaimana ruang digital yang selama ini dianggap bebas dan menyenangkan ternyata juga menjadi medan pertempuran baru melawan kejahatan siber yang terus berevolusi.Pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN STS Jambi dukungpenuh terhadap upaya literasi digital dan pencegahan judi online . Dekan FST yang diwakili Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Minnah Elwiddah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, fenomena judi online bukan lagi persoalan yang jauh dari kehidupan mahasiswa, melainkan ancaman nyata yang dapat menyusup melalui ruang-ruang digital yang setiap hari mereka akses.“Isu judol ini nyata dan dekat dengan mahasiswa. FST mendukung penuh ikhtiar Prodi Sistem Informasi dalam membangun digital resilience. Lulusan kita harus cerdas teknologi sekaligus kuat secara moral,” ujarnya saat membuka acara. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak sumber daya manusia yang unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, penguatan literasi digital dan kesadaran terhadap berbagai risiko di dunia maya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa di era transformasi digital. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, M.N., M.E., yang hadir sebagai narasumber utama, menyampaikan peringatan keras mengenai masifnya penyebaran judi online di Indonesia. Menurutnya, praktik tersebut tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan individu semata, melainkan telah berkembang menjadi ancaman sosial yang menggerus produktivitas dan masa depan generasi muda. “Judi online bekerja dengan cara yang sangat manipulatif. Korban dibuat merasa mudah mendapatkan keuntungan, padahal sistemnya dirancang agar pemain terus kalah dan kembali bermain. Ketika kesadaran hilang, yang tersisa hanya kerugian,” tegas Ariansyah. Ia menjelaskan, para pelaku kini semakin agresif memanfaatkan teknologi digital. Iklan judi muncul di berbagai platform populer, menyasar pengguna muda yang menghabiskan sebagian besar waktunya di internet. Tidak sedikit situs perjudian yang menyamar sebagai permainan hiburan atau aplikasi investasi untuk mengelabui calon korban. Dampaknya tidak main-main. Selain kerugian ekonomi yang mencapai jutaan hingga ratusan juta rupiah, banyak korban mengalami tekanan psikologis, konflik keluarga, putus kuliah, bahkan terjerumus pada tindakan kriminal demi menutup kekalahan yang terus menumpuk. Di hadapan mahasiswa, Ariansyah juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memblokir jutaan konten bermuatan judi online. Namun perang melawan judi digital belum menunjukkan tanda-tanda usai. “Setiap hari situs baru bermunculan. Ketika satu ditutup, puluhan lainnya muncul kembali. Karena itu, perang ini tidak bisa hanya mengandalkan pemblokiran. Literasi digital masyarakat menjadi benteng pertahanan yang paling penting,” ujarnya. Pesan tersebut mendapat perhatian khusus dari mahasiswa Sistem Informasi. Sebagai kelompok yang akrab dengan teknologi, mereka dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi agen perubahan sekaligus penjaga ruang digital yang sehat. Sekretaris Prodi Sistem Informasi, Pol Metra, M.Kom., yang memoderatori kegiatan tersebut menegaskan bahwa tantangan dunia digital saat ini menuntut lahirnya lulusan teknologi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial. “Keahlian teknologi harus digunakan untuk melindungi masyarakat, bukan sekadar menciptakan sistem. Mahasiswa Sistem Informasi perlu memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga ekosistem digital dari ancaman seperti judi online,” katanya. Karena itu, kuliah tamu ini menjadi titik awal lahirnya program ‘Kampus Digital Sehat’, sebuah gerakan yang dirancang untuk memperkuat kesadaran digital di kalangan mahasiswa. Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi pola penyebaran konten judi online di ruang siber. Menjelang akhir kegiatan, suasana berubah menjadi lebih reflektif. Mahasiswa tidak hanya berdiskusi tentang teknologi, tetapi juga tentang tanggung jawab sebagai generasi yang hidup di era digital. Deklarasi “Mahasiswa SI UIN STS Jambi Anti Judol” yang dibacakan bersama menjadi simbol bahwa perang melawan judi online bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum. Di era ketika satu sentuhan jari dapat membuka akses ke berbagai peluang sekaligus ancaman, kesadaran digital menjadi senjata utama. Dan dari sebuah ruang kuliah di UIN STS Jambi, perlawanan itu mulai disuarakan: bahwa teknologi seharusnya membebaskan manusia, bukan menjebaknya dalam lingkaran perjudian yang menghancurkan masa depan.

Sumber: Jambi News

Artikel Terkait

a
admin⏱ 4 menit baca

admin adalah kontributor di WarKini. Artikel ini diterbitkan pada 04 July 2026.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar