Bali — 106 Penumpang Kapal Feri Putri Yasmin Dievakuasi Usai Kebakaran
Dini hari yang seharusnya tenang di perairan Selat Bali berubah menjadi mencekam ketika KM Putri Yasmin, kapal feri yang mengangkut ratusan jiwa, tiba-tib
Dini hari yang seharusnya tenang di perairan Selat Bali berubah menjadi mencekam ketika KM Putri Yasmin, kapal feri yang mengangkut ratusan jiwa, tiba-tiba dilalap api. Peristiwa dramatis tersebut terjadi pada Rabu dini hari, saat kapal sedang menjalankan pelayaran rutin dari Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lebih dari seratus orang berjuang antara hidup dan mati di tengah lautan yang gelap, mengandalkan kesigapan tim gabungan dan keberanian sesama penumpang untuk selamat dari perangkap api yang menghanguskan lambung kapal.
Detik-detik Api Melahap Lambung Kapal
Menurut kronologi yang dirangkum dari berbagai sumber di lokasi, api pertama kali terdeteksi di bagian ruang mesin KM Putri Yasmin sekitar pukul 02.30 WITA. Saat itu, kapal yang mengangkut 114 penumpang dan 17 awak baru saja berlayar sekitar dua jam dari Padang Bai. Sebagian penumpang yang berada di dek bawah melaporkan bau asap menyengat yang kemudian disusul kepulan tebal berwarna hitam pekat dari area mesin.
Dalam hitungan menit, kobaran api yang berasal dari korsleting listrik—berdasarkan dugaan sementara—menyebar dengan cepat ke area dek penumpang. Panik melanda. Orang-orang yang tengah tertidur lelap terbangun oleh teriakan dan alarm darurat. “Saya kira itu mimpi buruk. Ternyata asap benar-benar masuk ke dalam kabin dan panasnya terasa menyengat wajah,” ujar salah satu penumpang yang berhasil dievakuasi. Situasi semakin genting karena listrik utama kapal padam, menjadikan seluruh area gelap gulita dan membuat proses evakuasi semakin sulit.
Operasi Evakuasi yang Penuh Risiko
Tim SAR gabungan dari Basarnas Bali, TNI AL, Polairud, serta nelayan sekitar segera dikerahkan begitu sinyal darurat diterima. Namun, tantangan besar menghadang: gelombang di Selat Bali pada dini hari cukup tinggi dan kondisi kapal yang terbakar berisiko meledak kapan saja. Tidak ada pilihan lain, evakuasi harus dilakukan secara bertahap menggunakan sekoci dan perahu karet.
“Kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk mendekat dengan kapal besar. Api sudah mencapai dek utama dan kami khawatir terjadi ledakan tangki bahan bakar. Kami putuskan untuk mengevakuasi dari sisi buritan yang masih relatif aman, satu per satu, sambil memastikan tidak ada yang terjatuh ke laut,” ujar Koordinator Tim SAR Gabungan, yang memimpin operasi langsung di lokasi.
Proses penyelamatan berlangsung sangat dramatis. Para awak kapal dengan sigap membantu penumpang mengenakan pelampung sebelum menurunkannya ke sekoci. Beberapa penumpang terpaksa melompat ke laut karena api sudah menghalangi jalan keluar. Tim SAR berhasil menyelamatkan 106 orang dari total 131 orang yang berada di atas kapal. Sementara itu, pencarian terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam kabin yang hangus.
Korban dan Dampak Pasca-Insiden
Meski sebagian besar berhasil diselamatkan, insiden ini meninggalkan luka yang mendalam. Beberapa korban dilarikan ke rumah sakit terdekat di Bali dengan luka bakar ringan hingga sedang akibat terkena percikan api dan asap tebal. Sejumlah penumpang lainnya mengalami trauma dan sesak napas pasca-evakuasi. Pihak pelabuhan di Padang Bai dan Lembar langsung mengaktifkan posko darurat untuk memberikan konseling serta memenuhi kebutuhan dasar para penyintas yang tiba di darat dengan kondisi mengenaskan.
KM Putri Yasmin sendiri akhirnya tenggelam di perairan dalam setelah api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran yang datang dengan kapal pemadam. Tumpahan minyak ringan terlihat di permukaan laut, menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup setempat. Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut menyatakan akan menggelar investigasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran, termasuk memeriksa kelengkapan alat pemadam api ringan (APAR) dan prosedur keselamatan yang seharusnya diterapkan sebelum keberangkatan.
Peringatan bagi Industri Pelayaran
Tragedi di Selat Bali ini kembali mengguncang kesadaran akan standar keselamatan transportasi laut di Indonesia. Banyak pihang menilai insiden kebakaran kapal feri bukan lagi sekadar musibah, melainkan cerminan dari kelalaian pemeliharaan yang berpotensi merenggut ratusan nyawa. Jika saja deteksi dini lebih responsif atau alat pemadam lebih memadai, mungkin kerugian bisa diminimalisir.
Hingga kini, proses pencarian dan penghitungan ulang terus dilakukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Pihak keluarga para penumpang masih berduka dan menunggu kepastian dari tim SAR mengenai kondisi terakhir anggota keluarga mereka. Kementerian Perhubungan juga menegaskan akan mengevaluasi izin operasional perusahaan pelayaran yang mengelola KM Putri Yasmin guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
[SOCIAL_TWEET]: 🔥 BREAKING: 106 orang dievakuasi usai kapal feri Putri Yasmin terbakar di Selat Bali. Tim SAR gabungan berhasil selamatkan ratusan penumpang dari api & gelombang tinggi dini hari. #KebakaranKapal #Bali[SOCIAL_TG]: 🌊 ALERT: Kebakaran hebat melanda KM Putri Yasmin di Selat Bali. 106 penumpang & awak dievakuasi tim SAR. Dugaan sementara: korsleting listrik di ruang mesin. Update terbaru dari lokasi kejadian ⬇️
Comments (0)