Kain Perca Diduga Jadi Penyebab Chery Tiggo Cross CSH Terbakar di Bandung
Sebuah insiden kebakaran kendaraan yang melibatkan Chery Tiggo Cross CSH di kawasan Bandung, Jawa Barat, pekan lalu kini memasuki babak investigasi yang me
Sebuah insiden kebakaran kendaraan yang melibatkan Chery Tiggo Cross CSH di kawasan Bandung, Jawa Barat, pekan lalu kini memasuki babak investigasi yang mengejutkan. Mobil SUV kompak yang baru saja mencatatkan lonjakan penjualan di Indonesia itu hangus dilalap api di sebuah parkiran terbuka di Jalan Soekarno-Hatta. Namun yang membelalakkan mata: bukan komponen kelistrikan atau mesin yang dituding sebagai biang kerok, melainkan kain perca yang diduga tertinggal di dekat area knalpot.
Peristiwa yang viral di media sosial itu bermula dari laporan pemilik kendaraan, sebut saja Rian (35), yang baru saja memarkir mobilnya setelah perjalanan dari pusat kota. Menurut keterangan saksi mata, kepulan asap tipis muncul dari bagian belakang kendaraan sekitar 15 menit kemudian, disusul percikan api yang dengan cepat membesar. Unit pemadam kebakaran tiba dalam 10 menit dan berhasil memadamkan api, namun bagian belakang mobil sudah rusak parah.
Tanggapan Resmi Chery: “Bukan Komponen Kendaraan”
Chery Sales Indonesia (CSI) bergerak cepat mengirim tim teknis ke lokasi begitu kabar kebakaran menyebar. Hasil pemeriksaan awal yang dirilis kepada awak media pada Senin (13/7) menyatakan bahwa titik api berasal dari luar sistem kendaraan.
“Setelah dilakukan olah tempat kejadian dan analisis kerusakan, kami menemukan residu kain perca yang meleleh di sekitar area knalpot belakang. Suhu knalpot yang tinggi setelah perjalanan jauh memicu pembakaran pada material kain tersebut. Tidak ada indikasi kegagalan komponen kelistrikan, baterai, atau sistem bahan bakar,”ujar Head of After-Sales CSI, Budi Santoso, dalam keterangan tertulisnya.
Pernyataan ini sontak menuai beragam reaksi. Bagi sebagian kalangan, penjelasan “kain perca” terdengar terlalu sederhana untuk sebuah insiden yang hampir merenggut korban jiwa. Namun di sisi lain, fenomena benda asing yang tersangkut di area exhaust sebenarnya bukan hal baru di dunia otomotif. Beberapa kasus kebakaran kendaraan di masa lalu juga tercatat dipicu oleh sampah plastik, rumput kering, atau kain yang tidak sengaja menempel saat kendaraan parkir di atas tumpukan material mudah terbakar.
Misteri Kain Perca dan Celah Keamanan
Meski Chery berpegang pada temuan awal, pertanyaan publik tak serta merta sirna. Mengapa kain perca bisa begitu mudah bersentuhan dengan komponen vital yang panas? Apakah pelindung panas (heat shield) di area knalpot bekerja optimal? Pihak Chery menegaskan bahwa seluruh spesifikasi Tiggo Cross CSH telah memenuhi standar keselamatan internasional, termasuk proteksi panas di sekitar sistem pembuangan. Namun para pemerhati otomotif tetap mendorong investigasi lebih mendalam.
“Sekalipun penyebabnya kain, tetap perlu ditelusuri apakah ada celah di desain penutup bawah atau pelindung panas yang membuat material eksternal bisa mencapai suhu titik api,” ujar pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Agus Wibowo. Ia menekankan bahwa suhu knalpot setelah perjalanan bisa mencapai 300-500 derajat Celsius, cukup untuk menyulut kain dalam waktu singkat. “Ini bukan soal menyalahkan pengguna atau pabrikan, tapi tentang memastikan bahwa risiko semacam ini bisa diminimalkan di masa depan.”
Berikut data perbandingan beberapa insiden kebakaran kendaraan di Indonesia sepanjang paruh pertama 2026 yang berhasil dihimpun dari catatan kepolisian dan asuransi:
| Merek/Model | Lokasi | Penyebab Terindikasi | Status Investigasi |
|---|---|---|---|
| Chery Tiggo Cross CSH | Bandung | Benda asing (kain perca) | Dalam penyelidikan lebih lanjut |
| Wuling Air EV | Jakarta | Korsleting baterai | Recall komponen |
| Toyota Avanza (lama) | Surabaya | Modifikasi kabel tidak standar | Ditutup (human error) |
| Hyundai Creta | Medan | Kebocoran selang bahan bakar | Proses klaim garansi |
Dari data di atas, kasus Chery menempati posisi unik karena melibatkan faktor eksternal murni berdasar versi pabrikan. CSI sendiri telah menghubungi pemilik kendaraan dan berjanji menanggung seluruh biaya perbaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral, meskipun akar masalah diklaim bukan dari produk.
Dampak pada Kepercayaan Konsumen
Insiden ini datang di tengah momentum positif Chery di Indonesia. Tiggo Cross CSH baru diluncurkan awal 2026 dan langsung mencatatkan lebih dari 2.500 unit pemesanan dalam tiga bulan pertama. Fitur-fitur modern dengan harga kompetitif menjadikannya salah satu pendatang baru paling diperhitungkan di segmen SUV 5-seater. Namun viralnya video kebakaran bisa menjadi ujian serius bagi persepsi kualitas merek asal China tersebut.
Langkah Chery untuk melakukan investigasi transparan dan tidak defensif patut diapresiasi. Namun para analis pasar otomotif mengingatkan bahwa kecepatan penanganan isu akan sangat menentukan. “Konsumen Indonesia semakin kritis. Mereka butuh bukti nyata, bukan sekadar pernyataan. Jika Chery mampu menunjukkan akar masalah dan langkah pencegahan yang konkret, maka kepercayaan bisa dipulihkan,” ujar konsultan otomotif dari Lembaga Riset Transportasi (LRT), Mira Anindya.
Sementara itu, Rian sang pemilik kendaraan pasrah namun berharap ada kejelasan. “Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tapi saya ingin tahu pasti apa yang terjadi. Soalnya ini mobil baru, belum ada modifikasi apa pun,” katanya singkat. Kini, publik hanya bisa menunggu hasil akhir investigasi gabungan antara Chery, kepolisian, dan lembaga terkait. Apakah benar kain perca menjadi biang keladi, ataukah ada cerita lain di balik puing-puing yang menghitam di Bandung itu?
[SOCIAL_TWEET]: Viral! Sebuah Chery Tiggo Cross CSH ludes terbakar di Bandung, diduga karena kain perca yang menempel di knalpot. Chery langsung turun tangan: “Bukan komponen mobil.” Simak perkembangan investigasinya. #CheryTiggo #KebakaranMobil #OtomotifIndonesia[SOCIAL_TG]: 🔥🚗 Viralnya video Chery Tiggo Cross CSH terbakar di Bandung masuki babak baru. Hasil investigasi awal Chery: kain perca di area knalpot jadi biang keladinya. Simak selengkapnya! #BreakingNews
Comments (0)