Viral

Biawak Pohon Tutul Biru, Reptil Eksotis yang Bikin Mata Salfok

Pernah nggak sih lo scrolling feed terus tiba-tiba ada hewan yang warnanya seliterally bikin mata lo auto zoom? Nah, gue baru aja kepincut sama satu spesies biawak yang bener-bener nggak nyangka bisa ...

Biawak Pohon Tutul Biru, Reptil Eksotis yang Bikin Mata Salfok

Pernah nggak sih lo scrolling feed terus tiba-tiba ada hewan yang warnanya seliterally bikin mata lo auto zoom? Nah, gue baru aja kepincut sama satu spesies biawak yang bener-bener nggak nyangka bisa sekeren ini. Namanya biawak pohon tutul biru, atau di dunia sains dikenal sebagai Varanus macraei. Kalau lo ngira biawak itu cuma hewan jalan yang suka nyempil di selokan belakang rumah, siap-siap plot twist ya bestie.

Jadi gini, biawak yang satu ini tuh punya tampilan yang beda banget dari kerabatnya. Kulitnya didominasi warna biru muda yang pudar ke arah abu-abu, terus ditaburi bintik-bintik hitam yang tersusun rapi bang kayak pola moo di batu akik. Kombinasi warnanya bikin dia terlihat seperti hasil edit Photoshop, padahal ini real, nggak pakai filter. Parah sih, alam tuh emang desainer terbaik.

Bukan Biawak Sembarangan, Ini Endemik Indonesia!

Yang bikin mood banget buat dibanggain, Varanus macraei ini ternyata cuma bisa ditemukan secara alami di satu tempat di dunia: Pulau Batanta, bagian dari Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Jadi kalau lo pengen lihat langsung, harus rela nyebrang jauh dan masuk ke hutan tropis yang lembap. Literally nggak ada di kebun binatang pinggir kota, bestie.

Ukuran tubuhnya juga lumayan bikin kaget. Panjang total dari ujung kepala sampai ekor bisa mencapai sekitar 90 sampai 100 sentimeter. Ekornya panjang dan prehensil, artinya bisa dipakai buat mencengkeram dahan pohon. Jadi jarang turun ke tanah, dia lebih sering nongkrong di atas, ngonten di kanopi hutan sambil ngeliatin manusia yang lagi nyari dia. Green flag buat hewan arboreal sejati.

"Biawak ini termasuk salah satu spesies paling colorful di genus Varanus, dan itu yang bikin dia jadi primadona di kalangan pecinta reptil dunia."

Statusnya Red Flag buat Para Kolektor

Nah, ini bagian yang bikin gue agak salfok. Karena kecantikannya, Varanus macraei jadi incaran para kolektor reptil internasional. Permintaan ekspor yang tinggi bikin perburuan dan perdagangan ilegal makin marak. Padahal, International Union for Conservation of Nature alias IUCN udah masukin spesies ini ke kategori Endangered atau terancam punah.

Populasinya di alam liar diperkirakan nggak sampai ribuan individu dewasa. Habitatnya juga cuma terbatas di satu pulau kecil, jadi kalau ekosistemnya rusak, tamat riwayatnya. Deforestasi buat perkebunan dan pembukaan lahan jadi ancaman nyata. Literally kalau nggak ada yang peduli, generasi berikutnya cuma bisa lihat biawak ini di foto atau di museum.

FYI, Indonesia sendiri udah ngelindungi spesies ini lewat regulasi perdagangan satwa. Jadi kalau ada yang nawarin jual bebas di marketplace tanpa dokumen resmi, itu red flag besar. Lo bisa ikut kena masalah hukum, dan yang lebih parah, lo jadi bagian dari rantai kepunahan hewan endemik kita sendiri.

Kenapa Kita Harus Peduli?

Mungkin lo mikir, "Gue kan bukan pecinta reptil, ngapain peduli?" Eits, jangan gitu dong. Biawak pohon tutul biru ini adalah bukti kalau keanekaragaman hayati Indonesia tuh nggak ada obat. Dari Sabang sampai Merauke, ada ribuan spesies yang cuma ada di sini. Kalau kita apatis, negara lain yang bakal untung, entah buat riset, wisata, atau konservasi yang seharusnya jadi branding kita.

Buat lo yang penasaran pengen lihat lebih dekat, banyak kok dokumentasi naturalis dan komunitas konservasi yang rutin update. Tapi ingat, mengagumi dari jauh lewat foto atau video udah cukup. Nggak perlu punya buat dipelihara di kamar, karena Varanus macraei butuh ruang dan kondisi khusus yang nggak bisa disamain sama kandang kadal biasa.

Jadi gimana, bestie? Lo tim yang baru tahu kalau biawak bisa sekeren ini, atau udah pernah lihat langsung di habitatnya? Atau mungkin ada yang punya pengalaman ketemu reptil endemik lain yang nggak kalah bikin mood banget? Drop di kolom komentar ya, gue tunggu ceritanya. Gas pol!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User