Ruben Onsu Buka Peluang Cabut Gugatan Hak Asuh Anak
Sidang Perdana Dijadwalkan 15 Juli 2026 Proses hukum antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, terkait hak asuh anak memasuki babak baru. Gugatan yang dilayangkan pihak Ruben Ons
Sidang Perdana Dijadwalkan 15 Juli 2026
Proses hukum antara presenter Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, terkait hak asuh anak memasuki babak baru. Gugatan yang dilayangkan pihak Ruben Onsu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menjalani sidang perdana pada 15 Juli 2026. Di tengah perjalanan perkara ini, muncul sinyal bahwa Ruben Onsu membuka peluang untuk mencabut gugatan tersebut apabila tercapai kesepakatan damai melalui jalur mediasi.
Mediasi Jadi Kunci Penyelesaian
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa mekanisme mediasi merupakan tahapan wajib yang tidak bisa dilewatkan dalam proses hukum ini. Ia menjelaskan bahwa pertemuan di bawah naungan majelis hakim mediator menjadi momen krusial bagi kedua belah pihak untuk duduk bersama dan menemukan titik temu.
"Kalau mekanismenya itu kan memang harus ada mediasi," ujar Minola Sebayang dalam wawancara virtual, kemarin.
Minola menambahkan bahwa inti permasalahan yang melatarbelakangi gugatan ini sesungguhnya bukan pada perebutan hak asuh secara penuh, melainkan pada implementasi jadwal pertemuan antara Ruben Onsu dan anak-anaknya yang dinilai belum terealisasi dengan baik. Pihak penggugat merasa ada ketidakjelasan dan ketidakkonsistenan dalam pengaturan waktu kebersamaan dengan sang buah hati sejak perceraian keduanya berkekuatan hukum tetap.
Harapan Damai di Luar Persidangan
Dengan ditekankannya peran mediasi, terbuka kemungkinan besar bahwa perkara ini dapat diselesaikan tanpa harus melalui proses persidangan yang panjang dan melelahkan. Apabila kedua pihak berhasil mencapai kesepakatan yang memuaskan, terutama mengenai jadwal pertemuan yang lebih terstruktur dan mengikat, maka Ruben Onsu dikabarkan tidak akan ragu untuk mencabut gugatan yang telah terdaftar di pengadilan.
Langkah mediasi ini dinilai sebagai solusi yang lebih manusiawi, mengingat sengketa yang menyangkut anak akan selalu membawa dampak psikologis bagi seluruh pihak, terutama bagi buah hati yang menjadi objek perkara. Para pihak diharapkan dapat menempatkan kepentingan terbaik anak di atas segalanya selama proses mediasi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sarwendah belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal mediasi maupun isi gugatan yang dilayangkan mantan suaminya tersebut. Publik dan para penggemar kedua figur publik ini pun menanti perkembangan selanjutnya dengan harapan agar persoalan ini dapat berakhir dengan solusi yang damai dan bijaksana. Informasi lebih lanjut akan terus disampaikan oleh media kami melalui laporan-laporan selanjutnya di Warkini.com.
Comments (0)