Columbia House Tutup Setelah 71 Tahun, Trump Siap Turunkan Tarif Kanada

Era kejayaan musik yang dibeli lewat pos resmi berakhir. Columbia House, perusahaan klub musik berlangganan yang pernah memikat jutaan pelanggan dengan taw

Columbia House Tutup Setelah 71 Tahun, Trump Siap Turunkan Tarif Kanada

Era kejayaan musik yang dibeli lewat pos resmi berakhir. Columbia House, perusahaan klub musik berlangganan yang pernah memikat jutaan pelanggan dengan tawaran 12 CD hanya dengan satu sen, mengumumkan penutupan usahanya setelah berkiprah selama 71 tahun. Kabar itu datang di tengah babak baru yang berbeda di kancah perdagangan: negosiator Kanada dan Amerika Serikat disebut tengah merampungkan draf final kesepakatan yang diharapkan mencegah tarif baru dan mencairkan ketegangan dagang bilateral yang sudah berlarut-larut.

Kabar penutupan Columbia House pertama kali mencuat lewat pemberitahuan di situs resminya. Namun tak lama kemudian, pemberitahuan itu dihapus dari laman perusahaan. CBC News pun telah menghubungi pihak perusahaan untuk meminta konfirmasi resmi mengenai nasib bisnis yang sudah beroperasi lebih dari tujuh dekade itu.

Janji Satu Sen yang Mengubah Cara Dunia Mendengar Musik

Columbia House lahir pada pertengahan 1950-an dengan nama Columbia Record Club, sebuah layanan klub musik berlangganan berbasis pos. Model bisnisnya sederhana tetapi sangat efektif: pelanggan baru diiming-imingi puluhan rekaman dengan harga nyaris gratis, dengan konsekuensi wajib membeli sejumlah produk pada periode berikutnya. Tawaran paling legendarisnya adalah 12 CD seharga satu sen, promosi yang melekat kuat dalam ingatan generasi 1980-an dan 1990-an di Amerika Utara.

"Any 7 records or tapes for only 1 cent, plus shipping and handling." — Cuplikan iklan Columbia Record and Tape Club yang muncul di majalah TV Guide edisi 1 April 1978.

Iklan bersejarah itu menampilkan seorang perempuan yang memeluk setumpuk piringan hitam dengan raut wajah gembira. Katalog yang ditawarkan pun lengkap: piringan hitam vinil 12 inci, kaset 8-track, kaset kompak, hingga reel-to-reel. Setiap bulan, pelanggan menerima katalog setebal puluhan halaman berisi daftar album terbaru, lengkap dengan formulir pesanan yang harus dikirim kembali melalui surat. Butuh kesabaran berminggu-minggu untuk menanti album favorit tiba di depan pintu rumah.

Pada puncak kejayaannya, model klub musik semacam ini menjadi gerbang utama jutaan orang membangun koleksi musik pribadi. Harga murah di awal menjadi magnet, meski pelanggan harus memenuhi komitmen pembelian berkala. Bagi banyak orang, ritual membuka katalog bulanan adalah bagian dari kebahagiaan menjadi penikmat musik kala itu.

Era Streaming Mengubur Bisnis Musik Fisik

Kejayaan itu tidak bertahan selamanya. Revolusi digital yang melahirkan layanan streaming mengubah total cara orang mengonsumsi musik. Koleksi fisik berupa CD dan piringan hitam perlahan ditinggalkan, dan bersamaan dengan itu, model bisnis berlangganan berbasis pos kehilangan relevansinya satu per satu.

Penutupan Columbia House menjadi bukti paling nyata bahwa industri musik telah berpindah dari kepemilikan fisik menuju akses digital tanpa batas. Para pengamat menilai nasib perusahaan ini adalah cermin transformasi yang juga melanda banyak pemain lain di industri media, ritel, dan hiburan yang gagal beradaptasi dengan cepat.

Perbandingan sederhana antara dua era menunjukkan betapa jauh lanskap industri musik berubah dalam beberapa dekade:

AspekEra Columbia HouseEra Streaming
Format utamaCD, kaset, piringan hitamAudio digital tanpa fisik
Cara mengaksesLangganan pos dengan katalog cetakAplikasi streaming daring
Tawaran andalan12 CD seharga satu senUji coba gratis, berlangganan bulanan
Sifat koleksiFisik dan permanenAkses berbasis lisensi

Babak Baru Tarif Kanada dan Amerika Serikat

Di Washington, suasana berbeda justru mulai menghangat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan memangkas tarif impor barang-barang Kanada, sebuah langkah yang dibaca sebagai isyarat de-eskalasi setelah berbulan-bulan hubungan dagang kedua negara dibayangi ancaman tarif baru.

Pejabat kedua negara, Rabu (19/8/2026), menyatakan negosiator tengah mengerjakan teks final kesepakatan. Kesepakatan itu diharapkan mencegah pemberlakuan tarif baru sekaligus merapikan berbagai ganjalan dagang yang sudah lama mengganggu hubungan bilateral Kanada-AS.

"Negosiator Kanada dan Amerika Serikat tengah mengerjakan teks final kesepakatan yang akan mencegah tarif baru dan merapikan ganjalan-ganjalan dagang bilateral yang sudah lama ada," demikian pernyataan pejabat kedua negara, Rabu.

Trump sendiri terlihat berbicara di luar Gedung Putih pada Rabu, 19 Agustus 2026, di dekat lokasi pembangunan zona pendaratan helikopter baru di halaman selatan. Sementara itu, Perdana Menteri Kanada Mark Carney meminta para premier provinsi untuk mengembalikan minuman keras buatan AS ke rak-rak toko. Langkah ini menjadi sinyal lain bahwa fase konfrontasi mulai mereda.

Sebelumnya, sejumlah provinsi Kanada menarik produk minuman keras AS dari peredaran sebagai bagian dari respons atas kebijakan tarif Washington. Permintaan Carney itu karenanya dibaca banyak pihak sebagai persiapan menuju normalisasi: apabila kesepakatan final benar-benar tercapai, berbagai kebijakan balasan yang diterapkan provinsi-provinsi terhadap produk Amerika bisa segera dicabut.

Dua Kisah, Satu Pelajaran tentang Perubahan Zaman

Dua peristiwa ini tampak berbeda, tetapi sebenarnya menceritakan satu hal yang sama: dunia sedang bergerak, dan hanya pihak yang bisa beradaptasi yang bertahan. Columbia House tumbang karena teknologi mengubah cara manusia mendengarkan musik; hubungan dagang dua negara berevolusi karena pragmatisme ekonomi menuntut kedua belah pihak menurunkan tensi.

Bagi generasi yang pernah menanti katalog Columbia House di kotak surat, penutupan ini adalah akhir dari sebuah nostalgia. Sementara bagi pelaku pasar, kesepakatan tarif yang sedang dirundingkan adalah harapan bahwa eskalasi dagang tidak berlanjut ke babak yang lebih merugikan.

  • Columbia House beroperasi 71 tahun sejak pertengahan 1950-an.
  • Tawaran ikoniknya: 12 CD seharga satu sen, dan 7 rekaman seharga satu sen pada iklan 1978.
  • Trump diperkirakan memangkas tarif impor barang Kanada; Carney meminta minuman keras AS kembali ke rak.
[SOCIAL_TWEET]: Columbia House tutup setelah 71 tahun! 😢 Klub musik legendaris dengan tawaran 12 CD seharga satu sen mengakhiri perjalanannya. Di sisi lain, Trump siap pangkas tarif barang Kanada. Dua berita besar hari ini 👉 baca di Warkini.com[SOCIAL_TG]: 🚨 BERITA TERKINI: Columbia House resmi tutup setelah 71 tahun — era 12 CD seharga satu sen berakhir. Bersamaan dengan itu, AS dan Kanada rampungkan draf kesepakatan tarif; Trump diprediksi pangkas bea masuk barang Kanada, Carney minta minuman keras AS kembali ke rak. Baca selengkapnya di Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User