Pernah nggak sih lo lagi scrolling Pinterest atau TikTok, terus nemu rumah-rumah korea aesthetic yang punya dinding bata bolong-bolong sebagai pembatas ruangan? Nah, itu namanya dinding bata berongga, bestie. Sekilas kayak tembok biasa yang belum selesai dibangun, tapi justru di situlah letak plot twist-nya. Bata berongga ini literally jadi salah satu elemen desain paling viral di dunia arsitektur beberapa tahun terakhir, dan gue ngerti banget kenapa banyak orang jatuh cinta sama konsepnya.
Jadi ceritanya, dinding bata berongga atau sering disebut hollow brick wall ini adalah teknik menyusun bata dengan pola tertentu sehingga meninggalkan celah atau lubang di antara tumpukan bata. Ada yang disusun selang-seling vertikal, ada yang horizontal, ada juga yang dibikin pola custom kayak gelombang atau kotak-kotak. Efeknya? Cahaya bisa masuk, udara bisa mengalir, tapi privasi tetap terjaga. Parah sih, ini tuh solusi desain yang nggak nyangka banget bisa sekombinasi estetika dan fungsi.
Kenapa Bata Berongga Jadi Red Flag Bagi yang Nggak Suka Ribet
Oke, jujur aja. Dinding bata berongga ini nggak always cocok buat semua orang. Kalau lo tipe yang pengen rumah super simpel dan minimalis banget, mungkin ini bakal kerasa ribet. Kenapa? Karena rongga-rongga itu bisa jadi sarang debu, dan bersihinnya butuh effort ekstra. Belum lagi kalau lo punya hewan peliharaan yang suka nyelip ke celah-celah, wah bisa jadi taman bermain baru buat kucing lo.
Tapi tunggu dulu, jangan langsung mundur. Buat sebagian besar orang, dinding ini justru jadi green flag yang bikin rumah terasa lebih hidup. Coba bayangin lo duduk di ruang tamu sore-sore, sinar matahari masuk lewat celah bata dan menciptakan bayangan garis-garis yang estetik banget. Mood banget buat bikin konten OOTD di rumah tanpa harus keluar. Auto aesthetic, auto viral!
"Aku pasang bata berongga di pembatas teras sama ruang tamu, dan sekarang ruangan jadi berasa lebih luas. Cahaya masuk, tapi nggak bikin kepanasan karena masih ada sirkulasi udara."
ā Komentar netizen di salah satu postingan desain interior
Kombinasi Material yang Bikin Tampilan Gas Pol
Nah, ini bagian yang paling seru. Dinding bata berongga nggak harus tampil polos kayak bata merah biasa. Lo bisa mix and match sama material lain biar hasilnya lebih wah. Misalnya, padukan bata berongga dengan kayu solid di salah satu sisinya. Kombinasi tekstur kasar dari bata dan kelembutan kayu ini bisa menciptakan nuansa industrial tropis yang lagi nge-tren banget di kalangan Gen Z yang pengen rumah mereka nggak membosankan.
Atau kalau lo suka nuansa lebih clean, cat dinding bata berongga dengan warna putih atau abu-abu muda. Hasilnya bakal kerasa kayak rumah-rumah di drama Korea yang sering kita idolain. Bisa juga lo tambahkan tanaman rambat atau pot gantung di celah-celahnya. Di jamin ruangan lo bakal jadi spot favorit buat nongkrong, bahkan mungkin lebih nyaman dari kafe kekinian.
Soal biaya, sebenarnya nggak harus mahal-mahal amat. Bata berongga bisa lo dapatkan dengan harga yang cukup ramah di kantong, apalagi kalau lo mau bikin sendiri dengan pola yang nggak terlalu rumit. Yang penting, cari tukang atau kontraktor yang ngerti teknik penyusunan yang benar biar strukturnya kuat dan nggak roboh di tengah jalan. Ini penting banget, sob. Jangan cuma karena pengen estetik, terus ngabaikan aspek keamanan.
Kesimpulannya, dinding bata berongga ini bukan cuma soal gaya-gayaan. Ini adalah cara pintar buat memisahkan ruang tanpa harus ngerasa kekurangan cahaya dan udara. Teras dan ruang tamu bisa tetap punya batas yang jelas, tapi suasana rumah nggak jadi gelap dan pengap. Cocok banget buat lo yang tinggal di rumah kecil atau tipe cluster yang biasanya ruangannya terbatas.
Gimana, tertarik bikin dinding bata berongga di rumah lo? Atau jangan-jangan lo udah punya dan punya tips sendiri soal perawatannya? Drop di kolom komentar ya, bestie! Kita sharing-sharing biar rumah semua orang makin kece dan auto estetik!
Comments (0)