DPD Usul Anggaran MBG Dinaikkan Jadi Rp20 Ribu per Porsi
SEMARANG, Warkini.com — Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menjadi sorotan tajam menyusul maraknya kasus keracunan yang menimp
SEMARANG, Warkini.com — Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menjadi sorotan tajam menyusul maraknya kasus keracunan yang menimpa para siswa di sejumlah daerah. Anggota DPD RI Abdul Kholik menilai masih banyak aspek yang perlu ditinjau dan dievaluasi secara menyeluruh dari pelaksanaan program tersebut, termasuk usulan menaikkan anggaran per porsi dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu.
Pernyataan itu disampaikan Kholik merespons rentetan peristiwa keracunan massal yang diduga terkait konsumsi paket makanan MBG di berbagai wilayah. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena menyangkut keselamatan anak-anak Indonesia yang menjadi penerima manfaat program.
Kasus Keracunan MBG di Sejumlah Daerah
Sejak program MBG bergulir, berbagai laporan mengenai siswa yang mengalami keracunan usai menyantap paket makanan gratis terus bermunculan. Gejala yang dialami para korban umumnya serupa, meliputi mual, muntah, pusing, hingga diare. Sebagian siswa bahkan harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.
- Program MBG diluncurkan sebagai upaya pemerintah memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah dengan anggaran sekitar Rp10 ribu per porsi.
- Distribusi makanan meluas ke berbagai daerah dengan melibatkan dapur umum, katering, hingga pelaku UMKM sebagai mitra penyedia.
- Laporan keracunan mulai bermunculan dari sejumlah sekolah, dengan korban mencapai puluhan hingga ratusan siswa di beberapa kejadian.
- Sampel makanan diperiksa oleh dinas kesehatan dan pihak berwenang untuk menelusuri penyebab keracunan, mulai dari bahan baku hingga proses pengolahan.
- Desakan evaluasi menguat dari berbagai kalangan, termasuk legislator, agar tata kelola program dibenahi secara menyeluruh.
Abdul Kholik: Banyak Aspek Perlu Dievaluasi
Abdul Kholik menegaskan, persoalan MBG tidak cukup diselesaikan hanya dengan menindak penyedia makanan yang bermasalah. Ia menilai akar persoalan jauh lebih kompleks dan berkaitan dengan keseluruhan rantai pelaksanaan program.
"Masih banyak aspek yang perlu ditinjau dan dievaluasi dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis," ujar Kholik di Semarang.
Senator asal Jawa Tengah itu menyoroti sejumlah titik rawan dalam pelaksanaan MBG, di antaranya:
- Kualitas bahan baku makanan yang digunakan oleh penyedia layanan.
- Standar higienitas dapur serta proses pengolahan makanan dalam skala besar.
- Rantai distribusi dari dapur ke sekolah yang berisiko menurunkan mutu makanan jika tidak dikelola dengan baik.
- Pengawasan lapangan yang dinilai belum berjalan optimal di semua daerah.
- Kecukupan anggaran per porsi untuk menjamin menu yang aman sekaligus bergizi.
Usulan Kenaikan Anggaran dari Rp10 Ribu ke Rp20 Ribu
Salah satu poin penting yang diusulkan Kholik adalah penambahan anggaran MBG dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per porsi. Menurutnya, nilai anggaran saat ini berpotensi memaksa penyedia menekan biaya, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas dan keamanan makanan.
"Anggaran perlu ditambah dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu agar kualitas dan keamanan makanan bagi anak-anak benar-benar terjamin," kata Kholik.
Dengan anggaran yang lebih memadai, lanjutnya, penyedia makanan dapat membeli bahan baku berkualitas, memperbaiki standar pengolahan, serta memastikan menu yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi anak. Ia menekankan bahwa tujuan mulia program MBG tidak boleh tercoreng oleh pengabaian terhadap aspek keamanan pangan.
Pengawasan Ketat Jadi Kunci
Selain persoalan anggaran, Kholik juga menyoroti pentingnya pengawasan berlapis terhadap seluruh tahapan program, mulai dari seleksi mitra penyedia, proses memasak, pengemasan, hingga makanan diterima siswa di sekolah. Ia mendorong pemerintah melibatkan dinas kesehatan, BPOM, hingga pihak sekolah dalam mekanisme kontrol mutu.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh merupakan keniscayaan agar program yang menyasar jutaan anak Indonesia ini benar-benar memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan masalah kesehatan baru. Kasus-kasus keracunan yang sudah terjadi harus menjadi pelajaran berharga untuk pembenahan sistem.
Masa Depan Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada tata kelola di lapangan.
Kholik berharap usulan penambahan anggaran dan evaluasi menyeluruh dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. Dengan dukungan anggaran yang memadai serta pengawasan yang ketat, ia optimistis program MBG dapat berjalan sesuai tujuan: anak-anak Indonesia sehat, cerdas, dan berprestasi.
[SOCIAL_TWEET]: Anggota DPD RI Abdul Kholik usul anggaran MBG dinaikkan dari Rp10 ribu jadi Rp20 ribu per porsi, menyusul maraknya kasus siswa keracunan. Kualitas dan keamanan makanan anak harus jadi prioritas. #MBG #MakanBergiziGratis[SOCIAL_TG]: 🍱 USUL KENAIKAN ANGGARAN MBG Menyusul banyaknya siswa yang keracunan program Makan Bergizi Gratis, Anggota DPD RI Abdul Kholik mengusulkan anggaran dinaikkan dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per porsi. Menurutnya, banyak aspek yang perlu dievaluasi: bahan baku, higienitas dapur, distribusi, hingga pengawasan lapangan. Selengkapnya di Warkini.com
Comments (0)