Jakarta Utara — TNI-Polri dan Pemprov DKI Bersihkan Sungai Kalijodo

Sungai Kalijodo di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan publik setelah aparat gabungan TNI-Polri bersama Pemerintah Provinsi DKI J

Jakarta Utara — TNI-Polri dan Pemprov DKI Bersihkan Sungai Kalijodo

Sungai Kalijodo di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan publik setelah aparat gabungan TNI-Polri bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar aksi bersih-bersih besar-besaran pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi buta itu tidak hanya bertujuan mengangkat tumpukan sampah yang menggunung, tetapi juga merehabilitasi fungsi drainase utama yang selama ini menjadi langganan banjir rob dan genangan setiap musim hujan. Lokasi yang pernah dikenal sebagai kawasan lampu merah ini kini bertransformasi menjadi ruang terbuka hijau, namun problem persampahan di sepanjang bantaran tetap menjadi mimpi buruk bagi warga sekitar. Aroma tak sedap, sedimentasi lumpur tebal, serta sampah plastik yang berserakan bukan lagi sekadar masalah estetika, melainkan ancaman serius bagi ekosistem pesisir utara Jakarta. Hadirnya ratusan personel bersenjatakan sekop dan karung itu menjadi bukti nyata bahwa perubahan iklim dan sanitasi tidak bisa ditangani setengah hati oleh satu pihak saja.

Aparat Gabungan Berkumpul Sejak Pagi Buta

Langit Penjaringan masih dihiasi deretan lampu jalan yang meredup ketika barisan personel mulai memadati area bantaran Sungai Kalijodo, tepatnya di dekat Taman Kalijodo. Mereka datang membawa perlengkapan masing-masing: prajurit TNI membawa sekop, garu, dan karung gesper; anggota Polri mengenakan sarung tangan karet tebal sambil membawa alat pikul; sementara petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersiap dengan truk sampah berkapasitas besar serta ekskavator mini untuk mengeruk lumpur di titik-titik kritis. Udara pagi yang sejuk tak menyurutkan semangat para peserta yang mayoritas mengenakan kaus putih bergambar logo Bhinneka Tunggal Ika. Tak ketinggalan, puluhan perwakilan dari kelurahan, RT/RW, serta komunitas peduli sungai setempat turut hadir membawa peta lokasi langganan tumpukan sampah liar. Aroma busuk dari sisa-sisa organik yang membusuk di balik semak-semak sudah tercium dari kejauhan, memberi gambaran betapa beratnya tugas yang akan mereka hadapi dalam tiga jam ke depan.

  1. 05.30 WIB: Personel TNI dari Kodim 0503/Jakarta Utara tiba di lokasi sebagai unit pertama dan langsung memasang bendera Merah Putih serta spanduk kegiatan di posko utama.
  2. 06.00 WIB: Peserta dari Polres Metro Jakarta Utara dan Suku Dinas Lingkungan Hidup berdatangan. Registrasi peserta dilakukan oleh panitia dari Pemprov DKI sambil membagikan masker N95 dan vitamin.
  3. 06.30 WIB: Apel gabungan dipimpin oleh Dandim 0503/Jakarta Utara didampingi Kapolres Metro Jakarta Utara dan Asisten Pemerintahan Pemprov DKI. Dalam arahannya, ditegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan operasi nyata menyelamatkan sungai dari kerusakan permanen.
  4. 06.45 WIB: Pembagian area kerja (zona) dilakukan. Sungai Kalijodo dibagi menjadi empat sektor utama dengan panjang total bantaran mencapai 1,2 kilometer. Setiap sektor dikomandani oleh perwira penanggung jawab dari TNI atau Polri.

Penyisiran Sampah dan Pengerukan Manual

Tepat pukul 07.00 WIB, aksi pembersihan resmi dimulai dengan teriakan komando dari posko. Personel TNI yang ditempatkan di Zona I dan II langsung menerobos semak-semak tebal di sisi barat sungai. Mereka bekerja dalam formasi berpasangan: satu orang mengeruk lumpur hitam yang mengendap, sementara rekannya menyaring sampah plastik, botol bekas, dan puing-puing kayu ke dalam karung besar. Di sisi timur, anggota Polri bersama warga menyusuri bibir sungai menggunakan sarung tangan dan pengait besi, mengangkat kantong-kantong sampah yang sudah terkubur setengah badan dalam tanah. Tak jarang mereka menemukan benda tak biasa seperti rangka sepeda karatan, kasur bekas, hingga puing beton yang dibuang sembarangan oleh oknum pengusaha dan warga tidak bertanggung jawab. Di titik kritis dekat jembatan penyeberangan, petugas Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan dua unit ekskavator mini untuk mengangkat endapan lumpur setebal setengah meter yang sudah menyempitkan aliran air hingga 60 persen. Keringat bercucuran deras, namun tawa dan teriakan semangat silih berganti terdengar di antara deru mesin.

  1. 07.00 WIB: Kick-off pembersihan oleh Dandim dengan penancapan bendera di Zona I sebagai tanda dimulainya aksi lapangan.
  2. 07.45 WIB: Tim gabungan menemukan titik kritis pertama: tumpukan sampah domestik setinggi 1,5 meter di belakang deretan warung makan. Sampah tersebut membutuhkan waktu 45 menit untuk dievakuasi menggunakan truk komunal.
  3. 08.30 WIB: Evakuasi limbah berat dilakukan. Sebuah sofa besar, lima karung pakaian bekas, dan tiga ban motor bekas diangkat dari dasar sungai menggunakan tali tambang dan tenaga bersama.
  4. 09.15 WIB: Truk sampah Dinas Lingkungan Hidup melakukan putaran kedua setelah muatan pertama penuh dengan 4 ton sampah campuran dari Zona I dan II.

Normalisasi Aliran dan Pengecekan Drainase

Setelah sisi bantaran berhasil disisir habis, fokus beralih ke badan sungai itu sendiri. Tim teknis dari Suku Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta turun tangan memeriksa empat pintu air kecil yang menjadi penghubung Sungai Kalijodo dengan saluran sekunder di pemukiman padat. Ditemukan bahwa dua di antaranya tersumbat total oleh sedimen plastik dan daun-daun kering yang menggumpal. Petugas menggunakan alat bor manual dan pompa sedot untuk membuka kembali jalur air tersebut. Di titik lain, anggota TNI membantu membangun tanggul darurat sederhana dari karung pasir di bagian bantaran yang longsor akibat abrasi air. Sementara itu, tim dari Polsek Penjaringan melakukan pendataan visual dengan kamera ke tubuh untuk mendokumentasikan kondisi terkini sebagai bahan evaluasi. Mereka juga menyisir area bawah jembatan yang selama ini menjadi lokasi favorit pembuang sampah sembarangan di malam hari. Hasilnya, ditemukan sisa-sisa material bangunan yang diduga berasal dari proyek renovasi rumah warga sekitar.

  1. 09.45 WIB: Tim SDA mulai pengecekan pintu air. Dua dari empat pintu dinyatakan tersumbat total dan harus dibersihkan secara manual karena akses s

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User