Senator Paraguay Celeste Amarilla Lontarkan Ujaran Rasis ke Mbappe
Bayangin, abis timnas kamu kalah dramatis di babak 16 besar Piala Dunia 2026, bukannya kasih support atau setidaknya healing dulu, malah ngegas di medsos d
Bayangin, abis timnas kamu kalah dramatis di babak 16 besar Piala Dunia 2026, bukannya kasih support atau setidaknya healing dulu, malah ngegas di medsos dengan ucapan yang bikin seluruh dunia cringe. Itulah yang dilakukan Celeste Amarilla, seorang senator perempuan dari Paraguay. Usai kekalahan menyakitkan Paraguay dari Prancis yang dihiasi aksi gemilang Kylian Mbappe, senator ini malah melontarkan pernyataan bernada rasis yang langsung viral seketika. Unggahan kontroversial itu muncul di akun media sosial pribadinya, lengkap dengan diksi yang menyerang identitas ras dan etnis sang mega bintang Prancis. Netizen global sontak meledak. Tagar #CelesteRacista langsung trending di X, sementara meme Mbappe dengan ekspresi judging face berseliweran bak tsunami digital.
Siapa Celeste Amarilla? Bukan Politikus Kaleng-Kaleng
Ini bukan sosok random yang tiba-tiba nge-tweet tanpa pengaruh. Celeste Amarilla adalah anggota Kongres Paraguay dari partai oposisi Partido Liberal Radical Auténtico (PLRA). Ia mewakili Departemen Central, wilayah padat penduduk sekitar ibu kota Asunción. Amarilla dikenal vokal dan sering menuai kontroversi – dari kebijakan pro-lingkungan yang agresif sampai kecamannya terhadap korupsi di tubuh pemerintah. Tapi, lontaran rasis ke figur sekelas Mbappe ini jelas memperlihatkan sisi gelap dari seorang pejabat publik. Netizen ramai-ramai menggali receipts lama, menemukan cuitan-cuitan serupa yang sebelumnya diabaikan. Usianya yang menginjak kepala empat dan statusnya sebagai lulusan hukum terkemuka di Paraguay justru bikin publik makin bingung: kok bisa, bestie, lack of critical thinking-nya nyata banget?
Unggahan yang Bikin Netizen Meledak dan Meme Mbappe Bersliweran
"Kalah dari seekor monyet yang bisa lari cepat bukanlah kekalahan yang memalukan. Kami kalah dari binatang, bukan dari manusia. Prancis harusnya malu diwakili oleh orang-orang seperti itu."
Itu bukan kutipan fiksi. Kalimat di atas persis yang diunggah Amarilla dalam bahasa Spanyol, sebelum akhirnya dihapus setelah banjir kecaman. Unggahan tersebut sudah ditangkap layar dan menyebar lintas platform, dari X hingga Instagram dan Reddit. Penggemar sepak bola langsung ngedit foto Mbappe dengan wajah datar khas meme "Mbappe is not impressed", menempelkan teks "When a senator thinks 'monkey' is a valid argument." Bahkan fans Mbappe di Indonesia tak ketinggalan; kolom komentar akun @LigaInggrisIndo banjir stiker "boneka monyet" yang disandingkan dengan Mbappe dribbling, plus caption receh: "Monkey? That monkey just sent your team back to Asunción."
Cancel Culture ala Amerika Latin? Boikot dan Petisi Menggema
Di Amerika Latin, di mana isu ras dan kolonialisme masih begitu sensitif, respon publik nggak cuma sekadar nge-tweet marah. Organisasi anti-rasisme macam Mundo Afro langsung melayangkan kecaman resmi, mendesak Kongres Paraguay untuk memproses etik terhadap Amarilla. Lebih dari 50.000 tanda tangan petisi online bermunculan hanya dalam waktu 24 jam, menuntut pencopotannya dari jabatan. Para analis politik lokal menyebut momen ini sebagai "efek domino cancel culture" yang mulai merambah ranah politik Paraguay. Tapi ada juga lho yang membela: pendukung fanatiknya bilang ini cuma sentimen sepak bola yang terbawa emosi sesaat. Serius, deh? Main kartu "emosi" buat nutupin rasisme itu udah kayak drama sinetron yang nggak kreatif banget.
Netizen Indonesia Ikut Panas! Komentar Sarcasm Nggak Ketulungan
Dari timeline Twitter Indonesia, reaksi netizen nggak kalah nyeleneh. Akun @futbalsunda nge-tweet: "Senator Paraguay bilang Mbappe monyet, sementara Mbappe-nya sendiri lagi siap-siap tampil di semifinal. Ironi level dewa." Yang lain bikin thread receh: "Tutorial jadi senator kontroversial: langkah 1, kalah; langkah 2, rasis; langkah 3, di-bully sedunia." Bahkan ada yang mengaitkannya dengan budaya meme lokal: foto Amarilla diedit dengan topi ulang tahun bertuliskan "Rasis of The Month". Seru banget melihat jagat maya Indonesia bisa mengemas isu serius begini jadi relatable dan menghibur. Tapi, jangan lupa, bestie, di balik semua candaan ini ada pesan penting: rasisme adalah big no, apalagi dilakukan oleh pejabat publik.
So, menurut kamu, apa sih hukuman paling pas buat pejabat yang kedapatan lontarkan ujaran rasis begini? Cukupkah cuma minta maaf dan hapus postingan? Atau harus ada sanksi tegas kayak pemecatan? Yuk, spill pendapat kamu di kolom komentar! Jangan lupa vote polling receh kita: "Hukuman buat Celeste Amarilla?" – A) Dipaksa nonton highlight Mbappe 24 jam nonstop, B) Diwajibkan ikut workshop anti-rasisme seumur hidup, C) Mundur dari jabatan, atau D) Semua jawaban benar. Pilihan ada di tangan kamu. Drop your thoughts dan let’s discuss, Sobat Warkini!
Comments (0)