Sepatu Kulit Balik Tren: Kenapa Gen-Z Auto Kepincut?
Lo pernah nggak sih ngerasa penampilan jadi naik level cuma karena ganti sepatu? Jangan salah, bestie — kadang bukan baju yang bikin outfit lo nyala, tapi alas kaki. Belakangan ini, satu item yang l...
Lo pernah nggak sih ngerasa penampilan jadi naik level cuma karena ganti sepatu? Jangan salah, bestie — kadang bukan baju yang bikin outfit lo nyala, tapi alas kaki. Belakangan ini, satu item yang lagi naik daun banget di kalangan anak muda adalah sepatu kulit. Bukan yang model formal kaku kayak di iklan bank, tapi versi santai yang bisa dipadu sama hoodie atau celana cargo.
Dari scrolling TikTok sampai feed Instagram, sepatu kulit muncul di mana-mana. Para content creator fashion mulai bikin video styling sepatu kulit dengan outfit kasual, dan hasilnya? Auto salfok. Komentarnya banjir, mulai dari “mood banget” sampai “di mana belinya?”. Fenomena ini nunjukin kalau sepatu kulit nggak lagi identik sama kantoran atau pengantin — sekarang jadi canvas baru buat eksperimen gaya anak zaman now.
Kenapa Sepatu Kulit Balik Tren?
Sebenarnya sepatu kulit bukan barang baru. Generasi sebelumnya udah lama make buat kerja atau acara formal. Tapi yang bikin sekarang beda adalah cara lo nge-style-nya. Kalau dulu harus rapi total, sekarang justru dipadukan sama kaos oversized, celana jeans robek, bahkan kaus kaki putih ala-ala street style. Plot twist-nya, justru kombinasi “kaku” dan “santai” ini yang bikin looks-nya naik kelas.
Psikologi di baliknya juga seru. Sepatu kulit punya kesan mature dan solid — kayak sinyal halus kalau lo serius, tapi tetap nggak kehilangan sisi fun. Di dunia yang makin chaotic, banyak anak muda nyari item yang bikin mereka ngerasa “put-together”. Sepatu kulit jadi green flag-nya outfit, literally bikin overall look langsung lebih rapi tanpa usaha mati-matian.
Bukan Cuma Soal Gaya
Ada alasan lain yang bikin sepatu kulit makin dilirik: durability. Sepatu kulit yang dirawat dengan baik bisa awet bertahun-tahun, bahkan katanya makin dipakai makin nyaman — istilah kerennya makin “menyatu” sama kaki lo. Di era fast fashion yang semuanya serba cepat ganti, punya item yang tahan lama itu rasanya kayak napas lega. Sekali beli, bisa dipakai ke kondangan, ke kampus, atau sekadar nongkrong.
Nggak heran kalau pasar secondhand sepatu kulit juga makin rame. Banyak orang mulai sadar buat beli preloved — selain lebih ramah kantong, juga lebih ramah lingkungan. Konsep “beli sekali, pakai lama” ini makin relevan di tengah tren sustainability yang digaung-gaungin anak muda. Jadi kalau lo lihat orang jualan sepatu kulit bekas dengan harga miring, itu bukan cuma barang loak — itu pilihan gaya hidup.
Perawatan: Tantangan yang Worth It
Jujur aja, sepatu kulit itu bukan tipe yang “lempar terus jalan”. Dia butuh perhatian: disemir, dilindungi dari hujan, disimpan di tempat yang nggak lembap. Banyak yang awalnya ragu karena males ngurus. Tapi justru di situ serunya — merawat sepatu kulit jadi semacam self-care ritual. Lo duduk, bersihin, poles, dan lihat hasilnya kinclong lagi. Ada kepuasan tersendiri yang nggak bisa lo dapet dari sneakers yang tinggal cuci di mesin.
Di TikTok, video tutorial merawat sepatu kulit juga banyak yang viral banget. Mulai dari trik pakai sikat lembut, cream polish pilihan, sampai cara ngilangin bekas lecet. Isinya salfok, tapi ternyata banyak yang nyimpen buat referensi. Itu tanda kalau makin banyak orang yang serius mau mulai — tinggal cari barangnya.
Mulai dari Mana?
Buat lo yang penasaran pengen coba, nggak perlu langsung beli yang mahal. Mulai dari model yang paling serbaguna, kayak derby atau loafer, yang gampang dipadu apa aja. Warnanya juga mulai dari yang netral dulu: cokelat atau hitam, biar nggak susah mix and match. Setelah itu baru eksplor warna-warna statement kayak oxblood atau putih gading.
Dan inget, fit itu segalanya. Sepatu kulit yang pas di kaki bakal beda banget rasanya sama yang kekecilan atau kebesaran. Kalau bisa, coba dulu di toko sebelum beli online. Jangan sampe udah gas pol beli, eh pas dipake malah ngerusak mood seharian — red flag banget.
Gimana menurut lo, bestie? Sepatu kulit udah masuk wishlist lo belum, atau lo tim sneakers sejati yang nggak bakal pindah haluan? Apapun pilihan lo, yang jelas dunia fashion lagi kasih ruang buat dua-duanya. Drop pendapat lo di kolom komentar — penasaran banget sama hot takes lo!
Comments (0)