Tangsel Sulap Kampung Keranggan Jadi Kawasan Hunian Layak

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus menggencarkan program penataan kawasan permukiman padat. Kali ini, giliran Kampung Kota di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, yang menjadi sasaran revitalisas...

Tangsel Sulap Kampung Keranggan Jadi Kawasan Hunian Layak

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus menggencarkan program penataan kawasan permukiman padat. Kali ini, giliran Kampung Kota di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, yang menjadi sasaran revitalisasi melalui pembangunan berbagai infrastruktur dasar. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan klasik kawasan urban yang selama ini minim fasilitas penunjang kehidupan warganya.

Sentuhan Baru di Jantung Permukiman

Proyek penataan tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan menyasar pembenahan menyeluruh. Jalan lingkungan yang sebelumnya berupa tanah dan becek saat hujan kini dikeraskan dan dilapisi paving block. Sistem drainase baru dibangun untuk mencegah genangan air yang kerap menjadi sarang penyakit. Tak ketinggalan, jaringan air bersih diperluas agar setiap rumah tangga memperoleh akses air layak konsumsi tanpa harus bergantung pada sumur dangkal yang kualitasnya meragukan.

Selain itu, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) menghidupkan kawasan di malam hari. Warga yang dulunya enggan beraktivitas selepas maghrib kini merasa lebih aman. Area publik seperti balai warga dan taman kecil juga ikut dipercantik untuk mendorong interaksi sosial sekaligus menjadi ruang terbuka hijau di tengah padatnya bangunan.

Dari Kumuh Menuju Produktif

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman setempat menyebut bahwa intervensi ini merupakan bagian dari strategi besar penanganan kawasan kumuh perkotaan. "Kami tidak sekadar membangun fisik, tapi juga mendorong perubahan perilaku. Dengan lingkungan yang tertata, kami harap muncul rasa memiliki sehingga warga turut menjaga," ujarnya. Pemerintah juga menggandeng komunitas lokal untuk mengelola sampah secara mandiri melalui bank sampah dan pengomposan, mengubah limbah menjadi nilai ekonomis.

Yang menarik, proyek ini turut menyediakan pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga dan pemuda. Mereka dibekali kemampuan mengolah produk daur ulang dan kerajinan tangan yang bisa dipasarkan. Pendekatan ini diharapkan menciptakan dampak berganda: lingkungan bersih, warga berdaya, dan perekonomian mikro bergerak.

Suara dari Lorong-Lorong Keranggan

Sumiati, warga RT 04 yang sudah 20 tahun tinggal di kampung itu, mengaku tak menyangka jalan di depan rumahnya bisa semulus sekarang. "Dulu kalau hujan deras, lumpur masuk sampai ke dalam rumah. Sekarang anak-anak bisa main di luar tanpa takut jatuh terpeleset," ceritanya. Senada, Karim, seorang penarik ojek daring, merasakan manfaat lampu penerangan yang memudahkannya mengantar penumpang hingga ke gang-gang sempit saat malam. "Orderan sekarang lebih lancar, nggak ada lagi yang komplain takut gelap," katanya.

Meski demikian, sejumlah warga berharap pembangunan tidak berhenti di sini. Mereka mengusulkan penambahan fasilitas pendidikan anak usia dini dan pusat kesehatan sederhana agar akses ke layanan dasar semakin dekat. Aspirasi tersebut, menurut lurah setempat, akan diteruskan dan dipertimbangkan dalam perencanaan tahap berikutnya.

Komitmen Jangka Panjang

Penataan Kampung Keranggan bukanlah proyek instan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan memproyeksikan program ini sebagai pilot project yang akan direplikasi di kelurahan lain dengan karakteristik serupa. Anggaran bersumber dari APBD dan dana alokasi khusus, dengan pengawasan ketat agar tepat sasaran dan bebas penyimpangan.

Ke depan, kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dibuka untuk mempercepat pemerataan infrastruktur. Masyarakat pun didorong membentuk forum komunikasi guna menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kualitas pembangunan. "Kami ingin warga menjadi subjek, bukan sekadar penerima manfaat. Suara mereka adalah kompas bagi arah kebijakan," tegas Wali Kota dalam sebuah kesempatan.

Dengan rampungnya sejumlah titik revitalisasi, Keranggan perlahan bertransformasi dari wajah kumuh menjadi kampung kota yang lebih manusiawi. Inilah sinyal bahwa pembangunan perkotaan tak hanya milik kompleks perumahan elite, tetapi juga hak setiap warga di setiap sudut kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User