Lo pernah nggak sih scroll TikTok atau Instagram terus salfok sama teras rumah orang yang vibes-nya adem banget? Bukan karena rumahnya megah, tapi karena ada tanaman sirih gading menggantung di mana-mana plus pagar kayu yang bikin nuansa Jepang-Korea-nya kerasa. Nah, konsep ini lagi viral banget di kalangan Gen-Z yang mulai hijrah dari nongkrong di kafe ke bikin pojok estetik di rumah sendiri. Parah sih, siapa sangka modal tanaman murah dan kayu bekas bisa bikin teras jadi spot foto yang literally bikin feed Instagram lo naik level.
Kenapa Sirih Gading Jadi Primadona Teras Kekinian?
Sirih gading atau yang dikenal dengan nama latin Epipremnum aureum ini bukan tanaman sembarangan. Tanaman ini terkenal sebagai hard to kill plant alias susah mati — cocok banget buat lo yang tipe plant parent tapi sering lupa nyiram. Tanaman ini bisa hidup di cahaya minim maupun terang, dan bisa ditanam di pot gantung, rambat di pagar kayu, atau ditaruh di rak besi minimalis.
Yang bikin sirih gading makin digandrungi adalah daunnya yang heart-shaped dengan varian warna hijau-kuning. Kalau digantung di atas bangku kayu, efeknya kayak canopy alami yang bikin teras terasa lebih sejuk. Nggak heran kalau banyak desainer interior sekarang merekomendasikan tanaman ini sebagai elemen utama taman vertikal rumahan.
"Sirih gading tuh kayak starter pack buat yang mau bikin teras estetik tanpa ribet. Sekali ditanam, auto rambat ke mana-mana," tulis seorang pengguna TikTok dalam unggahan yang udah ditonton ratusan ribu kali.
Pagar Kayu: Elemen Retro yang Bikin Teras Naik Kelas
Kalau sirih gading adalah bintangnya, pagar kayu adalah panggungnya. Pagar kayu horizontal atau vertikal dengan finishing natural atau walnut brown bikin teras lo berasa kayak kafe aesthetic di Bali. Pilihannya bisa dari kayu palet bekas yang di-upcycle, kayu jati, atau bahkan kisi-kisi kayu yang disusun rapi di dinding.
Plot twist-nya, pagar kayu ini nggak cuma soal estetika. Fungsinya juga buat privasi, apalagi buat lo yang rumahnya menghadap jalan atau tetangga yang hobinya kepo. Ditambah sirih gading yang merambat di sela-sela kayu, hasilnya jadi green wall hidup yang bikin udara sekitar lebih segar.
Kombinasi Bangku Kayu yang Wajib Ditiru
Biar makin mood banget buat nongkrong sore sambil ngopi, tambahkan bangku kayu panjang atau bench minimalis. Modelnya bisa simpel — palet kayu yang ditumpuk, dikasih bantal warna netral, dan voila! Teras lo langsung jadi spot healing versi budget-friendly.
Beberapa orang bahkan nambahin lampu tumblr atau string light warm white di atas bangku. Efeknya? Auto terasa kayak scene drama Korea waktu tokoh utamanya lagi curhat di teras rumah. Green flag banget buat lo yang pengen rumahnya jadi tempat pulang paling nyaman.
Red Flag yang Harus Diwaspadai
Eits, jangan gas pol dulu. Ada beberapa hal yang perlu lo perhatiin. Pertama, sirih gading itu tanaman yang beracun jika dimakan hewan peliharaan, jadi kalau lo punya kucing atau anjing, pastikan ditaruh di area yang nggak terjangkau. Kedua, pagar kayu butuh perawatan rutin — kalau nggak di-seal, bisa cepat lapuk dimakan cuaca.
Ketiga, jangan sampai terlalu banyak tanaman sampai teras jadi lembap dan jadi sarang nyamuk. Pastikan ada sirkulasi udara dan drainase yang baik. Estetika boleh, tapi kesehatan tetap nomor satu, bestie.
Budget dan Cara Mulai
Kabar baiknya, konsep ini nggak butuh modal gede. Sirih gading satu pot bisa mulai dari Rp15 ribu, pagar kayu palet bisa didapat gratis dari toko bangunan yang buang palet, dan bangku kayu bisa DIY sendiri. Total budget mungkin sekitar Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung ukuran teras.
Mulainya gampang: tentukan titik fokus, pasang pagar kayu sebagai backdrop, gantung sirih gading di beberapa titik, lalu tempatkan bangku kayu sebagai pusat aktivitas. Tambahin pot tanah liat atau keramik untuk kesan natural.
Jadi, gimana nih? Lo tim yang langsung eksekusi bikin teras estetik atau masih mikir-mikir karena takut ribet? Drop di kolom komentar dong, konsep teras favorit lo kayak gimana! Jangan lupa share ke temen lo yang lagi cari inspirasi rumah murah tapi tetap kece.
Comments (0)