warkini.
Travel

179 Siswa SD di Lombok Tumbang Akibat Keracunan MBG

Suasana panik melanda sejumlah sekolah dasar di Lombok setelah sebanyak 179 siswa SD dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan fasilitas kesehatan terdekat

179 Siswa SD di Lombok Tumbang Akibat Keracunan MBG

Suasana panik melanda sejumlah sekolah dasar di Lombok setelah sebanyak 179 siswa SD dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan fasilitas kesehatan terdekat. Para siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan massal tak lama usai menyantap paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah mereka.

Kondisi ini membuat sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat kewalahan menampung pasien anak yang terus berdatangan dalam waktu hampir bersamaan. Sebagian ruang perawatan bahkan dilaporkan penuh hingga petugas medis harus menyiapkan tempat tidur darurat di lorong puskesmas.

Kronologi Kejadian: Dari Jam Makan Siang hingga Rujukan Medis

Berdasarkan keterangan para guru dan orang tua murid, gejala keracunan mulai muncul selang beberapa jam setelah makanan dikonsumsi. Berikut rentang waktu insiden yang menimpa ratusan pelajar tersebut:

  1. Pukul 09.30 – 10.00 WITA: Paket makanan MBG didistribusikan oleh pihak penyedia jasa katering ke sekolah-sekolah sasaran dan dibagikan langsung kepada para siswa sebelum jam istirahat.
  2. Pukul 10.45 WITA: Sejumlah anak mulai mengeluhkan keluhan ringan seperti rasa mual, pusing mendadak, serta kram perut yang hebat di ruang kelas.
  3. Pukul 11.30 WITA: Gejala memburuk secara massal. Puluhan siswa mulai muntah-muntah berulang kali dan beberapa di antaranya mengalami dehidrasi ringan hingga pingsan.
  4. Pukul 12.00 WITA ke atas: Pihak sekolah bersama warga setempat mengevakuasi ratusan siswa menggunakan ambulans, kendaraan dinas, serta mobil warga menuju Puskesmas dan RSUD terdekat.

Penanganan Medis Darurat dan Kondisi Korban

Dinas Kesehatan setempat langsung menerjunkan tim medis tambahan untuk membantu menangani lonjakan pasien anak-anak ini. Fokus utama penanganan awal adalah pemberian cairan infus guna mencegah dehidrasi parah serta obat-obatan antasida dan antimuntah.

"Kami memprioritaskan stabilisasi kondisi anak-anak terlebih dahulu. Sebagian besar mengalami dehidrasi akibat muntah berulang. Seluruh tenaga medis di wilayah sekitar telah disiagakan," ujar salah seorang pejabat kesehatan setempat.

Hingga saat ini, sebagian siswa yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang ke rumah dengan pengawasan rawat jalan. Namun, puluhan anak lainnya masih harus menjalani observasi intensif di ruang rawat inap.

Kepolisian Periksa Dapur Penyedia dan Uji Sampel Makanan

Merespons kejadian luar biasa ini, aparat kepolisian bergerak cepat dengan mendatangi dan memasang garis polisi di lokasi dapur katering penyedia makanan. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa makanan, bahan baku mentah, hingga wadah kemasan yang digunakan.

Untuk mengungkap penyebab pasti keracunan, tim laboratorium bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) guna menguji sampel menu yang disajikan. Beberapa aspek yang sedang diteliti mencakup:

  • Kandungan bakteriologis seperti E. coli, Salmonella, atau Staphylococcus aureus pada menu makanan.
  • Higienitas dan standar sanitasi tempat pengolahan makanan katering.
  • Waktu jeda antara proses memasak hingga makanan disantap oleh para siswa.

Pemerintah daerah berjanji akan mengevaluasi menyeluruh rantai pasok dan mekanisme pengawasan program MBG di wilayah Lombok agar insiden serupa tidak terulang kembali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User