47 Relawan SPPG Polres Simalungun Bebas Narkoba Usai Tes Urine

SIMALUNGUN — Polres Simalungun kembali menunjukkan komitmen serius dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan internal institusi

Jul 19, 2026 - 05:13
0 0
47 Relawan SPPG Polres Simalungun Bebas Narkoba Usai Tes Urine

SIMALUNGUN — Polres Simalungun kembali menunjukkan komitmen serius dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan internal institusi. Melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes), jajaran kepolisian ini menggelar tes urine secara berkala terhadap para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Simalungun 3. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba, sebuah capaian yang menegaskan integritas para relawan dalam mendukung tugas kepolisian.

Arahan Langsung KPPG Medan

Pelaksanaan tes urine yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026) ini bukan sekadar inisiatif lokal. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala KPPG Medan Nomor B-247/06.01.01/07/2026/KPPG tertanggal 3 Juli 2026. Surat tersebut secara tegas mengimbau agar seluruh relawan SPPG di jajaran Polres Simalungun menjalani pemeriksaan urine secara rutin dan terencana.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Polri dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari segala bentuk penyalahgunaan zat terlarang. Tak hanya menyasar personel kepolisian aktif, pengawasan ketat juga diperluas kepada relawan yang sehari-hari berinteraksi dan mendukung operasional institusi.

Kronologi Pemeriksaan 47 Relawan

Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di fasilitas yang telah disiapkan Sie Dokkes Polres Simalungun di kawasan Dame Raya. Berikut kronologi lengkap kegiatan tersebut:

  1. Persiapan dan briefing awal — Tim medis Sie Dokkes yang dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes dr. Sirovenesia Banjarnahor memberikan pengarahan singkat kepada seluruh relawan mengenai prosedur dan tujuan pemeriksaan.
  2. Pendataan dan registrasi — Sebanyak 47 relawan SPPG Polres Simalungun 3 didata secara tertib. Identitas dan data diri masing-masing relawan dicocokkan dengan database yang ada.
  3. Pengambilan sampel urine — Proses pengambilan sampel dilakukan secara tertutup namun dalam pengawasan ketat personel Sie Dokkes untuk menjamin keabsahan dan menghindari potensi manipulasi.
  4. Pengujian laboratorium — Sampel urine langsung diuji menggunakan alat deteksi cepat yang mampu mengidentifikasi berbagai jenis kandungan narkotika seperti amphetamine, methamphetamine, THC, morfin, dan benzodiazepine.
  5. Pembacaan dan pencatatan hasil — Hasil pengujian dibacakan secara transparan di hadapan peserta dan dicatat dalam dokumen resmi Sie Dokkes.
  6. Pengumuman resmi — Seluruh 47 relawan dinyatakan 100 persen negatif narkoba tanpa satu pun temuan indikasi penyalahgunaan.

Tim Pemeriksa dan Pengawas

Pemeriksaan urine kali ini melibatkan sejumlah personel kunci Polres Simalungun. Dipimpin oleh Kasi Dokkes Polres Simalungun dr. Sirovenesia Banjarnahor, tim juga diperkuat kehadiran Kasiwas Polres Simalungun AKP Sotarduga Panjaitan, S.H. sebagai pengawas internal. Turut mendampingi Banum Siwas Nurhidayah Guci dan Aiptu Rina Dani Aditya bersama segenap personel Sie Dokkes lainnya. Keterlibatan lintas fungsi ini menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara serius dan penuh integritas, dengan pengawasan berlapis dari unsur pengawas internal kepolisian.

Makna Strategis Hasil Negatif

Hasil negatif yang diraih 47 relawan SPPG ini bukan sekadar angka statistik. Di tengah gencarnya upaya pemberantasan narkoba di Indonesia, pencapaian ini menjadi indikator positif efektivitas program pengawasan internal Polri. Relawan SPPG sendiri memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran tugas kepolisian, khususnya dalam aspek pemenuhan gizi personel. Dengan terjaminnya status bebas narkoba para relawan, kepercayaan publik terhadap institusi Polri—khususnya Polres Simalungun—semakin menguat.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan preventif dan deteksi dini mampu menciptakan benteng pertahanan yang kokoh terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika. Bukan menunggu adanya laporan atau indikasi pelanggaran, melainkan secara proaktif memeriksa seluruh elemen yang terlibat dalam ekosistem kepolisian.

"Pemeriksaan urine berkala ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Simalungun dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, bersih, dan bebas narkoba. Kami akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara rutin," ujar dr. Sirovenesia Banjarnahor dalam keterangannya usai pemeriksaan.

Rencananya, Sie Dokkes Polres Simalungun akan menjadwalkan kembali pemeriksaan serupa dalam periode tertentu sebagai bagian dari sistem pengawasan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan rekor bersih yang telah diraih sekaligus menjadi contoh bagi satuan lain di jajaran Polda Sumatera Utara.

Dengan hasil sempurna ini, Polres Simalungun membuktikan bahwa sinergi antara unsur kepolisian, tenaga medis, dan para relawan mampu menciptakan ekosistem kerja yang sehat, profesional, dan berintegritas tinggi—jauh dari bayang-bayang narkotika.

[SOCIAL_TWEET]: 47 Relawan SPPG Polres Simalungun 3 jalani tes urine berkala. Hasilnya? SEMUA NEGATIF narkoba! Polres Simalungun kembali buktikan komitmen nyata bersihkan lingkungan dari narkotika. #BersihNarkoba #PolresSimalungun #SPPG [SOCIAL_TG]: ✅ 47 Relawan SPPG Polres Simalungun 3 telah menjalani tes urine berkala pada Jumat (17/7/2026). Hasilnya: Seluruh peserta NEGATIF narkoba! 👏 Komitmen bersih narkoba di lingkungan Polri terus diperkuat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User