Airlangga Targetkan Perjanjian Dagang RI-Uni Eropa Rampung Oktober 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan perjanjian dagang komprehensif Indonesia–Uni Eropa, yang dikenal sebagai Indonesia–E

Airlangga Targetkan Perjanjian Dagang RI-Uni Eropa Rampung Oktober 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan perjanjian dagang komprehensif Indonesia–Uni Eropa, yang dikenal sebagai Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), dapat dirampungkan pada Oktober 2026. Target tersebut disampaikan di sela-sela pertemuan bilateral dengan pejabat Jerman, sekaligus menegaskan komitmen Jakarta untuk mempercepat proses ratifikasi yang telah berjalan hampir satu dekade.

IEU-CEPA adalah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif yang dirundingkan sejak 2016 dan mencakup perdagangan barang, jasa, investasi, hingga kerja sama pembangunan berkelanjutan. Percepatan ratifikasi dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan fasilitas perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa, sekaligus mempertahankan daya saing ekspor nasional di pasar yang menjadi salah satu tujuan utama produk dalam negeri.

Perundingan Panjang dan Momentum Percepatan

Perjalanan perundingan IEU-CEPA dikenal berliku. Sejak diluncurkan hampir satu dekade lalu, prosesnya sempat terhenti dan kembali dihidupkan seiring dinamika politik dan ekonomi kedua kawasan. Perbedaan pandangan soal hambatan tarif dan nontarif, regulasi lingkungan, serta isu keberlanjutan menjadi titik-titik yang paling sulit disepakati. Namun, kedua pihak kini menilai momentum penyelesaian semakin terbuka di tengah membaiknya hubungan diplomatik bilateral.

"Kami berharap percepatan ratifikasi IEU-CEPA dapat menjaga kesinambungan fasilitas perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa. Target penyelesaian Oktober 2026 adalah komitmen bersama yang harus kita jaga," ujar Airlangga dalam keterangan resminya.

Pertemuan bilateral dengan Jerman menjadi salah satu saluran penting untuk menggalang dukungan politik di tingkat Uni Eropa. Sebagai negara dengan pengaruh ekonomi terbesar di blok tersebut, dukungan Berlin dinilai mampu melancarkan proses teknis dan politik di Brussels, termasuk penyelesaian isu-isu tersisa dalam perundingan.

Manfaat bagi Ekspor dan Investasi

Penyelesaian IEU-CEPA membawa dampak besar bagi perekonomian nasional. Dengan perjanjian ini, produk Indonesia akan menikmati penurunan tarif dan kemudahan akses pasar di 27 negara anggota Uni Eropa. Sektor-sektor yang diproyeksikan paling diuntungkan antara lain:

  • Produk pertanian dan perkebunan, termasuk sawit dan turunannya;
  • Tekstil dan produk tekstil (TPT);
  • Produk perikanan dan kelautan;
  • Furnitur, alas kaki, serta produk industri kreatif.

Selain akses pasar, perjanjian ini juga diharapkan menarik arus investasi asing, khususnya di sektor hilirisasi industri dan energi hijau. Uni Eropa merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia, dan kepastian hukum dari kesepakatan dagang akan mendorong korporasi Eropa memperluas ekspansinya. Percepatan IEU-CEPA juga dinilai strategis di tengah ketatnya persaingan memperebutkan pasar Eropa dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Pengamat perdagangan internasional menilai target Oktober 2026 cukup ambisius tetapi realistis, mengingat sebagian besar substansi teknis telah disepakati. "Kuncinya ada pada kemauan politik untuk menutup isu-isu tersisa, terutama regulasi lingkungan dan akses pasar," katanya.

Tantangan yang Masih Mengadang

Kendati target sudah jelas, sejumlah pekerjaan rumah masih terbentang. Regulasi anti-deforestasi Uni Eropa menjadi perhatian utama eksportir sawit Indonesia, sementara sengketa dagang nikel yang pernah dibawa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menjadi pengingat bahwa hubungan dagang kedua pihak tidak selalu mulus. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus berdialog secara konstruktif demi menyelesaikan seluruh isu tersisa.

Jika target Oktober 2026 tercapai, Indonesia akan menjadi salah satu negara Asia Tenggara dengan perjanjian dagang komprehensif bersama blok ekonomi terbesar dunia. Bagi pelaku usaha, kepastian itu berarti akses pasar yang lebih luas, biaya ekspor yang lebih efisien, dan optimisme baru di tengah perlambatan ekonomi global.

[SOCIAL_TWEET]: Airlangga targetkan perjanjian dagang RI-Uni Eropa rampung Oktober 2026. Akses pasar 27 negara menanti! 🇮🇩🤝🇪🇺 #IEUCEPA #Perdagangan #Ekspor[SOCIAL_TG]: 📈 Percepatan IEU-CEPA: target rampung Oktober 2026. Manfaat besar bagi ekspor sawit, tekstil, dan investasi Eropa di Indonesia. Baca selengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User