Di tengah hiruk-pikuk kehidupan malam kawasan Kuta, Badung, kecintaan terhadap seni tradisi Bali tak pernah padam dari jiwa Pasek, atau yang akrab disapa Mang Pasek. Pria kreatif asal Karangasem ini membuktikan bahwa kesibukan dunia kerja modern sama sekali tidak mengikis dorongan untuk melestarikan budaya lokal. Di sela-sela rutinitas hariannya yang padat, Mang Pasek secara konsisten mendedikasikan waktu luang untuk merancang serta membuat tapel (topeng Bali) dan Ogoh-Ogoh mini berestetika tinggi.
Perjalanan seninya mulai aktif merambah ranah kompetisi sejak tahun 2025. Kendati kini telah membina rumah tangga dan berkarier di dunia pariwisata, dorongan untuk terus melahirkan karya visual justru kian membara. Kesuksesan ini tentu tak lepas dari peran sang istri yang senantiasa melempar apresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap hobi seninya tersebut.
Menyeimbangkan Karier Malam, Usaha Sampingan, dan Seni Topeng
Rekam jejak pekerjaan Mang Pasek terbilang cukup berwarna. Sebelum pandemi COVID-19 melanda, ia sempat meniti karier sebagai chef di salah satu hotel berbintang. Pascapandemi, dinamika hidup membawanya bekerja di sebuah klub malam di kawasan Kuta. Tak berhenti di situ, pria yang juga menggemari dunia musik ini menjalankan usaha sampingan di bidang jasa pengecatan sepeda. Meski memiliki ritme kerja yang ketat dan kerap berurusan dengan jam operasional malam, ia selalu pandai mencuri waktu untuk menyalurkan bakat seninya.
"Walaupun sudah berkeluarga, hobi tetap didukung istri. Tidak mengganggu pekerjaan karena saya mengerjakannya di waktu luang," ungkap Mang Pasek saat ditemui di sela-sela ajang Ganesha Pemecutan di UC Silver, Batubulan, Gianyar.
Bagi Mang Pasek, meracik detail tapel dan memoles figur Ogoh-Ogoh mini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan menjadi ruang kontemplasi dan penyeimbang jiwa di tengah kepenatan dunia kerja. Lewat sentuhan jemarinya, berbagai karakter mitologis Bali mampu diwujudkan ke dalam skala mikro yang menakjubkan.
Kisah Ratu Tataka: Mahakarya Ramayana dalam Ukuran Mini
Menghadapi musim kompetisi 2026, Mang Pasek telah menyiapkan konsep matang dengan mengangkat tema mitologis yang sarat makna spiritual. Ia memilih lakon Ratu Tataka, sebuah kisah ikonis dari wiracarita Ramayana. Cerita ini menuturkan Sosok Tataka—bidadari bermuka cantik yang terkena kutukan seorang maharsi hingga berubah wujud menjadi raksasa menyeramkan pemangsa manusia, sebelum akhirnya disucikan kembali oleh Sri Rama.
Pesan moral mengenai penyucian (*ruwat*) dan transformasi sifat buruk manusia tersebut ia terjemahkan secara visual ke dalam dua wujud karya: tapel dan Ogoh-Ogoh mini. Pengerjaan karya seni ini memerlukan tingkat ketelitian ekstra. Proses pembuatan tapel memakan waktu sekitar 1 bulan sebelum perlombaan, sementara detail instalasi Ogoh-Ogoh mini dikerjakan secara bertahap dengan memadukan beragam material pendukung.
| Elemen Karya | Rincian & Informasi Utama |
|---|---|
| Kategori Seni | Tapel Tradisional & Ogoh-Ogoh Miniatur |
| Tema Narasi | Ratu Tataka (Kisah Ramayana) |
| Waktu Pembuatan Tapel | Sekitar 1 Bulan |
| Latar Belakang Seniman | Pekerja Klub Malam Kuta, Eks Chef, Jasa Cat Sepeda |
Kehadiran Mang Pasek dalam berbagai pameran seni, seperti di ajang UC Silver Batubulan, memperlihatkan betapa generasi muda Bali terus berinovasi tanpa kehilangan pemaknaan sejarah. Seniman seperti dirinya membuktikan bahwa ekspresi kebudayaan tidak selalu harus tampil dalam ukuran raksasa untuk memikat mata penonton. Dalam dimensi yang lebih ringkas, kedalaman cerita dan ketelitian ketrampilan mampu memancarkan daya pikat yang tak kalah memesona.
Ke depan, Mang Pasek berharap konsistensinya berkarya dapat menginspirasi anak muda Bali lainnya untuk terus mencintai seni daerah. "Kuncinya ada pada niat dan manajemen waktu," menjadi pegangan seniman Karangasem ini dalam menyelaraskan antara tanggung jawab ekonomi, keluarga, dan panggilan jiwa seni.
Pria asal Karangasem ini membuktikan kesibukan kerja di industri pariwisata bukan penghalang untuk melestarikan kebudayaan Bali. Baca artikel selengkapnya hanya di Warkini.com!
Comments (0)