BRUSSELS — Tim nasional Prancis kembali mencuri perhatian publik sepak bola Eropa. Setelah meraih kemenangan penting di Turki, Les Bleus harus menghadapi tantangan berat melawan Belgia pada laga kedua Liga Nations di Stadion King Baudouin, Brussels. Namun, sorotan utama bukan hanya soal persaingan dua kekuatan sepak bola Eropa, melainkan absennya penyerang bintang Kylian Mbappé yang masih dibekap cedera. Tanpa Mbappé, lini serang Prancis tampak kehilangan ketajaman, dan pertandingan berjalan penuh ketegangan sejak menit awal.
Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Zinedine Zidane, yang kini menangani Les Bleus. Meski skuad Prancis tetap dihuni pemain-pemain kelas dunia, ketergantungan pada Mbappé terasa begitu besar. Belgia, yang bermain di hadapan pendukung sendiri, tampil agresif dan berani menekan sejak peluit kick-off dibunyikan. Di sisi lain, Prancis berusaha menguasai bola dan membangun serangan dari lini tengah, tetapi sering kali terhenti di sepertiga akhir lapangan.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama: Belgia Lebih Agresif
Sejak awal laga, Belgia menunjukkan intensitas tinggi. Para pemain seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku terus mengancam pertahanan Prancis. Tuan rumah menciptakan beberapa peluang emas, salah satunya melalui sundulan Lukaku yang masih bisa diamankan kiper Prancis. Sementara itu, Prancis lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat, namun tanpa Mbappé, kecepatan dan ketajaman di lini depan berkurang signifikan.
"Kami tahu absennya Kylian adalah kerugian besar, tapi tim ini punya kualitas untuk mengatasinya. Kami harus lebih sabar dan disiplin," ujar Zidane dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan.
Memasuki pertengahan babak pertama, Belgia nyaris membuka keunggulan melalui tendangan jarak jauh De Bruyne yang masih membentur mistar gawang. Prancis berusaha merespons melalui Antoine Griezmann dan Ousmane Dembélé, namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama. Skor kacamata bertahan hingga turun minum, meski Belgia tampil lebih dominan dalam hal penguasaan bola dan jumlah tembakan.
Masuknya Dembélé, Prancis Mulai Bangkit
Pada babak kedua, Zidane melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Ousmane Dembélé sejak awal babak. Kehadiran Dembélé memberikan dimensi baru dalam serangan Prancis. Kecepatan dan dribelnya di sisi sayap mulai merepotkan pertahanan Belgia. Beberapa kali Dembélé menciptakan peluang, meski belum berbuah gol. Prancis perlahan keluar dari tekanan dan mulai mengimbangi permainan tuan rumah.
- Menit 52: Dembélé melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, bola masih menyamping tipis di sisi gawang Belgia.
- Menit 67: Belgia kembali mengancam melalui serangan balik cepat, namun penyelesaian akhir Lukaku masih belum tepat sasaran.
- Menit 78: Prancis mendapatkan peluang terbaik melalui Griezmann, tetapi kiper Belgia tampil gemilang dengan penyelamatan krusial.
- Menit 88: Dembélé nyaris menjadi pahlawan, namun tendangannya masih membentur tiang gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tercipta. Pertandingan berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Hasil ini membuat persaingan di grup semakin ketat, dan Prancis harus segera menemukan solusi tanpa Mbappé. Sementara Belgia merasa puas dengan satu poin, meski mereka memiliki peluang lebih banyak untuk menang.
Analisis: Ketergantungan pada Mbappé Jadi Sorotan
Pertandingan ini membuka mata banyak pihak bahwa Prancis masih terlalu bergantung pada Mbappé. Tanpa penyerang Real Madrid itu, lini depan Les Bleus kehilangan sosok yang mampu menciptakan gol dari situasi sulit. Zidane dituntut untuk segera menemukan formula baru, terutama menjelang laga-laga penting berikutnya. Di sisi lain, Belgia menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola Eropa.
Dengan hasil ini, Prancis berada di posisi yang belum sepenuhnya aman di klasemen Liga Nations. Mereka harus memenangkan pertandingan berikutnya untuk menjaga peluang melaju ke babak final. Sementara Belgia akan berusaha memanfaatkan momentum ini untuk meraih kemenangan di laga selanjutnya.
Comments (0)