LOMBOK — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) kembali mempererat sinergi bersama awak media melalui agenda bertajuk Capacity Building Wartawan. Mengusung tema besar mengenai peluang dan tantangan jurnalisme di era digital, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi kompetensi jurnalistik, melainkan juga sarana melihat langsung denyut perekonomian serta pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah BI DIY memboyong jurnalis ke Pulau Seribu Masjid ini bertujuan memperkaya wawasan reporter daerah. Lewat perbandingan langsung antara ekosistem pariwisata DIY dan NTB, para jurnalis diharapkan mampu menghasilkan ulasan ekonomi yang semakin tajam, akurat, dan edukatif bagi publik.
Kronologi Pelaksanaan Agenda Capacity Building
Rangkaian program pelatihan dan studi lapangan ini dirancang secara terstruktur untuk memberikan pengalaman komprehensif bagi peserta:
- Sesi Pembukaan dan Diskusi Media: Pelatihan dibuka dengan seminar interaktif yang menyoroti pergeseran lanskap media massa, kecerdasan buatan (AI), serta pentingnya akurasi data dalam pemberitaan isu-isu moneter.
- Kunjungan Lapangan Potensi Daerah: Peserta diajak meninjau langsung geliat destinasi pariwisata unggulan dan sentra ekonomi kreatif lokal yang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi NTB.
- Diskusi Komparasi Ekonomi Antardaerah: Wartawan bersama tim BI mendiskusikan peluang adopsi strategi pengembangan UMKM dan ekosistem pembayaran digital antara DIY dan NTB.
"Peran media sangat krusial dalam menjembatani kebijakan bank sentral kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kapasitas rekan-rekan jurnalis agar mampu mengupas dinamika ekonomi secara lebih luas, termasuk melihat praktik baik di daerah lain seperti NTB," ungkap perwakilan Bank Indonesia DIY di sela kegiatan.
Sinergi Penguatan Narasi Ekonomi dan Pariwisata
Nusa Tenggara Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kesamaan fundamental dalam menopang pertumbuhan ekonomi, yaitu bertumpu pada sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM. Melalui peninjauan langsung, wartawan melihat bagaimana NTB memanfaatkan ajang internasional dan pesona alam untuk mengerek pendapatan daerah.
Di sisi lain, BI DIY memaparkan bahwa komunikasi kebijakan bank sentral—mulai dari pengendalian inflasi pangan, digitalisasi transaksi nontunai via QRIS, hingga pemberdayaan produk lokal—memerlukan gaya penulisan yang lugas dan mudah dicerna masyarakat luas. Media diharapkan tidak sekadar merilis angka statistik, melainkan menceritakan dampak nyata kebijakan tersebut terhadap kesejahteraan warga.
Mendorong Digitalisasi dan Kemandirian UMKM
Selama studi lapangan, para jurnalis juga mengamati implementasi transaksi digital di sentra kerajinan dan kuliner khas Lombok. Pemanfaatan teknologi finansial terbukti mampu memperluas pangsa pasar pelaku usaha kecil ke tingkat nasional maupun global.
Melalui agenda ini, Bank Indonesia DIY menegaskan komitmennya untuk terus mendukung jurnalisme yang berkualitas. Kemitraan strategis ini diharapkan melahirkan karya jurnalistik yang mampu memantik optimisme pemulihan ekonomi, baik di Yogyakarta maupun secara nasional.
Comments (0)