warkini.
Viral

BROMO — Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Bromo Lewat Darat

Asap tebal masih membumbung tinggi di atas hamparan savana indah Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di tengah situasi darurat ini, perjua

BROMO — Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Bromo Lewat Darat

Asap tebal masih membumbung tinggi di atas hamparan savana indah Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di tengah situasi darurat ini, perjuangan memadamkan si jago merah harus menemui jalan yang kian terjal. Operasi pemadaman udara menggunakan teknik water bombing yang menjadi andalan utama terpaksa dilumpuhkan total akibat cuaca buruk yang mengepung kawasan pegunungan tersebut.

Jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal serta hembusan angin kencang yang tak menentu membuat helikopter pengebom air tidak memungkinkan untuk lepas landas maupun melakukan manuver penyiraman secara aman. Akibatnya, beban berat kini sepenuhnya berada di pundak ratusan personel tim gabungan yang terdiri dari TNBTS, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga para relawan masyarakat setempat.

Cuaca Ekstrem Hambat Operasi Pemadaman Udara

Keputusan untuk menghentikan sementara pemadaman via udara diambil demi keselamatan kru helikopter. Kondisi atmosfer di sekitar Gunung Bromo dilaporkan sangat tidak stabil dalam beberapa hari terakhir. Angin kencang kerap memicu turbulensi parah, sementara kabut pegunungan turun secara mendadak dan memangkas jarak pandang hingga di bawah batas aman penerbangan.

"Kami tidak bisa memaksakan helikopter water bombing terbang saat jarak pandang hanya beberapa meter dan angin bertiup sangat kencang. Keselamatan personel adalah prioritas utama, sehingga fokus penuh dialihkan ke jalur darat," ujar salah satu koordinator lapangan tim gabungan.

Tanpa dukungan armada udara, penyebaran titik api menjadi jauh lebih sulit dikendalikan. Apalagi vegetasi di kawasan Bromo dominan berupa rumput savana kering dan semak belukar yang sangat mudah terbakar ketika disapu angin kencang. Keadaan ini menuntut tim darat bekerja ekstra keras meski dengan keterbatasan alat dan medan yang sangat ekstrem.

Berjihad di Medan Terjal: Strategi Pemadaman Darat

Tanpa dukungan helikopter, para petugas harus merayap naik menembus lereng-lereng curam dan tebing terjal untuk mencapai titik api utama. Berbekal peralatan manual seperti gepyok (pemukul api dari bambu atau karet), jet shooter (pompa punggung), serta penyemprotan selang bertekanan tinggi, mereka berjibaku menahan gempuran api agar tidak merambat semakin luas.

Berikut adalah perbandingan dinamika serta tantangan antara metode pemadaman jalur darat dan udara di kawasan TNBTS:

Metode Pemadaman Keunggulan Utama Tantangan & Kendala Utama
Water Bombing (Udara) Mampu menjangkau tebing curam & memadamkan area luas dalam waktu cepat Sangat bergantung pada cuaca, angin kencang, dan kejelasan jarak pandang
Tim Gabungan (Darat) Pembersihan sekat bakar lebih presisi & memastikan titik api benar-benar padam Keterbatasan fisik personel, medan terjal yang berbahaya, serta pasokan air terbatas

Ratusan petugas di lapangan membagi diri menjadi beberapa regu penyisir. Mereka bergotong royong memotong jalur vegetasi kering untuk membuat sekat bakar buatan demi menghentikan laju kobaran api. Rasa lelah dan ancaman gangguan pernapasan akibat hirupan asap pekat terpaksa diabaikan demi menyelamatkan ekosistem dan ikon pariwisata Jawa Timur tersebut.

Dampak Lingkungan dan Penutupan Akses Wisata

Kebakaran yang terus meluas ini telah menghanguskan puluhan hektar lahan savana yang menjadi habitat asli flora dan fauna endemik Bromo. Guna mempermudah mobilisasi kendaraan pemadam serta menjamin keselamatan publik, pihak pengelola TNBTS resmi menutup total seluruh akses pintu masuk wisata Bromo hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Masyarakat dan calon wisatawan diimbau untuk mematuhi arahan petugas serta tidak nekat menerobos jalur-jalur tikus menuju kawasan terdampak. Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar bencana karhutla ini segera teratasi dan kawasan Bromo bisa kembali pulih seperti sediakala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User