warkini.
Viral

Desa Terluar Cilacap Mandiri Energi Berkat Program Pertamina

Bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan penerangan kini tinggal cerita bagi warga Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Desa Terluar Cilacap Mandiri Energi Berkat Program Pertamina

Bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan penerangan kini tinggal cerita bagi warga Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kawasan pesisir terluar yang sempat akrab dengan gelap gulita saat malam tiba tersebut kini berhasil bangkit dan bertransformasi menjadi kawasan mandiri energi berkat inisiatif program Desa Energi Berdikari (DEB) yang digagas oleh PT Pertamina (Persero).

Kondisi geografis Kampung Laut yang dikelilingi perairan laguna Segara Anakan sebelumnya menjadi tantangan tersendiri bagi jaringan transmisi listrik konvensional. Namun, pemanfaatan potensi energi baru terbarukan (EBT) kini sukses menerangi pemukiman dan memutar roda ekonomi warga setempat secara berkelanjutan.

Fase Gelap Gulita: Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Sebelum adanya sentuhan teknologi energi bersih, aktivitas warga Dusun Terluar Desa Ujungalang sangat terbatas ketika matahari terbenam. Untuk menyalakan lampu beberapa jam saja di malam hari, masyarakat harus bergantung pada genset berbahan bakar minyak dengan biaya operasional yang sangat mahal.

"Dulu anak-anak kesulitan belajar di malam hari karena penerangan minim. Biaya beli solar untuk genset juga sangat membebani nelayan. Sekarang berkat energi mandiri, malam hari terasa jauh lebih hidup dan produktif," tutur salah seorang tokoh masyarakat Ujungalang.

Kronologi Transformasi Kemandirian Energi di Dusun Terluar

Proses transisi energi di wilayah pesisir Cilacap ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui serangkaian tahapan pemberdayaan terstruktur:

  1. Pemetaan Potensi Wilayah: Tim pemberdayaan melakukan riset mendalam terkait potensi paparan sinar matahari dan kondisi angin di pesisir Segara Anakan guna merancang sistem pembangkit yang sesuai.
  2. Instalasi Panel Surya Terpadu: Pemasangan unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas optimal lengkap dengan sistem penyimpanan baterai untuk menjamin ketersediaan daya 24 jam nonstop.
  3. Pelatihan Kelompok Pengelola Lokal: Pertamina memberikan edukasi teknis serta pelatihan perawatan perangkat EBT kepada pemuda dan kader desa agar mampu menangani operasional secara mandiri.
  4. Integrasi Ekonomi Masyarakat: Pasokan daya listrik bersih dialirkan tidak hanya ke rumah tangga, tetapi juga ke fasilitas umum, sentra pengolahan hasil laut, serta sarana pendidikan.

Dampak Nyata bagi Pendidikan dan Perekonomian Pesisir

Kehadiran listrik berbasis energi hijau ini memberikan efek berantai yang sangat signifikan bagi kesejahteraan warga Kampung Laut. Beberapa perubahan mendasar yang kini dirasakan meliputi:

  • Optimalisasi Hasil Tangkapan: Nelayan kini dapat mengoperasikan mesin pendingin (cold storage) dan freezer untuk menjaga kesegaran ikan sebelum dijual ke pasar kota.
  • Peningkatan Kualitas Belajar: Anak-anak sekolah di pelosok pesisir dapat belajar dan mengakses perangkat digital pada malam hari tanpa kendala penerangan.
  • Efisiensi Pengeluaran Rumah Tangga: Warga berhasil memangkas biaya pembelian bahan bakar genset hingga 60-70 persen per bulan.
  • Dukungan Pelestarian Mangrove: Program ini berjalan beriringan dengan konservasi hutan mangrove untuk menahan laju abrasi di perairan Segara Anakan.

Langkah nyata di Desa Ujungalang membuktikan bahwa transisi energi berkeadilan bukan sekadar wacana perkotaan, melainkan solusi nyata yang mampu menghidupkan harapan di sudut-sudut terluar Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User