Dua Hoaks Baru Incar Kementerian Keuangan dan Ketenagakerjaan

Gelombang informasi palsu kembali menggemparkan jagat maya. Dalam kurun waktu yang berdekatan, dua buah klaim menyesatkan menyasar institusi pemerintah yai

Dua Hoaks Baru Incar Kementerian Keuangan dan Ketenagakerjaan

Gelombang informasi palsu kembali menggemparkan jagat maya. Dalam kurun waktu yang berdekatan, dua buah klaim menyesatkan menyasar institusi pemerintah yaitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Hoaks pertama berupa video yang mencatut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan sebuah kuis, sementara hoaks kedua mengatasnamakan Kemnaker dengan link pendaftaran magang palsu. Fenomena ini menunjukkan bahwa serangan digital terhadap kredibilitas lembaga negara masih terus berlangsung dengan modus yang semakin beragam.

Liputan6.com, melalui unit Cek Fakta mereka, berhasil mengidentifikasi kedua klaim tersebut. Hasil investigasi menunjukkan bahwa kedua informasi tersebut sepenuhnya palsu dan tidak memiliki dasar resmi dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan informasi.

Video Palsu Menkeu Purbaya: Kuis Tebak Nama Kota yang Tak Pernah Ada

Klaim pertama berasal dari unggahan di platform Facebook. Dalam video tersebut, tampak visual Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang seolah-olah mengumumkan adanya kuis tebak nama kota dengan hadiah yang menggiurkan. Video itu dengan cepat viral dan dibagikan ribuan kali. Padahal, tidak ada satupun siaran pers, konferensi pers, atau unggahan resmi dari Kemenkeu yang menyebutkan program kuis semacam itu.

"Video tersebut adalah hasil manipulasi digital. Wajah dan suara Menteri Keuangan diedit menggunakan teknologi deepfake atau rekayasa suara," jelas tim Cek Fakta Liputan6.com dalam laporannya. "Kami menemukan kejanggalan pada gerakan bibir yang tidak sinkron dengan narasi, serta kualitas audio yang tidak natural."

Modus seperti ini bukanlah barang baru. Sebelumnya, tokoh publik seperti Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir juga pernah menjadi korban hoaks serupa. Biasanya, pelaku menyisipkan tautan phishing atau nomor telepon tertentu yang mengarah pada penipuan berkedok hadiah. Masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan apa pun yang menyertai video tersebut.

Link Pendaftaran Magang Kemnaker 2025: Jebakan Data Pribadi

Bersamaan dengan hoaks video Menkeu, beredar pula unggahan di Facebook yang menawarkan link pendaftaran program magang Kemnaker tahun 2025. Postingan itu menjanjikan kesempatan magang di perusahaan-perusahaan ternama dengan gaji tinggi. Calon korban diminta mengisi data diri lengkap termasuk nomor KTP, alamat, dan nomor rekening.

Kementerian Ketenagakerjaan dengan tegas membantah informasi tersebut. "Kemnaker tidak pernah membuka pendaftaran magang melalui media sosial di luar kanal resmi," demikian pernyataan resmi yang dikutip dalam rilis Kemnaker. Pendaftaran magang yang sah hanya dapat diakses melalui portal resmi Kemnaker atau platform bursa kerja yang telah terverifikasi.

Hoaks ini sangat berbahaya karena menyasar kelompok pencari kerja yang rentan. Jika data pribadi seperti nomor KTP dan nomor rekening jatuh ke tangan penipu, bisa disalahgunakan untuk pembobolan akun perbankan atau pinjaman online ilegal.

Dampak dan Langkah Antisipasi

Menyebarnya hoaks semacam ini bukan hanya merugikan individu, tetapi juga mendelegitimasi institusi negara. Kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah bisa tergerus jika masyarakat terus-menerus dihadapkan pada informasi palsu yang mengatasnamakan pemerintah. Oleh karena itu, literasi digital menjadi benteng pertahanan utama.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari hoaks serupa:

  • Selalu periksa domain dan tautan: situs resmi pemerintah selalu menggunakan domain go.id (misal kemenkeu.go.id, kemnaker.go.id).
  • Verifikasi langsung ke akun media sosial resmi atau call center instansi terkait.
  • Jangan langsung membagikan informasi yang belum pasti kebenarannya. Gunakan platform cek fakta seperti Liputan6.com, Mafindo, atau TurnBackHoax.
  • Laporkan akun atau unggahan yang menyebarkan hoaks ke pihak berwenang melalui patroli siber Polri atau Kominfo.

Dalam era digital yang serba cepat, detik pertama setelah menerima informasi adalah momen paling krusial. Semakin cepat kita berhenti dan berpikir kritis, semakin kecil kemungkinan kita menjadi korban misinformasi.

[SOCIAL_TWEET]: Hati-hati! Dua hoaks baru mengatasnamakan Menkeu & Kemnaker viral di medsos. Jangan klik tautan mencurigakan! #CekFakta #LiterasiDigital[SOCIAL_TG]: 🚨 HOAKS BARU! 🚨 Video Menkeu Purbaya 'kuis tebak kota' palsu. Link 'magang Kemnaker 2025' juga penipuan. Jaga data pribadi! #CekFakta #StopHoaks

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User