warkini.
Viral

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Semburan Abu Capai 1.000 Meter

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung te

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali, Semburan Abu Capai 1.000 Meter

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami tiga kali erupsi beruntun pada Sabtu pagi, 14 September, dengan letusan terbesar melontarkan kolom abu vulkanik hingga setinggi 1.000 meter di atas puncak kawah.

Rangkaian letusan ini terekam jelas oleh seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru. Kolom abu tebal teramati membubung tinggi ke angkasa dengan intensitas sedang hingga tebal, mengarah ke sisi barat daya dan barat mengikuti hembusan angin setempat.

Kronologi Tiga Letusan Beruntun Semeru Pagi Ini

Berdasarkan laporan resmi tim pengamat vulkanologi, rangkaian erupsi terjadi dalam rentang waktu yang relatif berdekatan sejak fajar menyingsing. Berikut adalah urutan kejadian erupsi yang berhasil dicatat petugas:

  1. Erupsi Pertama (Dini Hari): Letusan pembuka terjadi pada dini hari dengan amplitudo getaran yang terekam seismograf, menghasilkan kolom asap putih kelabu tipis mengarah ke barat.
  2. Erupsi Kedua (Pukul 06.00 WIB): Aktivitas vulkanik meningkat saat letusan kedua meluncurkan kolom abu tebal berintensitas sedang setinggi sekitar 500 hingga 700 meter di atas kawah Jonggring Saloko.
  3. Erupsi Ketiga (Letusan Terbesar): Letusan utama terjadi beberapa saat kemudian dengan lontaran kolom abu kelabu pekat mencapai 1.000 meter dari bibir kawah atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Karakteristik Abu dan Potensi Bahaya Sekitar Kawah

Kolom abu vulkanik yang membubung berwarna putih hingga kelabu tebal membawa material abu halus yang berpotensi menyebabkan hujan abu di wilayah lereng gunung. Petugas pos pemantau terus memonitor fluktuasi kegempaan tremor dan letusan susulan yang sewaktu-waktu masih bisa terjadi.

"Masyarakat maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak pusat erupsi. Kami terus memantau suplai magma dan potensi bahaya awan panas guguran," tulis laporan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Rekomendasi Keselamatan bagi Warga dan Wisatawan

Menyikapi peningkatan aktivitas vulkanik ini, pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi batas zona aman yang telah ditetapkan:

  • Hindari Zona Bahaya 13 Km: Mengosongkan area sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat kawah.
  • Jauhi Sempadan Sungai 500 Meter: Tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena rawan terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
  • Waspada Radius 5 Km: Dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
  • Antisipasi Lahar Hujan: Warga yang bermukim di dekat daerah aliran sungai (DAS) diimbau mewaspadai potensi banjir lahar dingin, terutama saat kawasan puncak diguyur hujan deras.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan mengenakan masker dan pelindung mata guna menghindari gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik yang terbawa embusan angin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User