warkini.
Viral

JAKARTA — IHSG Anjlok 1 Persen Tertekan Sentimen Ganda Siang Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak tergelincir ke zona merah pada perdagangan sesi pertama. Indeks saham kebanggaan tanah air ini mengalami t

JAKARTA — IHSG Anjlok 1 Persen Tertekan Sentimen Ganda Siang Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak tergelincir ke zona merah pada perdagangan sesi pertama. Indeks saham kebanggaan tanah air ini mengalami tekanan jual masif hingga terperosok lebih dari 1 persen dan menyentuh level terendah hariannya di 6.590,79. Pelemahan mendadak ini mengejutkan banyak pelaku pasar ritel setelah bursa sempat dibuka relatif tenang di awal perdagangan.

Aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing terpantau meningkat pesat menjelang penutupan sesi siang. Volatilitas pasar kali ini tidak lepas dari kombinasi ketidakpastian kondisi makroekonomi global serta dinamika nilai tukar rupiah yang kian tertekan di pasar spot.

Kronologi Tekanan Pasar Sepanjang Sesi I

Tekanan jual yang melanda lantai bursa terjadi secara bertahap namun konsisten sepanjang sesi pagi hingga jeda siang. Berikut urutan pergerakan indeks:

  1. Pukul 09.00 WIB: IHSG dibuka mendatar dengan kecenderungan melemah tipis, bergerak di rentang 6.640–6.655 di tengah kehati-hatian investor menanti rilis data ekonomi regional.
  2. Pukul 10.30 WIB: Gelombang aksi jual mulai menghantam saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan dan teknologi, mendorong indeks menembus level psikologis 6.600.
  3. Pukul 11.30–12.00 WIB: Tekanan mencapai puncaknya menjelang penutupan sesi pertama, di mana IHSG tergelincir bebas hingga menyentuh titik nadir di 6.590,79 sebelum akhirnya parkir di jeda siang.

Dua Sentimen Utama yang Menghantui Indeks

Berdasarkan pantauan analis pasar modal, ada dua faktor utama yang menjadi pemicu kepanikan pelaku pasar hari ini:

  • Ketidakpastian Suku Bunga dan Inflasi Global: Adanya kekhawatiran bahwa bank sentral global masih akan mempertahankan sikap moneter ketat lebih lama memicu arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang kembali ke aset berbasis dolar AS.
  • Tekanan Nilai Tukar dan Perlambatan Komoditas: Pelemahan mata uang rupiah yang dibarengi penurunan harga sejumlah komoditas andalan ekspor membebani ekspektasi kinerja emiten sektor energi dan pertambangan di kuartal berjalan.
"Koreksi mendadak ini merupakan respons spontan pasar terhadap kekhawatiran likuiditas global dan pelemahan nilai tukar. Tekanan paling berat dirasakan pada saham-saham perbankan lapis satu yang biasanya menjadi penopang utama IHSG," ujar analis pasar modal senior di Jakarta.

Sektor yang Menyeret Pelemahan Indeks

Pelemahan IHSG kali ini dipimpin oleh penurunan tajam pada sektor keuangan dan sektor teknologi. Saham-saham perbankan raksasa kompak terkoreksi di atas 1,2 hingga 2 persen, sementara indeks sektor teknologi merosot lebih dari 2,3 persen dalam setengah hari perdagangan.

Meski IHSG sempat terjerembap ke level 6.590,79, analis menyarankan investor untuk tetap tenang dan memanfaatkan momentum penurunan ini secara selektif. Pelaku pasar disarankan mencermati saham-saham defensif berkinerja fundamental solid sambil menunggu konfirmasi pembalikan arah teknikal pada sesi kedua.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan lebih dari 1% akibat kombinasi aksi jual asing dan kekhawatiran moneter global. Saham big caps perbankan dan teknologi jadi sektor paling tertekan. Baca selengkapnya di artikel terbaru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User