warkini.
Viral

JAKARTA — IHSG Turun ke 6.668 akibat Aksi Jual Asing Meluas

Layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diwarnai warna merah marathon pada perdagangan Kamis (10/9) siang. Indeks Harga Saham Ga

JAKARTA — IHSG Turun ke 6.668 akibat Aksi Jual Asing Meluas

Layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diwarnai warna merah marathon pada perdagangan Kamis (10/9) siang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau dan terkoreksi tipis 0,14% atau berkurang 9,68 poin hingga terlempar ke level 6.668 pada penutupan sesi pertama.

Kelesuan bursa domestik kali ini dipicu oleh derasnya arus modal keluar (capital outflow). Para pemodal internasional terlihat mengambil langkah mundur dan memilih merealisasikan keuntungan mereka. Berdasarkan data perdagangan hingga tengah hari, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai yang fantastis, mencapai Rp 1,31 triliun di seluruh pasar.

Langkah Obral Saham Big Cap oleh Investor Asing

Tekanan jual paling masif melanda jajaran saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan indeks. Tiga emiten unggulan yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada sesi pertama adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT).

Saham sektor perbankan raksasa seperti BBCA dan BBRI menjadi sasaran utama karena likuiditasnya yang sangat tinggi, memudahkan investor asing untuk melakukan realisasi dana segar dalam jumlah besar secara cepat.

Indikator Pasar Catatan Perdagangan Sesi I
Posisi Terakhir IHSG 6.668,00
Perubahan Pergerakan -0,14% (-9,68 Poin)
Penjualan Bersih Asing (Net Sell) Rp 1,31 Triliun
Saham Paling Banyak Dilepas BBCA, BBRI, ISAT

Faktor Pemicu dan Sentimen Makroekonomi

Maraknya tekanan jual ini tidak datang tanpa alasan. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai menjadi pemicu utama investor global memilih untuk de-risking atau mengurangi porsi portofolio mereka di pasar berkembang (emerging markets).

Analis pasar modal melihat koreksi ini sebagai hal yang wajar dalam siklus konsolidasi bursa, meskipun tekanannya cukup menguji ketahanan para pelaku pasar lokal.

"Aksi melepas saham oleh investor asing di pertengahan pekan ini lebih didominasi oleh faktor penyesuaian portofolio global. Emiten seperti BBCA dan BBRI secara fundamental sangat solid, namun karena porsi kepemilikan asing di sana besar, dampaknya langsung terasa pada IHSG," ujar seorang analis senior pasar saham Jakarta.

Ia menambahkan bahwa pergerakan ini menciptakan dinamika tersendiri di pasar modal domestik, di mana investor harus ekstra cermat memilah emiten yang memiliki daya tahan fundamental kuat.

Strategi Menyikapi Koreksi Bagi Investor Ritel

Bagi para investor ritel, kondisi IHSG yang parkir di level 6.668 ini bisa disikapi dengan dua sudut pandang. Di satu sisi, penurunan harga saham berfundamental bagus seperti BBCA dan BBRI memberikan peluang akumulasi bertahap dengan harga yang lebih terjangkau (buy on weakness).

Namun di sisi lain, pelaku pasar disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan eksekusi beli dalam skala besar sebelum ada sinyal pembalikan arah (reversal) yang jelas dari pergerakan arus kas asing.

Memasuki perdagangan sesi kedua, perhatian pasar akan tertuju pada level pendukung (support level) terdekat IHSG di kisaran 6.650. Jika tekanan jual dari investor asing terus meluas hingga penutupan sore nanti, bukan tidak mungkin indeks akan menguji area konsolidasi yang lebih rendah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User