warkini.
Viral

JAKARTA — Prabowo Dorong Alih Teknologi Lewat Diaspora dan Bahasa Asing

Bayangkan sebuah negara yang bercita-cita tinggi menjadi pemain utama dalam industri global, namun kerap kali terganjal oleh lambatnya proses penguasaan te

JAKARTA — Prabowo Dorong Alih Teknologi Lewat Diaspora dan Bahasa Asing

Bayangkan sebuah negara yang bercita-cita tinggi menjadi pemain utama dalam industri global, namun kerap kali terganjal oleh lambatnya proses penguasaan teknologi mutakhir. Realita inilah yang mewarnai perjalanan panjang Indonesia dalam upaya alih teknologi. Selama ini, pendekatan yang digunakan cenderung kaku dan mengandalkan aturan pemaksaan. Namun, angin segar mulai berembus setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan visi baru yang lebih progresif: menggeser fokus alih teknologi melalui pendidikan bahasa asing dan pemanfaatan potensi diaspora.

Mengubah Cara Pandang Alih Teknologi

Dalam berbagai kesempatan pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya keterbukaan mental dan penguasaan ilmu pengetahuan global. Selama bertahun-tahun, Indonesia mengandalkan skema penyerapan teknologi yang koersif, seperti kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ketat pada investor asing. Meski berniat baik, pendekatan ini sering kali hanya berhenti pada formalitas dokumen tanpa benar-benar mentransfer pengetahuan mendalam kepada tenaga kerja lokal.

Visi baru yang diusung pemerintah justru menyasar akar masalah utama, yakni **kapabilitas sumber daya manusia (SDM)**. Dengan mendorong generasi muda menguasai bahasa asing secara fasih dan merangkul para ilmuwan serta profesional diaspora yang tersebar di seluruh dunia, Indonesia berpotensi memotong kompas dalam menyerap teknologi canggih dari negara-negara maju.

"Alih teknologi sejati tidak bisa dipaksakan hanya melalui pasal-pasal regulasi yang koersif. Kuncinya ada pada kesiapan SDM kita untuk menyerap, mengadaptasi, dan meracik ulang teknologi tersebut demi kepentingan nasional," ungkap pengamat kebijakan publik.

Komparasi Pendekatan Alih Teknologi

Untuk memahami perbedaan mendasar antara skema pemaksaan lama dan visi baru yang lebih berbasis pada modal manusia, mari kita cermati tabel perbandingan berikut:

Parameter Pendekatan Lama (Koersif) Visi Baru (Progresif)
Fokus Utama Regulasi ketat dan kewajiban sertifikasi fisik Pengembangan SDM, bahasa, dan jejaring diaspora
Mekanisme Pemaksaan kuota manufaktur dan komponen lokal Kolaborasi riset, pertukaran ahli, dan insentif inovasi
Dampak Panjang Ketergantungan perakitan tanpa transfer pengetahuan Kemandirian teknologi dan inovasi secara mandiri

Menembus Tembok Regulasi Koersif

Kendati visi ini terdengar sangat menjanjikan, jalan menuju eksekusi di lapangan tidaklah mulus. Tantangan terbesar saat ini adalah keberadaan **regulasi koersif** yang masih mengikat berbagai sektor industri. Kebijakan investasi yang terlalu birokratis kerap membuat investor luar negeri enggan membagikan kekayaan intelektual mereka secara sukarela.

Berikut adalah beberapa poin krusial yang harus segera dirombak agar visi alih teknologi ini dapat berjalan optimal:

  • Reformasi Regulasi Investasi: Mengubah regulasi yang sifatnya mengancam menjadi insentif yang menarik bagi kemitraan teknologi jangka panjang.
  • Pemberdayaan Potensi Diaspora: Membuka ruang karir, kepastian hukum, dan insentif riset yang kompetitif agar para ahli Indonesia di luar negeri mau berkontribusi secara nyata.
  • Peningkatan Kualitas Pendidikan: Mengintegrasikan kurikulum berbasis bahasa asing dan sains teknologi sejak dini untuk mencetak talenta berstandar internasional.

Jika pemerintah mampu menyelaraskan regulasi nasional dengan paradigma baru ini, Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar penikmat teknologi atau lokasi perakitan murah. Negeri ini akan bertransformasi menjadi pusat inovasi yang mampu menciptakan teknologi sendiri demi kemajuan ekonomi masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User