Viral

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya, Pengendara Nyalakan Lampu Siang Hari

Bayangin lo lagi riding santai di jam 10 pagi, tapi langit di depan mata udah kayak settingan film dystopian Netflix — kelabu, pekat, dan bikin mata perih. Itu yang literally dirasain warga Palangka...

Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya, Pengendara Nyalakan Lampu Siang Hari

Bayangin lo lagi riding santai di jam 10 pagi, tapi langit di depan mata udah kayak settingan film dystopian Netflix — kelabu, pekat, dan bikin mata perih. Itu yang literally dirasain warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belakangan ini. Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan alias karhutla kembali jadi momok tahunan yang bikin kota berjuluk Cantik ini jadi kelam. Parah sih, siang bolong jadi kayak tengah malam.

Lampu Kendaraan Jadi "Sunlight" Darurat

Pemandangan yang paling ngena: para pengendara motor dan mobil terpaksa nyalain lampu depan di siang hari. Bukan buat gaya-gayaan ala konten TikTok "aesthetic glow", tapi buat keselamatan jiwa. Jarak pandang bener-bener drop, beberapa ruas jalan cuma kelihatan belasan meter ke depan. Kalau nggak nyalain lampu, siap-siap aja disapa bumper mobil di depan. Ngeri nggak tuh?

Fenomena ini udah kayak plot twist yang dateng tiap tahun tapi tetap aja bikin kita geleng-geleng kepala. Kabut asap ini bukan cuma soal visual yang bikin foto sunset jadi kuning kecoklatan buat feed Insta — ini krisis kesehatan publik. ISPA, iritasi mata, sesak napas, semua ngintai. Anak-anak dan lansia jadi kelompok paling rentan. Masker medis yang dulu jadi merchandise pandemi sekarang wajib standby lagi di dashboard motor.

Karhutla, Siklus Tahunan yang Nggak Kelar

Kalau lo mikir ini kejadian dadakan, salah besar. Karhutla di Kalimantan dan Sumatra udah jadi langganan musim kemarau. Penyebabnya? Kombinasi maut antara cuaca ekstrem dan ulah manusia. Pembukaan lahan pakai metode bakar, ditambah lahan gambut yang sekali nyala susah banget dipademin. Red flag banget buat tata kelola lingkungan kita.

Yang bikin salfok: setiap tahun janji penanggulangan datang, tapi kabut asap juga datang on time. Ada loop yang nggak putus antara pembakaran lahan, cuaca kering, dan angin yang nyebarin asap ke pemukiman. Masyarakat kecil yang kena getahnya, sementara akar masalahnya nggak pernah tuntas dibongkar.

Kualitas udara di Palangka Raya sendiri sering masuk kategori nggak sehat bahkan berbahaya saat puncak musim asap. Sekolah mulai diliburkan, aktivitas luar ruang dibatasi, dan bandara kerap kena delay karena jarak pandang pilot nggak aman. Bayangin, hidup di kota sendiri tapi kayak lagi ada di episode The Last of Us tanpa zombie.

Yang Bisa Lo Lakuin (Karena Ngeluh Doang Nggak Ngubah Apa-apa)

Oke, gue nggak mau cuma bikin lo panik. Ada beberapa hal praktis yang bisa lo lakuin selama kabut asap ngepung kota:

Pertama, pakai masker N95 atau minimal masker medis kalau harus keluar rumah. Masker kain biasa? Sorry bestie, nggak cukup nahan partikel halus asap.

Kedua, tutup jendela dan pakai air purifier kalau punya. Kalau nggak ada, basahin kain atau handuk dan tempel di celah ventilasi biar debu asap nggak masuk bebas.

Ketiga, kurangi aktivitas di luar ruangan. Olahraga pagi di taman saat kabut asap tebal? Big no. Itu sama aja lo ngelatih paru-paru buat nampung racun.

Keempat, pantau indeks kualitas udara lewat aplikasi atau situs resmi. Jangan cuma andelin feeling "kayaknya udah aman deh" — data nggak bohong, feeling bisa keliru.

Dan yang paling penting, ini bukan cuma PR pemerintah. Kita juga bisa mulai dari lingkup kecil: nggak bakar sampah sembarangan, nggak buka lahan pakai api, dan aktif lapor kalau lihat titik api.

Balik ke Kita

Kabut asap Palangka Raya ini reminder keras kalau krisis iklim dan lingkungan itu bukan wacana jauh di berita internasional. Dia ada di depan mata kita, literally ngehalangin jarak pandang di jalan raya. Selama musim kemarau masih jadi alasan buat pembakaran lahan, dan selama penegakan hukum masih setengah hati, siklus ini bakal terus muter kayak playlist shuffle yang nggak bisa di-skip.

Jadi gimana nih menurut lo? Udah pernah ngerasain ngegas motor sambil nyalain lampu di siang bolong gara-gara asap? Atau punya ide solusi yang lebih konkret dari sekadar caption story? Drop di kolom komentar, gas pol diskusinya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User