warkini.
Travel

Kanselir Jerman Sebut Era Persahabatan Tanpa Syarat dengan AS Berakhir

Hubungan diplomatik antara Berlin dan Washington tampaknya sedang berada di titik nadir. Kanselir Jerman Friedrich Merz secara terbuka menyatakan bahwa era

Kanselir Jerman Sebut Era Persahabatan Tanpa Syarat dengan AS Berakhir

Hubungan diplomatik antara Berlin dan Washington tampaknya sedang berada di titik nadir. Kanselir Jerman Friedrich Merz secara terbuka menyatakan bahwa era persahabatan transatlantik "tanpa syarat" dengan Amerika Serikat telah resmi berakhir. Pernyataan tegas ini disampaikan Merz di tengah meningkatnya tensi geopolitik serta perbedaan pandangan yang tajam dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Merz, yang sebelumnya dikenal luas sebagai salah satu politisi Jerman paling pro-Amerika, menuding manuver politik Washington menjadi pemicu utama renggangnya kemitraan strategis kedua negara. Pernyataan tersebut dilontarkan di hadapan para anggota partainya, Uni Demokratik Kristen (CDU), dalam sebuah acara kampanye di Berlin menjelang pemilihan parlemen regional.

"Era persahabatan transatlantik tanpa syarat kemungkinan besar telah berakhir untuk masa mendatang. Kita melihat adanya perubahan sikap politik di seberang Atlantik, serta pergeseran cara pandang terhadap aliansi transatlantik yang mungkin sebelumnya tidak pernah kita bayangkan," tegas Friedrich Merz.

Kronologi Meningkatnya Ketegangan Berlin-Washington

Ketegangan antara Merz dan Trump sejatinya bukan hal baru. Dinamika perselisihan keduanya telah bergulir dalam beberapa bulan terakhir melalui rangkaian gesekan terbuka:

  1. April 2026 – Kritik Strategi Timur Tengah: Merz melontarkan kritik pedas terhadap pendekatan militer AS, menilai Washington tidak memiliki strategi koheren dalam konflik Timur Tengah dan dipermalukan oleh Iran. Trump membalas dengan meminta Merz fokus mengurus dan "memperbaiki negaranya yang rusak".
  2. Mei 2026 – Penilaian Ulang Terhadap Status AS: Merz, yang berlatar belakang profesional di raksasa finansial BlackRock, menyatakan bahwa dirinya tidak lagi memandang Amerika Serikat sebagai "land of opportunity" atau tanah penuh peluang seperti masa lalu.
  3. September 2026 – Deklarasi Berakhirnya Aliansi Tanpa Syarat: Dalam pidato terbarunya di Berlin, Merz mengonfirmasi adanya jarak strategis permanen dalam hubungan bilateral antara Jerman dan Amerika Serikat.

Tuntutan Kemandirian Strategis bagi Uni Eropa

Pergeseran retorika dari seorang Kanselir Jerman menandai perubahan paradigma besar di Eropa. Selama beberapa dekade pasca-Perang Dunia II, Jerman dan sebagian besar negara Eropa Barat sangat bergantung pada payung keamanan serta kepemimpinan ekonomi Amerika Serikat. Namun, kebijakan proteksionis dan pendekatan transaksional dari Washington memaksa para pemimpin Eropa mengambil sikap lebih mandiri.

Para pengamat menilai sikap tegas Merz merupakan sinyal kuat bagi Uni Eropa untuk segera memperkuat otonomi strategis, baik dari segi pertahanan maupun ketahanan rantai pasok ekonomi. Beberapa poin krusial yang kini menjadi fokus Berlin meliputi:

  • Diversifikasi Mitra Dagang: Mengurangi ketergantungan sepihak pada pasar dan kebijakan fiskal Amerika Serikat.
  • Peningkatan Anggaran Pertahanan Bersama: Mempercepat modernisasi militer blok Eropa tanpa harus selalu bersandar pada NATO di bawah komando AS.
  • Diplomasi Multipolar: Membuka ruang kemitraan yang lebih berimbang dengan berbagai kekuatan global lainnya.

Langkah Merz ini mencerminkan realitas baru di panggung diplomasi internasional: aliansi lama tidak lagi dijamin keabadiannya, dan kepentingan nasional kini menjadi kompas utama bagi hubungan luar negeri Jerman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User