warkini.
Viral

Kebakaran Landa Tanjung Puting, Kemenhut Pastikan Orangutan Masih Aman

Kabar memprihatinkan datang dari salah satu benteng konservasi satwa liar Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerjang kawasan konservasi Tama

Kebakaran Landa Tanjung Puting, Kemenhut Pastikan Orangutan Masih Aman

Kabar memprihatinkan datang dari salah satu benteng konservasi satwa liar Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerjang kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang terletak di Kalimantan Tengah. Berdasarkan informasi terkini, kobaran api telah melahap sekitar 3.000 hektare kawasan bernilai ekologis tinggi tersebut.

Kendati area yang terdampak cukup luas, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bergerak cepat memastikan kondisi satwa endemik yang menghuni kawasan tersebut, khususnya primata ikonik orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus).

Kronologi dan Penanganan di Lokasi Kebakaran

Upaya pemadaman dan pencegahan terus berjalan secara intensif untuk menahan perluasan karhutla. Berikut adalah rangkaian penanganan di lapangan:

  1. Deteksi Awal Titik Api: Titik panas (hotspot) terdeteksi di area batas luar dan vegetasi gambut kawasan konservasi, yang kemudian merambat cepat akibat angin kencang dan kondisi semak belukar yang kering.
  2. Pengerahan Tim Gabungan Manggala Agni: Petugas Balai TNTP bersama brigade pengendalian kebakaran hutan Manggala Agni, aparat TNI/Polri, serta relawan masyarakat peduli api diterjunkan langsung ke titik-titik krusial.
  3. Penyekatan Jalur Api dan Water Bombing: Regu penanggulangan membuat sekat bakar buatan untuk memutus penjalaran api di lapisan tanah gambut dan mengerahkan armada pemadaman darat maupun udara.
  4. Penyisiran Satwa Liar: Tim patroli perlindungan keanekaragaman hayati dikerahkan menyisir kantong-kantong habitat guna memastikan satwa tidak terjebak dalam kepungan asap dan api.

Kemenhut: Habitat Inti dan Satwa Masih Terpantau Aman

Kementerian Kehutanan memberikan konfirmasi resmi mengenai dampak karhutla terhadap populasi orangutan di kawasan konservasi dunia tersebut. Otoritas kehutanan menyatakan bahwa pusat rehabilitasi serta kantong habitat utama masih berada dalam zona aman dari amukan api.

"Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting masih terpantau aman," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi.

Ristianto menambahkan bahwa tim gabungan terus memprioritaskan pemadaman di area yang mendekati koridor jelajah satwa liar. Pemantauan berkala menggunakan patroli darat dan udara dilakukan untuk mengantisipasi potensi perpindahan titik api yang dapat mengancam stasiun riset serta fasilitas rehabilitasi orangutan.

Tantangan Karakteristik Lahan Gambut

Karakteristik ekosistem gambut di Tanjung Puting menjadi tantangan terbesar bagi para petugas di garis depan pemadaman. Beberapa kendala utama di antaranya:

  • Api Bawah Permukaan: Bara api sering kali menyusup di bawah lapisan gambut kering hingga kedalaman lebih dari satu meter, sehingga api tampak padam di permukaan namun tetap aktif di bawah tanah.
  • Keterbatasan Akses dan Sumber Air: Titik api yang berada jauh di pedalaman hutan menyulitkan masuknya kendaraan operasional pemadam, ditambah surutnya debit air sungai akibat musim kemarau.
  • Kondisi Cuaca Kering: Suhu udara yang tinggi disertai hembusan angin kencang berisiko memicu loncatan bara api ke area baru dalam hitungan menit.

Kementerian Kehutanan bersama pengelola Balai Taman Nasional Tanjung Puting kini terus memperketat pengawasan terpadu, menambah pasokan pompa air jinjing, serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar kebakaran segera tertangani tuntas dan kelestarian habitat orangutan tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User