warkini.
Travel

Kementan Siapkan Asuransi Pertanian Lindungi 100 Ribu Hektare Sawah

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengantisipasi risiko kerugian petani akibat anomali cuaca dan ancaman iklim ekstrem. Melalui program Asura

Kementan Siapkan Asuransi Pertanian Lindungi 100 Ribu Hektare Sawah

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengantisipasi risiko kerugian petani akibat anomali cuaca dan ancaman iklim ekstrem. Melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), pemerintah memastikan lahan sawah seluas 100.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia mendapatkan perlindungan finansial apabila terjadi bencana gagal panen.

Langkah strategis ini menjadi bantalan ekonomi krusial agar para petani tetap memiliki modal kerja dan kepastian berusaha tani, meski dihadapkan pada ancaman kekeringan berkepanjangan maupun serangan hama penyakit.

Mitigasi Dampak Iklim dan Ketahanan Pangan Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi fenomena iklim seperti El Nino harus dijalankan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Selain menyiapkan asuransi, Kementan juga menggenjot optimalisasi tata kelola air dan akselerasi pompanisasi di daerah-daerah sentra produksi.

"El Nino itu diperkirakan sampai enam bulan, insya Allah sektor pangan tetap aman," ungkap Mentan Amran.

Pemerintah menempatkan perlindungan lahan produksi sebagai prioritas utama demi menjaga stabilitas pasokan beras nasional. Kementan memadukan intervensi fisik di lapangan dengan instrumen perlindungan finansial bagi para petani penggarap.

Perlindungan Finansial Lengkap dari Banjir hingga Hama

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, menjelaskan bahwa mitigasi risiko di sektor pertanian tidak bisa hanya bertumpu pada pembangunan sarana pengairan. Skema jaring pengaman finansial mutlak diperlukan ketika kondisi alam berada di luar kendali teknis petani.

"Tahun ini Kementan mengalokasikan perlindungan AUTP untuk 100 ribu hektare lahan pertanian di seluruh Indonesia," ujar Andi Nur Alam Syah.

Ia memaparkan cakupan risiko yang dijamin dalam program AUTP, antara lain:

  • Kekeringan ekstrem: Kekurangan pasokan air akibat musim kemarau panjang atau anomali El Nino.
  • Banjir luapan: Genangan air berlebih yang merusak pertanaman padi pada musim penghujan.
  • Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT): Kerusakan parah akibat serangan wereng batang cokelat, tikus, penggerek batang, serta penyakit blas.

Skema Subsidi Premi dan Tahapan Pelaksanaan AUTP

Agar tidak memberatkan beban operasional petani, pemerintah memberikan subsidi premi yang sangat besar. Total premi AUTP ditetapkan sebesar Rp180.000 per hektare per musim tanam, di mana pemerintah menanggung subsidi sebesar 80 persen (Rp144.000 per hektare). Dengan demikian, petani hanya perlu membayar premi swadaya sebesar Rp36.000 per hektare untuk setiap musim tanam.

Berikut alur dan tahapan pelaksanaan program perlindungan AUTP bagi kelompok tani:

  1. Pendaftaran Kelompok Tani: Petani mendaftarkan lahan sawahnya melalui kelompok tani (Poktan) yang didampingi oleh penyuluh pertanian lapangan setempat.
  2. Verifikasi dan Pembayaran Premi: Petani membayar premi swadaya senilai Rp36.000 per hektare setelah data lahan diverifikasi oleh dinas pertanian dan pihak asuransi pelaksana.
  3. Masa Perlindungan Pertanaman: Polis asuransi aktif melindungi tanaman padi mulai dari masa tanam hingga menjelang masa panen tiba.
  4. Klaim Ganti Rugi: Apabila terjadi kerusakan tanaman dengan intensitas kerusakan mencapai ambang batas yang ditentukan, tim penilai akan memverifikasi kerusakan untuk pencairan klaim ganti rugi sebagai modal tanam ulang.

Dengan adanya kolaborasi antara infrastruktur pompanisasi dan perlindungan asuransi, Kementan optimistis sektor pertanian nasional tetap tangguh dan mampu menjaga target produksi beras di tengah berbagai dinamika cuaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User