warkini.
Viral

Korlantas Polri Luncurkan Program Polantas KARIB Edukasi Pelajar SMP

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperluas jangkauan pembinaan kesadaran berkendara sejak dini. Langkah konkret ini diwujudkan melalui peluncuran

Korlantas Polri Luncurkan Program Polantas KARIB Edukasi Pelajar SMP

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperluas jangkauan pembinaan kesadaran berkendara sejak dini. Langkah konkret ini diwujudkan melalui peluncuran program edukasi bertajuk Polantas KARIB Goes To School yang menyasar langsung para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di berbagai wilayah Indonesia.

Inisiatif ini dipimpin langsung oleh jajaran Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri demi menekan angka fatalitas kecelakaan jalan raya yang kerap melibatkan anak di bawah umur dan usia remaja produktif.

Membangun Karakter Tertib Melalui Pendekatan Humanis

Program Polantas KARIB hadir membawa pendekatan yang segar dan ramah anak. Melalui akronim Komunikatif, Adaptif, Responsif, Inspiratif, dan Bersahabat (KARIB), para personel kepolisian berinteraksi secara santai dengan para siswa tanpa menciptakan jarak atau kesan kaku.

"Edukasi sejak bangku sekolah merupakan investasi jangka panjang keselamatan bangsa. Kami ingin menanamkan disiplin berlalu lintas bukan karena takut pada petugas, melainkan karena kesadaran menjaga nyawa diri sendiri dan orang lain," tegas Brigjen Pol Made Agus Prasatya, Dirgakkum Korlantas Polri.

Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam bahwa pelajar tingkat SMP secara hukum belum memiliki hak mengemudikan kendaraan bermotor karena belum memenuhi syarat usia kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kronologi dan Alur Kegiatan Polantas KARIB

Pelaksanaan program di lingkungan sekolah dirancang interaktif lewat rangkaian tahapan edukatif berikut:

  1. Sesi Literasi Rambu dan Etika Jalan: Petugas membuka kegiatan dengan pemaparan visual mengenai fungsi rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, serta pentingnya etika menyeberang di zebra cross.
  2. Simulasi dan Peragaan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI): Para siswa diajarkan cara memilih dan mengancingkan helm dengan benar hingga bunyi 'klik', baik saat dibonceng motor maupun bersepeda.
  3. Diskusi Interaktif dan Kuis Keselamatan: Sesi tanya jawab berhadiah perlengkapan sekolah guna menguji pemahaman siswa terkait bahaya penggunaan ponsel saat berkendara dan risiko penggunaan sepeda listrik di jalan raya protokol.
  4. Deklarasi Pelajar Pelopor Keselamatan: Penutupan acara ditandai dengan ikrar bersama seluruh civitas akademika sekolah untuk menjadi agen pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga.

Tantangan Mobilitas dan Urgensi Keselamatan Remaja

Tingginya fenomena pelajar yang membawa sepeda motor ke sekolah menjadi keprihatinan tersendiri. Berdasarkan evaluasi Korlantas, kurangnya kematangan emosional serta minimnya keterampilan berkendara pada usia dini menjadi faktor pemicu tingginya angka kecelakaan.

Untuk itu, Korlantas Polri menekankan sejumlah poin penting kepada pihak sekolah dan orang tua:

  • Pengawasan Orang Tua: Melarang keras anak di bawah usia 17 tahun mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah.
  • Optimalisasi Transportasi Aman: Mendorong pemanfaatan angkutan umum atau antar-jemput keluarga yang lebih terjamin keamanannya.
  • Kepatuhan Jalur Sepeda Listrik: Mengingatkan batasan penggunaan sepeda listrik yang hanya diperbolehkan di kawasan pemukiman atau lajur khusus, bukan di jalan raya padat kendaraan.

Melalui agenda berkelanjutan Polantas KARIB Goes To School, Korlantas Polri berharap kesadaran tertib berlalu lintas mengakar kuat, mewujudkan generasi muda yang beradab dan berkeselamatan di jalan raya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User