warkini.
Travel

New York Gunakan Genealogi Genetik Identifikasi Sisa Korban Tragedi 9/11

Lebih dari dua dekade setelah runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC), secercah harapan baru kembali menyala bagi keluarga korban tragedi 11 Septe

New York Gunakan Genealogi Genetik Identifikasi Sisa Korban Tragedi 9/11

Lebih dari dua dekade setelah runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC), secercah harapan baru kembali menyala bagi keluarga korban tragedi 11 September 2001. Laboratorium forensik di New York City kini resmi mengadopsi teknologi genetic genealogy (genealogi genetik) mutakhir demi mengidentifikasi ribuan sisa jenazah korban yang hingga kini belum terungkap identitasnya.

Langkah terobosan ini menjadi babak baru dalam investigasi forensik terpanjang dan paling rumit dalam sejarah Amerika Serikat. Dari total 2.753 korban tewas di Ground Zero Manhattan, tercatat sekitar 40 persen di antaranya belum berhasil diidentifikasi secara DNA, termasuk 10 dari 24 korban asal Kanada.

Kronologi Panjang Upaya Identifikasi Forensik Ground Zero

Proses identifikasi para korban WTC menghadapi rintangan luar biasa karena panas ekstrem, puing-puing berat, dan paparan kimia yang merusak material genetik. Berikut linimasa perkembangan teknologi pencarian identitas korban:

  1. 11 September 2001: Tragedi penyerangan menara kembar memicu operasi pencarian korban terbesar dalam sejarah modern. Puluhan ribu fragmen tulang dan jaringan biologis dikumpulkan dari area reruntuhan.
  2. 2002–2010: Tim forensik menggunakan metode DNA konvensional Short Tandem Repeat (STR). Ribuan fragmen berhasil dicocokkan dengan sampel referensi langsung dari keluarga inti, namun banyak sampel DNA yang terlalu rusak untuk dibaca.
  3. 2015–2022: Penggunaan teknologi pemotongan ultrasonik dan ekstraksi DNA lanjutan diperkenalkan untuk mengekstrak materi genetik dari sampel tulang yang hangus terbakar.
  4. 2023–Sekarang: Laboratorium mulai menerapkan Next-Generation Sequencing (NGS) serta genealogi genetik, yang sukses mencatatkan identifikasi jenazah baru yang sebelumnya mustahil dikenali.
"Kami tidak pernah melupakan janji kepada para keluarga korban. Selama teknologi terus berkembang, kami akan terus menguji kembali setiap fragmen tulang yang ada di laboratorium ini," ungkap Mark Desire, Asisten Direktur Biologi Forensik di New York City Office of the Chief Medical Examiner (OCME).

Bagaimana Genealogi Genetik Bekerja Memecahkan Kebuntuan?

Teknologi genealogi genetik menggabungkan analisis DNA tingkat lanjut dengan penelitian silsilah pohon keluarga. Berbeda dengan pengujian DNA tradisional yang membutuhkan kecocokan langsung dengan keluarga dekat (seperti orang tua atau anak), metode baru ini memiliki sejumlah keunggulan kunci:

  • Menganalisis Ratusan Ribu Penanda Genetik: Metode ini membaca variasi Single Nucleotide Polymorphism (SNP) yang mampu mendeteksi hubungan kekerabatan hingga tingkat sepupu jauh.
  • Mengatasi DNA Terdegradasi: Mampu merekonstruksi profil genetik meskipun sampel tulang telah terpapar panas ribuan derajat dan kelembapan ekstrem selama bertahun-tahun.
  • Menelusuri Garis Keturunan: Membantu tim genealogis membangun silsilah keluarga secara terbalik untuk menemukan kecocokan identitas korban.

Bagi keluarga korban yang telah menanti kepastian selama puluhan tahun, setiap nama baru yang teridentifikasi bukan sekadar data statistik forensik. Keberhasilan ini menghadirkan penuntasan duka cita (closure) yang sangat berharga dan menjadi bukti nyata bahwa sains tidak pernah menyerah demi kemanusiaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User