warkini.
Viral

Pakar Ungkap 5 Kebiasaan Harian yang Bikin Warna Rambut Cepat Pudar

Mendapatkan warna rambut impian di salon sering kali memerlukan waktu berjam-jam dan biaya yang tidak sedikit. Namun, rasa puas tersebut kerap berubah menj

Pakar Ungkap 5 Kebiasaan Harian yang Bikin Warna Rambut Cepat Pudar

Mendapatkan warna rambut impian di salon sering kali memerlukan waktu berjam-jam dan biaya yang tidak sedikit. Namun, rasa puas tersebut kerap berubah menjadi kekecewaan ketika warna rambut mulai luntur dan tampak kusam hanya dalam hitungan pekan. Sebagian besar orang cenderung langsung menyalahkan kualitas cat rambut atau teknik penata rambut langganan mereka.

Faktanya, pudarnya pigmen warna rambut lebih sering dipicu oleh rutinitas perawatan sehari-hari yang keliru di rumah. Para ahli dermatologi dan penata rambut profesional menegaskan bahwa struktur rambut yang telah melalui proses kimiawi memerlukan perhatian khusus agar lapisan kutikula tetap terkunci rapat.

Fase Pencucian: Kesalahan Fatal Penggunaan Air Panas dan Sampo Keras

Aktivitas mandi harian sering kali menjadi pemicu utama lunturnya warna rambut tanpa disadari. Setidaknya ada dua kebiasaan saat keramas yang mempercepat degradasi warna:

  1. Mencuci Rambut dengan Air Panas: Air bersuhu tinggi dapat membuka lapisan kutikula rambut secara paksa, sehingga molekul pewarna yang terperangkap di batang rambut mudah terlepas dan hanyut bersama air bilasan.
  2. Terlalu Sering Keramas: Mencuci rambut setiap hari akan mengikis minyak alami sekaligus melunturkan zat pewarna lebih cepat. Idealnya, rambut diwarnai cukup dicuci 2 hingga 3 kali seminggu.
  3. Memakai Sampo Mengandung Sulfat: Sulfat merupakan surfaktan keras yang dapat mengangkat pigmen warna buatan dari korteks rambut.
"Banyak klien mengeluh warnanya pudar dalam dua minggu, padahal mereka keramas setiap hari menggunakan air hangat dan sampo biasa. Rambut yang diwarnai membutuhkan formula bebas sulfat agar pigmen tetap terkunci di dalam batang rambut," jelas Rian Pratama, Senior Colorist di Jakarta.

Fase Penataan: Suhu Ekstrem Tanpa Perlindungan Termal

Setelah proses keramas, kesalahan berlanjut pada tahap pengeringan dan penataan rambut. Penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi secara langsung dapat merusak struktur protein rambut yang telah diwarnai.

  • Melewatkan Heat Protectant: Menggunakan hair dryer, catokan, atau pengeriting rambut tanpa pelindung termal membuat lapisan luar rambut terbakar dan memudarkan kilau warna seketika.
  • Suhu Alat Terlalu Panas: Menyetel suhu catokan di atas 180 derajat Celsius dapat mengoksidasi warna rambut secara instan, mengubah warna pirang atau abu-abu menjadi kekuningan (brassy).

Fase Lingkungan: Paparan Sinar UV dan Klorin Kolam Renang

Faktor eksternal dari lingkungan luar ruangan turut memegang peranan besar terhadap ketahanan pigmen rambut. Sinar ultraviolet (UV) dari matahari bertindak layaknya pemutih alami yang memecah ikatan kimia pada pewarna rambut.

Selain itu, kebiasaan berenang di kolam berkaporit tanpa membilas rambut terlebih dahulu dapat menyebabkan reaksi kimia yang mengubah warna rambut, khususnya warna terang, menjadi kehijauan dan sangat kering.

Untuk menjaga keawetan warna, pemilik rambut diwarnai disarankan selalu menggunakan kondisioner khusus, masker rambut berpigmen, serta memakai topi pelindung saat beraktivitas di bawah terik matahari langsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User