Palestina — Irgun, Kelompok Bersenjata Yahudi yang Pernah Bikin Inggris Kewalahan

Warkini.com — Di tengah sejarah konflik berkepanjangan di Timur Tengah, ada satu babak yang sering luput dari perhatian dunia: kisah tentang Irgun Zvai Leu

Palestina — Irgun, Kelompok Bersenjata Yahudi yang Pernah Bikin Inggris Kewalahan

Warkini.com — Di tengah sejarah konflik berkepanjangan di Timur Tengah, ada satu babak yang sering luput dari perhatian dunia: kisah tentang Irgun Zvai Leumi, organisasi paramiliter Yahudi garis keras yang pernah membuat Inggris—salah satu imperium terkuat saat itu—benar-benar kewalahan di tanah Palestina. Kelompok yang dicap sebagai teroris oleh pemerintah Inggris ini meninggalkan jejak berdarah yang mengubah peta politik kawasan tersebut secara drastis.

Irgun, yang dalam bahasa Ibrani berarti "Organisasi Militer Nasional", lahir pada tahun 1931 sebagai pecahan dari Haganah, organisasi pertahanan utama komunitas Yahudi di Palestina. Namun berbeda dengan Haganah yang lebih moderat dan memilih jalur diplomasi, Irgun mengadopsi strategi ofensif brutal. Prinsip mereka sederhana: serang dulu, baru bicara.

Akar Ideologi dan Pembentukan Irgun

Irgun didirikan oleh sekelompok pemuda Zionis yang frustrasi dengan kebijakan restrain (menahan diri) yang dianut Haganah. Mereka mengadopsi ideologi Zionisme Revisionis yang digagas Ze'ev Jabotinsky, yang mendorong pembentukan negara Yahudi di kedua sisi Sungai Yordan—termasuk wilayah yang kini menjadi Yordania. Bagi para anggota Irgun, setiap jengkal tanah yang dijanjikan dalam Alkitab harus direbut, dengan cara apa pun.

Mereka merekrut para pemukim Yahudi yang marah atas pembatasan imigrasi oleh Inggris melalui White Paper 1939, yang membatasi masuknya pengungsi Yahudi ke Palestina di saat Holocaust sedang berlangsung di Eropa. Kekejaman Nazi menjadi bahan bakar kebencian mereka terhadap Inggris yang dianggap sebagai penghalang keselamatan bangsa Yahudi.

Serangan-Serangan yang Mengguncang Imperium

Puncak keganasan Irgun terjadi pada 22 Juli 1946, ketika mereka meledakkan Hotel King David di Yerusalem, markas pusat administrasi militer dan sipil Inggris. Serangan bom yang menewaskan 91 orang dari berbagai kebangsaan—termasuk warga sipil, tentara Inggris, Arab, dan Yahudi—menjadi salah satu aksi teror paling mematikan dalam sejarah Mandat Inggris. Dunia terhenyak.

"Kami tidak menginginkan perang dengan Inggris. Kami hanya ingin mereka pergi dari tanah kami. Jika mereka tidak pergi dengan damai, kami akan membuat mereka pergi dengan cara lain," demikian pernyataan tegas Menachem Begin, pemimpin Irgun, yang kelak menjadi Perdana Menteri Israel.

Namun King David hanyalah puncak gunung es. Pada tahun 1944, Irgun mendeklarasikan pemberontakan terbuka terhadap Inggris. Rangkaian serangan susulan meliputi:

  • Penyerangan Kantor Imigrasi di berbagai kota, menghancurkan pusat administrasi yang membatasi masuknya pengungsi Yahudi
  • Operasi melawan infrastruktur militer, seperti jembatan, rel kereta api, dan barak tentara Inggris
  • Penculikan dan eksekusi tentara Inggris, yang paling terkenal adalah kasus Sersan Clifford Martin dan Mervyn Paice pada 1947 yang digantung Irgun sebagai balasan atas hukuman mati tiga anggotanya
  • Pembantaian Deir Yassin pada 9 April 1948, di mana Irgun bersama kelompok Stern Gang membantai lebih dari 100 warga sipil Palestina, termasuk wanita, anak-anak, dan lansia

Inggris di Ujung Tanduk

Menghadapi gelombang teror yang tak kunjung reda, Inggris mengerahkan lebih dari 100.000 tentara ke Palestina—jumlah yang sangat besar untuk sebuah wilayah sekecil itu. Namun taktik gerilya perkotaan Irgun membuat kekuatan konvensional Inggris frustrasi. Serangan terjadi di mana-mana, pelaku menghilang dalam kerumunan, dan simpatisan mereka tersebar luas di kalangan pemukim Yahudi.

Propaganda Irgun juga sangat efektif. Mereka menyiarkan radio bawah tanah, menyebarkan selebaran, dan mencitrakan perjuangan mereka sebagai David melawan Goliath—di mana Goliath adalah Imperium Inggris yang kolonial dan arogan. Opini publik internasional mulai bergeser, terutama setelah terungkap bahwa kapal-kapal pengungsi Yahudi korban Holocaust dipaksa kembali ke Eropa oleh Inggris.

"Inggris menghadapi situasi yang mustahil. Setiap tentara yang tewas memperkuat tekanan di parlemen London untuk menarik diri," tulis sejarawan Bruce Hoffman dalam bukunya Anonymous Soldiers.

Menachem Begin: Sang Dalang di Balik Layar

Sosok Menachem Begin menjadi sentral dalam kisah Irgun. Pria kelahiran Belarus yang kehilangan keluarganya dalam Holocaust ini memimpin Irgun sejak 1943 dengan disiplin militer yang ketat dan karisma yang membakar semangat para pengikutnya. Bagi Inggris, Begin adalah buronan nomor satu dengan harga di kepala. Namun bagi para pendukungnya, dia adalah pembebas yang berani melawan kerajaan.

Saat negara Israel akhirnya berdiri pada 1948, Irgun dibubarkan dan dilebur ke dalam Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Begin kemudian memimpin partai Herut (cikal bakal Likud) dan pada 1977 terpilih sebagai Perdana Menteri Israel. Ironisnya, Begin yang dulu dicap teroris justru menjadi peraih Nobel Perdamaian pada 1978 setelah menandatangani Perjanjian Camp David dengan Mesir.

Warisan Kelam dan Pelajaran Sejarah

Warisan Irgun tetap kontroversial hingga hari ini. Bagi pendukungnya, mereka adalah pejuang kemerdekaan yang mempercepat lahirnya negara Yahudi. Bagi para kritikus—termasuk banyak sejarawan dan organisasi hak asasi manusia—taktik Irgun adalah murni terorisme yang menargetkan warga sipil tak bersalah.

Yang pasti, Irgun membuktikan bahwa kelompok kecil dengan taktik teror yang terencana mampu memaksa imperium global untuk menyerah. Inggris yang baru saja memenangkan Perang Dunia II akhirnya angkat kaki dari Palestina pada 14 Mei 1948, meninggalkan konflik yang terus berkobar hingga kini. Sejarah mencatat: para teroris kemarin bisa menjadi negarawan hari ini, dan korban teror bisa berbalik menjadi pelaku. Sebuah siklus kelam yang terus berulang di tanah yang disebut suci oleh tiga agama besar itu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah Irgun dianggap sebagai organisasi teroris? Ya, pemerintah Inggris secara resmi mencap Irgun sebagai organisasi teroris pada masa Mandat Palestina. Banyak sejarawan dan PBB juga mengategorikan serangan terhadap warga sipil yang dilakukan Irgun—termasuk pemboman Hotel King David dan pembantaian Deir Yassin—sebagai aksi terorisme. Namun di Israel, Irgun secara resmi dianggap sebagai bagian dari gerakan pembebasan nasional.

Apa hubungan antara Irgun dan pembentukan negara Israel? Irgun memainkan peran signifikan dalam melemahkan kontrol Inggris atas Palestina, yang mempercepat penarikan pasukan Inggris dan memungkinkan deklarasi kemerdekaan Israel pada 1948. Banyak mantan anggota Irgun kemudian bergabung dengan partai Herut pimpinan Menachem Begin, cikal bakal partai Likud yang mendominasi politik Israel modern.

Bagaimana akhir dari organisasi Irgun? Setelah Israel merdeka, Irgun secara resmi dibubarkan pada 1 Juni 1948 dan anggotanya diintegrasikan ke dalam Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Namun, ketegangan antara loyalis Irgun dengan pemerintah Israel baru sempat memicu konflik internal, termasuk peristiwa Altalena Affair di mana IDF menembaki kapal senjata milik Irgun yang berlabuh di Tel Aviv.

[SOCIAL_FB]: KISAH KELOMPOK BAWAH TANAH YANG MENAKLUKKAN IMPERIUM — Tahukah Anda bahwa Inggris, pemenang Perang Dunia II, pernah dibuat tak berdaya oleh kelompok kecil bersenjata di Palestina? Irgun Zvai Leumi, organisasi paramiliter Yahudi garis keras, melancarkan kampanye teror sistematis yang akhirnya memaksa Inggris angkat kaki dari tanah Palestina. Dari pengeboman Hotel King David hingga pembantaian Deir Yassin, taktik brutal Irgun mengubah sejarah Timur Tengah selamanya. Ironisnya, pemimpin mereka yang dulu dicap teroris justru kelak menjadi Perdana Menteri Israel dan penerima Nobel Perdamaian. Baca selengkapnya di Warkini.com! [SOCIAL_THREADS]: Irgun Zvai Leumi. Nama yang dulu bikin Inggris merinding. Kelompok paramiliter Yahudi ini cuma butuh waktu belasan tahun untuk mengusir salah satu imperium terkuat dari Palestina. Taktik mereka brutal: bom, penculikan, eksekusi. Tapi hasilnya? Israel berdiri. Pemimpin mereka, Menachem Begin, kemudian jadi PM dan peraih Nobel. Sejarah memang penuh kontradiksi. Full story di Warkini.com 🧵

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User