Laju inflasi di Kota Cirebon tercatat menyentuh angka 3,01 persen secara tahunan (year-on-year). Lonjakan ini menempatkan kelompok makanan, minuman, serta tembakau sebagai penyumbang tekanan harga paling signifikan di pasar tradisional maupun ritel modern. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon langsung bergerak cepat memperkuat barisan pengendalian harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Langkah intervensi tidak hanya mengandalkan pemantauan statistik semata, melainkan tindakan nyata di lapangan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sinergi lintas instansi dipacu untuk memastikan kebutuhan pokok warga tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Dinamika Kenaikan Harga Komoditas Pokok
Berdasarkan evaluasi tim perencana ekonomi daerah, tekanan inflasi kali ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi pasokan pangan musiman dan distribusi rantai pasok. Komoditas seperti beras, aneka cabai, telur ayam ras, hingga produk olahan tembakau memberikan andil terbesar terhadap pergerakan indeks harga konsumen.
"Kami mencermati secara harian pergerakan harga kebutuhan pangan. Fokus utama kami adalah menahan laju lonjakan komoditas pangan pokok agar tidak membebani pengeluaran rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah," ujar perwakilan Pemkot Cirebon.
Langkah Konkret Melalui Kerangka Strategi 4K
Untuk meredam laju inflasi agar kembali stabil di rentang target nasional, Pemkot Cirebon menerapkan strategi komprehensif yang bertumpu pada empat pilar utama:
- Keterjangkauan Harga: Menggelar operasi pasar berkala dan program subsidi distribusi guna menstabilkan harga komoditas strategis di tingkat konsumen.
- Ketersediaan Pasokan: Menjalin Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan wilayah sentra produsen pangan di sekitar Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk menjamin suplai beras serta bumbu dapur.
- Kelancaran Distribusi: Memangkas rantai pasok yang terlalu panjang dan memantau jalur logistik agar pasokan pangan tidak terhambat menuju pasar-pasar utama di Cirebon.
- Komunikasi Efektif: Mengedukasi masyarakat mengenai belanja bijak, tidak melakukan panic buying, serta menyampaikan informasi harga pangan secara transparan melalui kanal resmi.
Optimalisasi Armada Mol Pangling ke Pemukiman Warga
Selain kerangka kebijakan makro, Pemkot Cirebon memaksimalkan terobosan taktis di lapangan lewat inovasi Mol Pangling (Mobil Keliling Pangan Langsung/Pangan Murah). Layanan jemput bola ini mendatangi langsung kantong-kantong pemukiman padat dan wilayah yang jauh dari pasar induk.
- Menjual beras program SPHP, minyak goreng kemasan, gula pasir, dan tepung terigu dengan harga di bawah rata-rata pasar.
- Mencegah terjadinya aksi spekulasi atau penimbunan bahan pangan di tingkat pedagang eceran.
- Mempermudah akses kelompok rentan untuk mendapatkan pangan berkualitas tanpa harus mengeluarkan ongkos transportasi tambahan.
Melalui integrasi strategi 4K dan konsistensi operasional armada Mol Pangling, Pemkot Cirebon optimistis laju inflasi pada kuartal berikutnya dapat terkendali dengan baik, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di Kota Udang tersebut.
Comments (0)