Bestie, coba deh lo inget-inget lagi teras rumah lo sekarang. Udah berapa lama tuh cuma jadi parkiran motor, jemuran darurat, atau malah tempat numpuk kardus paket yang belum dibuka? Kalau iya, selamat, lo nggak sendirian. Banyak banget orang yang punya teras tapi nggak pernah kepikiran buat bikin area itu punya nyawa. Padahal, ada satu kombinasi yang lagi viral banget di jagat desain rumah: roster beton yang dipadukan dengan tanaman bunga. Kombinasi ini literally kayak glow up dari ugly duckling jadi swan.
Kenapa Roster Sih yang Jadi Sorotan?
Roster atau keramik berlubang ini sebenarnya bukan barang baru. Dulu, roster identik dengan rumah-rumah tahun 90-an yang terkesan jadul dan sumpek. Tapi plot twist-nya, sekarang roster balik lagi jadi primadona. Desainer interior dan content creator rumah tangga pada demo roster sebagai elemen dekoratif yang multifungsi.
Pertama, roster itu nggak butuh lahan luas. Lo bisa tempel di dinding teras, bikin sekat, atau bikin partisi setengah badan. Kedua, lubang-lubangnya bikin sirkulasi udara jadi lancar, jadi teras nggak gerah meski siang bolong. Ketiga, dan ini yang paling bikin salfok: pola bayangan yang dihasilkan roster saat kena sinar matahari itu estetik banget. Bikin feed Instagram lo auto naik kelas.
Nah, pertanyaannya, kenapa harus dipadukan dengan bunga? Karena roster sendirian bakal terasa dingin dan monoton. Beton dan keramik itu keras, kaku, dan warnanya cenderung monoton. Di sinilah tanaman bunga masuk sebagai penyeimbang. Warna-warni kelopak bunga dan tekstur daun yang lembut bikin teras jadi hangat dan hidup.
Kombinasi yang Cocok Buat Lo Coba
Kalau lo mau gas pol, ada beberapa plant match yang bisa lo pilih sesuai karakter teras lo. Untuk teras minimalis dengan roster putih atau abu-abu, coba padukan dengan lavender, bunga kancing, atau portulaca. Tanaman-tanaman ini tahan panas, butuh air sedikit, dan warnanya vibrant banget. Cocok buat lo yang tipe "pengen cantik tapi mager nyiram."
Kalau teras lo agak teduh dan lembap, pilihannya bisa bunga peace lily, anthurium, atau begonia. Daunnya lebar dan mengkilap, jadi kontras sama roster yang bertekstur. Buat lo yang suka konsep tropis, kombinasi roster dengan bougainvillea atau kamboja jepang bakal bikin teras lo kayak resort Bali versi budget friendly.
Yang penting, jangan asal taro pot gede-gede di depan roster sampai nutupin seluruh permukaannya. Justru triknya adalah memanfaatkan celah roster sebagai tempat tanaman gantung atau pot kecil yang diselipkan. Jadi kesan "tembok hidup" itu muncul tanpa harus bikin teras jadi penuh sesak.
"Awalnya cuma iseng pasang roster sisa proyek, terus beli bunga murah di online shop. Nggak nyangka malah jadi spot favorit di rumah. Tiap pagi selalu nongkrong di situ sambil ngopi," curhat seorang pengguna media sosial di kolom komentar unggahan desain rumah.
Jangan Sampai Salah Langkah
Ada beberapa red flag yang harus lo hindari. Pertama, jangan pakai roster dengan lubang terlalu kecil kalau lo tinggal di daerah berdebu atau dekat jalan raya. Debu bakal susah dibersihin dan malah bikin teras keliatan kumuh. Kedua, perhatikan drainase. Tanaman bunga butuh air, tapi kalau potnya nggak ada lubang pembuangan, air bisa merembes ke roster dan bikin jamur.
Ketiga, soal pencahayaan. Roster menciptakan pola bayangan yang cantik, tapi kalau teras lo terlalu gelap, bunga-bunga bakal susah tumbuh optimal. Solusinya, tambahkan lampu taman atau lampu tumblr yang dipasang di sela-sela roster. Efek malamnya? literally kayak kafe kekinian.
Yang paling penting, sesuaikan dengan selera dan budget lo. Nggak perlu langsung beli roster premium atau bunga import. Mulai dari yang sederhana dulu, pelan-pelan tambahin. Konsepnya bukan soal mahal atau murah, tapi soal konsistensi dan perawatan.
Jadi gimana nih, bestie? Teras rumah lo udah siap dirombak jadi spot estetik belum? Atau jangan-jangan lo masih tipe yang cuma bisa bilang "pengen" tapi nggak pernah eksekusi? Drop di kolom komentar dong, kombinasi roster dan bunga apa yang paling bikin lo mood buat cobain di rumah!
Comments (0)