Kabar kurang mengenakkan datang dari perairan Selat Sunda. Kantor SAR Banten saat ini sedang menerjunkan tim khusus untuk melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak. Rombongan tersebut diketahui bertolak dari Dermaga Pegedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang menuju kawasan vulkanik aktif Gunung Anak Krakatau untuk keperluan peliputan jurnalistik.
Upaya pencarian maraton langsung digelar begitu laporan hilangnya sinyal komunikasi diterima oleh petugas SAR setempat. Tim penyelamat bergerak membelah gelombang Selat Sunda dengan mengerahkan armada laut terlatih guna menyisir titik koordinat terakhir keberadaan perahu yang ditumpangi para awak media tersebut.
Kronologi Keberangkatan Rombongan Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun tim Warkini.com, perjalanan rombongan jurnalis ini dimulai dengan agenda peliputan khusus mengenai kondisi terkini Gunung Anak Krakatau. Namun, di tengah perjalanan laut, komunikasi antara rombongan dan tim darat terputus secara mendadak.
Berikut adalah urutan kejadian berdasarkan laporan kronologis di lapangan:
- Pukul 07.00 WIB: Rombongan jurnalis tiba di Dermaga Pegedongan, Carita, Pandeglang, untuk mempersiapkan perlengkapan liputan dan logistik pelayaran.
- Pukul 08.15 WIB: Perahu motor yang membawa rombongan secara resmi bertolak dari dermaga menuju area perairan Gunung Anak Krakatau.
- Pukul 10.30 WIB: Komunikasi terakhir terjalin melalui radio maritim dan sinyal seluler, melaporkan posisi berada di pertengahan perairan Selat Sunda.
- Pukul 13.00 WIB: Kontak terputus total; tim darat tidak dapat lagi menghubungi kapal maupun kru di atasnya.
- Pukul 14.30 WIB: Laporan resmi dilayangkan ke Kantor SAR Banten, yang langsung memicu penetapan status pencarian darurat di laut.
Langkah Cepat SAR Banten Gelar Operasi Pencarian
Menerima laporan hilangnya kontak tersebut, Basarnas Kantor SAR Banten tidak buang waktu. Satu tim rescue yang dilengkapi dengan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) dan peralatan navigasi canggih langsung dikerahkan dari Pelabuhan Paku, Anyer, untuk menyisir lintasan laut Carita menuju Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten menyampaikan bahwa pencarian difokuskan pada rute lazim pelayaran nelayan lokal serta area di sekitar radius 10 hingga 15 mil laut dari titik kontak terakhir. Koordinasi intensif juga dibangun bersama Ditpolairud Polda Banten, BMKG, serta komunitas nelayan pesisir Carita dan Sumur.
"Kami telah mengerahkan personel rescue terbaik beserta sarana air cepat untuk menyisir lintasan pelayaran dari Carita menuju perairan Gunung Anak Krakatau. Kami berharap seluruh anggota rombongan jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," tegas pihak SAR Banten melalui keterangan resminya.
Tantangan Cuaca dan Gelombang Tinggi di Selat Sunda
Proses penyisiran dan operasi pencarian di kawasan perairan Selat Sunda tidaklah mudah. Tim SAR dilaporkan harus berhadapan dengan kondisi cuaca laut yang cukup dinamis, di mana gelombang tinggi dan angin kencang kerap terjadi secara tiba-tiba di sekitar perairan Anak Krakatau.
Selain faktor cuaca buruk, karakteristik perairan di sekitar gunung berapi aktif tersebut memang dikenal memiliki arus bawah laut yang cukup kuat. Meski demikian, penyisiran terus dilakukan secara maksimal dengan membagi tim menjadi beberapa sektor pencarian agar memperluas jangkauan pemantauan.
Pihak keluarga serta sesama insan pers saat ini terus memantau perkembangan terkini dengan penuh harap. Petugas mengimbau kepada seluruh masyarakat dan kapal-kapal melintas yang melihat keberadaan perahu rombongan agar segera memberikan informasi ke posko SAR terdekat demi mempercepat proses evakuasi.
Comments (0)