Langkah bersejarah baru saja diambil oleh parlemen Spanyol. Majelis rendah Spanyol resmi menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang membuka jalan bagi puluhan ribu warga etnis Sahrawi dari Sahara Barat untuk memperoleh kewarganegaraan Spanyol. Kebijakan ini menyasar mereka yang lahir sebelum wilayah tersebut dilepaskan oleh kekuasaan kolonial Madrid pada pertengahan dekade 1970-an.
Keputusan legislatif ini menjadi angin segar bagi komunitas Sahrawi yang selama puluhan tahun hidup tanpa kepastian status kewarganegaraan penuh, baik yang kini menetap di kamp-kamp pengungsian di Aljazair maupun yang berdiaspora di Eropa. Namun, pengesahan RUU ini juga berlangsung di tengah dinamika diplomatik yang sangat sensitif antara Madrid dan Rabat.
Kronologi Perjalanan RUU Menuju Pengesahan
Proses pemulihan hak historis ini telah melalui perdebatan panjang di parlemen sebelum akhirnya disahkan dalam sidang paripurna majelis rendah:
- Pengajuan Inisiatif Legislatif: Berbagai fraksi politik mendorong regulasi khusus untuk menyetarakan hak warga eks-koloni Sahara Barat dengan mantan koloni Spanyol lainnya di Amerika Latin, Filipina, dan Guinea Ekuatorial.
- Pemungutan Suara di Majelis Rendah: Para deputi Spanyol pada hari Kamis secara mayoritas meloloskan draf RUU naturalisasi khusus untuk komunitas Sahrawi.
- Tahap Final di Senat: RUU kini dilimpahkan ke Senat Spanyol untuk pembahasan serta pemungutan suara akhir sebelum resmi diundangkan ke dalam lembaran negara.
"Langkah ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk pengakuan atas kewajiban historis dan moral Spanyol terhadap masyarakat yang pernah menjadi bagian dari administrasi negara kami," tegas salah satu anggota fraksi pendukung RUU tersebut di Madrid.
Dilema Geopolitik Madrid dan Rabat
Langkah Spanyol ini diambil di atas garis diplomasi yang cukup rapuh. Sahara Barat merupakan bekas koloni Spanyol hingga tahun 1975, sebelum Madrid menarik diri dan wilayah tersebut sebagian besar dikuasai oleh Maroko. Sejak saat itu, wilayah tersebut menjadi sengketa berkepanjangan antara Maroko dan Front Polisario yang menuntut kemerdekaan penuh.
Hubungan antara Spanyol dan Maroko sempat memanas tajam beberapa tahun terakhir, sebelum akhirnya Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengambil sikap mengejutkan dengan mendukung rencana otonomi Sahara Barat di bawah kedaulatan Maroko. Pengesahan RUU kewarganegaraan ini berpotensi kembali memicu reaksi dari Rabat, mengingat status legalitas sejarah warga Sahrawi diakui secara resmi oleh institusi Spanyol.
Poin Penting Manfaat RUU bagi Warga Sahrawi
Jika nantinya disetujui penuh oleh Senat, undang-undang ini akan memberikan sejumlah hak eksklusif yang mempermudah proses naturalisasi:
- Kriteria Kelahiran: Berlaku bagi warga Sahrawi yang lahir di bawah administrasi Spanyol sebelum penarikan mundur pasukan pada Februari 1976.
- Hak Keturunan: Anak-anak atau keturunan langsung garis pertama dari pemegang hak juga berpeluang mengajukan permohonan kewarganegaraan.
- Kemudahan Persyaratan: Pemohon tidak diwajibkan melepaskan status asalnya dan mendapatkan jalur birokrasi yang lebih singkat dibandingkan warga negara asing reguler.
Kini, perhatian tertuju pada Senat Spanyol. Komunitas Sahrawi di berbagai penjuru dunia menantikan ketukan palu terakhir yang akan memulihkan identitas legal dan ikatan historis mereka dengan tanah Spanyol.
Comments (0)