warkini.
Viral

Sumsel — Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Suaka Gajah

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi habitat satwa dilindungi di Sumatra Selatan. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni,

Sumsel — Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Suaka Gajah

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi habitat satwa dilindungi di Sumatra Selatan. Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta petugas balai konservasi dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang mendekati kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam setelah sejumlah gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) terlihat berkeliaran mencari pakan di area yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari kepulan asap tebal. Kondisi medan gambut yang kering akibat kemarau panjang membuat perambatan api berlangsung sangat cepat dan mengancam keselamatan satwa berbelalai tersebut.

Kronologi Titik Api Mengepung Kawasan Konservasi

Upaya penjinakan si jago merah membutuhkan koordinasi lintas instansi mengingat lokasi yang terbakar berada tepat di batas penyangga habitat satwa liar. Berikut adalah tahapan peristiwa penanganan karhutla di lapangan:

  1. Deteksi Awal Hotspot: Pantauan satelit dan patroli udara mendeteksi anomali titik panas di sekitar Suaka Margasatwa Padang Sugihan yang terus meluas ke arah barat daya.
  2. Mobilisasi Tim Reaksi Cepat: Regu pemadam darat diterjunkan menggunakan perahu cepat melintasi kanal-kanal gambut untuk membawa mesin pompa air portabel menuju kepala api.
  3. Penyekatan Jalur Api: Petugas membuat parit dan sekat bakar basah guna memutus rantai bahan bakar gambut agar api tidak merangsek masuk ke inti suaka.
  4. Pemantauan Pergerakan Gajah: Tim medis hewan dan pawang gajah (mahout) disiagakan untuk memantau perilaku kawanan gajah liar serta mengarahkan mereka menjauhi zona berbahaya.

Kendala Medan Gambut dan Cuaca Ekstrem

Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat karena bara api tidak hanya membakar vegetasi permukaan, tetapi juga merayap di bawah lapisan gambut dengan kedalaman mencapai 1 hingga 2 meter. Asap pekat dan keterbatasan sumber air di kanal yang mulai menyurut semakin menyulitkan pemadaman manual.

"Fokus utama kami saat ini adalah menyekat perimeter agar api tidak menyeberang ke area jelajah utama gajah. Petugas bekerja siang dan malam dengan bantuan suntikan air ke dalam tanah untuk mematikan bara gambut."

Selain pemadaman jalur darat, koordinasi intensif terus dilakukan untuk meminta dukungan helikopter water bombing apabila titik api baru terpantau meluas ke area yang sulit dijangkau personel.

Dampak Terhadap Populasi Gajah Sumatra

Kebakaran yang melanda kawasan konservasi ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik kawanan gajah, tetapi juga merusak ketersediaan pakan alami mereka. Langkah-langkah darurat yang saat ini diterapkan meliputi:

  • Penyediaan Pakan Tambahan: Menyuplai rumput dan nutrisi tambahan di zona aman agar gajah tidak terdorong keluar habitat menuju pemukiman warga.
  • Patroli Kanal 24 Jam: Memastikan batas kanal tetap basah dan tidak ada potensi kebakaran susulan yang dipicu oleh angin kencang.
  • Pemeriksaan Kesehatan Satwa: Tim dokter hewan memeriksa potensi gangguan pernapasan (ISPA) pada kawanan gajah akibat paparan asap pekat.

Hingga laporan ini diturunkan, tim gabungan masih bersiaga di posko lapangan untuk melakukan proses pendinginan (mopping up) guna memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi di bawah tanah yang dapat menyala kembali sewaktu-waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User