Tangsel Sulap Kampung Kota Keranggan Jadi Hunian Layak

Kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, kini memasuki babak baru. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar program penataan berskala besar yang menyasar infrastruk...

Tangsel Sulap Kampung Kota Keranggan Jadi Hunian Layak

Kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, kini memasuki babak baru. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar program penataan berskala besar yang menyasar infrastruktur dasar di wilayah tersebut. Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya sistematis mengubah wajah kampung kota agar setara dengan kawasan urban modern tanpa menghilangkan roh komunalnya.

Akses Jalan dan Drainase Jadi Fondasi Perubahan

Fokus utama pembenahan tertuju pada aksesibilitas dan pengendalian air. Jalan-jalan lingkungan yang semula sempit dan tak berpola kini diperlebar dan diperkeras dengan mutu beton. Drainase permukiman yang selama ini jadi biang banjir saat hujan deras direkayasa ulang. Saluran baru berkapasitas besar langsung terhubung ke sistem pembuangan utama, sehingga genangan yang kerap melumpuhkan aktivitas warga perlahan lenyap. Tim teknis bahkan menerapkan konsep konektivitas antargang, memastikan setiap sudut permukiman bisa dijangkau tanpa tembok buntu.

Sanitasi dan Ruang Publik Kini Bukan Lagi Mimpi

Tak cuma aspal dan got. Pemerintah turut membangun Sanitasi Komunal Berbasis Masyarakat (SANIMAS) untuk menjawab masalah limbah rumah tangga yang sebelumnya mengalir begitu saja ke tanah. Sebanyak puluhan unit sambungan rumah ditargetkan rampung tahun ini. Di sisi lain, lahan-lahan menganggur di tepi permukiman disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) mini. Spot-spot ini dilengkapi bangku taman, lampu tenaga surya, dan trek joging sederhana. "Ini bukan sekadar mempercantik, tapi memberikan ruang interaksi yang sehat," terang seorang pejabat dinas terkait.

Penerangan Jalan dan Teknologi Sederhana Diadopsi

Transformasi kerap gagal jika warga tak merasa aman selepas magrib. Karena itu, instalasi penerangan jalan umum (PJU) LED diprioritaskan di titik rawan dan simpul aktivitas. Lampu-lampu ini tidak hanya hemat energi tetapi terintegrasi dengan sistem pemeliharaan cepat. Bahkan, sejumlah sudut gang mulai diuji coba dengan lampu sensor gerak untuk efisiensi. Teknologi sederhana lainnya seperti titik kumpul darurat dan rambu evakuasi juga mulai dipasang, mengantisipasi potensi bencana kecil di lingkungan padat.

Dampak Langsung ke Ekonomi dan Kesehatan

Bukan rahasia, lingkungan yang tertata mendongkrak nilai properti sekaligus geliat ekonomi mikro. Warung-warung kecil di Keranggan mulai terlihat lebih rapi, sebagian warga berani menata ulang halaman menjadi lahan produktif tanaman pangan. Dari sisi kesehatan, berkurangnya genangan air memangkas tempat perindukan nyamuk, sehingga risiko demam berdarah menurun drastis. "Dulu hujan semalam, besoknya ruam kulit muncul di mana-mana. Sekarang anak-anak main bola di gang pun aman," ujar salah seorang ibu yang tinggal di RT 02.

Meski belum seluruh kawasan selesai, geliat partisipasi warga mulai tampak. Beberapa pemuda setempat secara sukarela menjadi pengawas material dan menyumbang tenaga untuk pengerjaan akhir. Penataan ini diharapkan menjadi role model kampung kota inklusif yang bisa direplikasi di Setu maupun kecamatan tetangga seperti Pamulang dan Ciputat. Rencana ke depan mencakup pemasangan hidran kering dan pembangunan balai warga tiga lantai yang multifungsi.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan seluruh infrastruktur dasar tuntas pada akhir tahun anggaran. Setelah itu, program lanjutan berupa pendampingan pengelolaan sampah dan pelatihan usaha kecil menanti. Keranggan kini perlahan melepaskan label kumuh, menyongsong identitas baru sebagai kampung urban berdaya yang membuktikan bahwa pembangunan bisa dimulai dari bawah, langsung menyentuh keseharian warganya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User