Kabar duka menyelimuti panggung hiburan Tanah Air. Aktris sekaligus presenter Thalita Latief tengah diselimuti kesedihan mendalam setelah sang ayah tercinta, Riki Isman, berpulang ke pangkuan Sang Pencipta pada usia 67 tahun. Kepergian sang ayah menyisakan ruang hampa bagi keluarga besar, mengingat almarhum dikenal sebagai figur kepala keluarga yang senantiasa membawa tawa dan kehangatan.
Thalita mengungkapkan rasa kehilangan tersebut melalui kenangan manis tentang kepribadian sang ayah yang selalu tampak bugar dan ceria. Baginya, mendiang Riki Isman bukan sekadar orang tua, melainkan teman bertukar pikiran yang asyik serta sosok panutan yang tidak pernah menunjukkan keluh kesah di hadapan anak-anaknya.
Kronologi dan Momen Terakhir Kepergian Sang Ayah
Prosesi pelepasan jenazah almarhum berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh keluarga inti, kerabat dekat, serta sejumlah rekan sesama pekerja seni. Berikut rangkuman perjalanan dan momen terakhir sebelum mendiang berpulang:
- Kondisi Kesehatan Menurun: Almarhum diketahui sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akibat kondisi fisik yang menurun sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
- Mengembuskan Napas Terakhir: Pada Rabu, 9 September, pihak medis dan keluarga mengonfirmasi kepergian Riki Isman di usia 67 tahun.
- Disemayamkan di Rumah Duka: Jenazah dibawa ke rumah duka untuk prosesi pemandian, kafan, serta disalatkan bersama para pelayat yang hadir memberikan penghormatan terakhir.
- Prosesi Pemakaman: Almarhum dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir dengan iringan doa tulus dari seluruh keluarga besar.
Sosok Humoris yang Selalu Berjiwa Muda
Di mata Thalita, sang ayah memiliki karakter unik yang membuat suasana rumah selalu hidup. Selera humor almarhum yang tinggi kerap mencairkan suasana di tengah masa-masa sulit sekalipun. Mendiang juga dikenal berjiwa muda karena selalu terbuka terhadap pandangan anak-anaknya dan enggan membebani orang lain dengan masalah pribadinya.
"Ayah itu orangnya santai banget, selalu bikin kami tertawa dengan lawakannya. Jiwanya selalu muda dan nggak pernah mau bikin anak-anaknya khawatir. Kami sangat kehilangan sosok beliau," kenang Thalita dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di sela prosesi pemakaman.
Thalita juga menceritakan bahwa banyak nilai kehidupan berharga yang ia petik langsung dari sang ayah selama hidup berdampingan. Almarhum mengajarkan anak-anaknya untuk senantiasa tegar, rendah hati, dan selalu menjaga silaturahmi dengan sesama.
Pelajaran Hidup Berharga Warisan Almarhum
Selama mendampingi tumbuh kembang Thalita hingga sukses di dunia hiburan, sang ayah kerap menitipkan wejangan sederhana namun penuh makna. Beberapa prinsip utama yang selalu ditekankan mendiang antara lain:
- Selalu Bersyukur: Menghargai setiap proses kehidupan tanpa harus membanding-bandingkan diri dengan pencapaian orang lain.
- Menjaga Sikap Positif: Menghadapi setiap persoalan hidup dengan senyuman dan hati yang lapang.
- Mengutamakan Keharmonisan Keluarga: Menjaga komunikasi terbuka antaranggota keluarga agar selalu solid dalam kondisi apa pun.
Kini, meski rasa duka masih menyelimuti, Thalita Latief dan keluarga berusaha mengikhlaskan kepergian sang ayah. Doa terbaik terus dipanjatkan agar almarhum Riki Isman mendapatkan tempat paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Comments (0)