Dunia kebugaran perkotaan kembali diramaikan oleh metode latihan intensitas tinggi namun ramah sendi. Lagree Pilates, sebuah metode kebugaran yang memanfaatkan mesin mutakhir bernama Megaformer, kini menjadi primadona baru di berbagai studio kebugaran kota-kota besar. Kombinasi antara kekuatan, ketahanan, kardio, dan fleksibilitas membuat latihan ini digemari mereka yang menginginkan hasil maksimal dalam durasi singkat.
Banyak penggiat olahraga beralih ke metode ini karena mampu memberikan sensasi muscle burn yang intens tanpa membebani persendian. Kehadiran mesin Megaformer memberikan variasi gerakan dinamis dengan resistensi pegas yang menantang stabilitas tubuh secara menyeluruh.
Awal Mula Popularitas: Evolusi dari Pilates Klasik
Latihan Lagree pertama kali dikembangkan oleh Sebastien Lagree di Amerika Serikat. Metode ini memodifikasi prinsip dasar Pilates tradisional dengan menambahkan elemen latihan kekuatan berintensitas tinggi (HIIT) serta pembakaran kalori yang jauh lebih terukur.
"Banyak orang mengira Lagree sama persis dengan Pilates klasik di atas Reformer. Faktanya, Lagree dirancang untuk menjaga otot berada dalam kondisi time-under-tension secara konstan dengan tempo super lambat," ungkap instruktur kebugaran saat ditemui di Jakarta Selatan.
Kronologi Sesi 45 Menit di Atas Mesin Megaformer
Dalam satu sesi latihan standar berdurasi 45 hingga 50 menit, peserta dipandu melewati serangkaian fase latihan tanpa jeda istirahat panjang:
- Menit 01–10 (Aktivasi Inti Tubuh): Sesi dibuka dengan gerakan stabilisasi core seperti plank variation dan crunch bertahanan pegas untuk mengaktifkan otot perut terdalam.
- Menit 11–25 (Kekuatan Tubuh Bagian Bawah): Peserta berpindah ke variasi lunge dan squat lambat di atas platform bergerak guna melatih glutes, paha depan, dan hamstring hingga mencapai batas kelelahan otot.
- Menit 26–38 (Pembentukan Tubuh Bagian Atas): Pemanfaatan tali resistensi dan handle bar untuk melatih otot punggung, trisep, bisep, serta bahu secara presisi.
- Menit 39–45 (Pendinginan dan Dekompresi): Peregangan mendalam guna meredakan ketegangan otot serta menurunkan detak jantung secara bertahap.
Perbedaan Mendasar Antara Lagree dan Pilates Tradisional
Meskipun sekilas tampak serupa karena sama-sama menggunakan alat berbentuk ranjang beroda, terdapat sejumlah perbedaan signifikan antara kedua jenis latihan ini:
- Fokus Utama: Pilates klasik berfokus pada rehabilitasi, postur, dan fleksibilitas, sedangkan Lagree menekankan hipertrofi otot dan daya tahan kardiovaskular.
- Mesin yang Digunakan: Megaformer memiliki ukuran lebih besar, banyak pegangan tangan, serta variasi setelan pegas yang jauh lebih berat dibanding Reformer biasa.
- Tempo Gerakan: Lagree mewajibkan tempo 4 hitungan maju dan 4 hitungan mundur untuk menghilangkan momentum gravitasi, sehingga otot bekerja penuh 100 persen.
Efisiensi Waktu dan Manfaat Jangka Panjang
Efisiensi menjadi alasan utama mengapa kaum urban memilih latihan ini di tengah padatnya jadwal harian. Satu sesi Lagree diperkirakan mampu membakar antara 500 hingga 800 kalori, tergantung intensitas dan berat badan individu. Efek afterburn juga membantu metabolisme tetap aktif membakar lemak bahkan setelah sesi olahraga selesai.
Comments (0)